
Renata memboyong anjing pom kepunyaan William, Ada 5 ekor anjing milik William, dan yang paling cantik, yang William sukai , itu yang Renata boyong ke Semarang, hanya 1 ekor pom.
" Nih anjing kok obesitas banget ya bos?".
" Kurang olah raga dia , hehehe , " ujar Renata.
" Kamu boyong si obesitas ke papua, cocok,pulang dia bakalan sliming ,hahahaha," ujar Bima.
" Kumat kamu deh Bim, kamu jadi bapak asuhnya," ujar Renata.
" Jangan aku, Jenderal aja bapak asuhnya. Kalau aku jadi bapak asuh nya, nanti aku akan di kampak Jenderal".
" Ta, kamu gak tahu, guk guk nya di Jenderal juga pom, kok kalian jodoh gitu yaaah? bisa solmed, bisa sama gitu ".
" Kumat deh kamu, kamu tahu dari mana ?".
" Ku kan pernah beberapa kali, tidur di rumah jenderal, rumahnya bagus banget loh Ta, tinggal bawa manten aja ke dalam nya."
" Rumahnya dimana ?".
" Di Solo, bagus Ren".
" Guk guk nya pom, namanya Coco", ujar Bima.
" Guk guk ku namanya Zizi".
" Dia pasti bawa Guk guk nya juga," ujar Bima.
" Nih , di kasi mami William, biar aku ada kegiatan, gak bengong."
" Kalau dia bawa guk guk juga, kalian mami dan papi guk guk dong Ta," ujar Bima tertawa ngakak.
" Kamu uncle guk guk," ujar Renata tertawa.
" Suka suka dia dong , mau bawa apa gak, ku gak pernah ngomong lagi sama jenderal, udah ahhh, jangan kepo Bim."
__ADS_1
Mami dan papi Renata lega, kehadiran Bima ,bisa membuat Renata bisa tertawa, setelah sekian lama Renata hanya diam dan menyendiri.
" Ngurus suratnya gimana yahh, bawa Zizi? kemarin papi William yang urus , ku hanya ambil di cargo karantina."
" Beres , sini surat nya si Zizi, biar aku atur, Jenderal akan meng aman kan nya ".
" Minta tolong dia , gawat dehhhh".
" Kamu yang urus yahhh, ku terima bees aja, kalau di tanya , ku jawab apa Bim?".
" Namanya merayu, kamu pandai pandailah neng, ambil hati Jenderal."
Renata mengurut dahinya .
Bima terlihat sibuk menelepon Jenderal.
Renata nguping, apa aja yang di bilang Jenderal.
Renata gak bisa nahan tawa, saat Jenderal bilang, sebelum Zizi di kirim, harus di kasi vaksin, kasi pampers, di kasi makanan .
Yudha bengong mendengar suara Renata.
" Beneran gak takut, sama camer?".
" Gakkkk," ujar Yudha.
" Kesini aja Jen, no problem," ujar Bima.
" Bim....kamu kok ajak Jenderal sihhhhh? kacau deh....".
" Udahhhh, biar sekalian berangkat, gak apa - apa," ujar Bima santai.
" Yang punya rumah aku atau kamu sih Bim?".
" Siapa aja jadilah".
" Udahhh, Jenderal juga mami kenal, sering juga kunjungi mami sama papi kamu, panggil aja sini, no problem, " ujar mami Renata.
__ADS_1
" Tan, kalau di lamar Tata gimana?".
" Gak usah pacaran lagi, dilamar aja ,beres, tante suka sama Jenderal Yudha."
" Mi...., dari Zizi kok jadi melebar sihhhh?".
" Kamu gak tahu Ta, berminggu minggu kamu gak ngomong sama mami, mami itu sedih, sekarang kamu ngomong, yah mami nimbrung, mami juga ijinkan , ke papua kan nak, pergilah, hidup harus kamu jalani, doa mami sama kamu, ada Yudha , ada teman kamu Bima, mami percaya."
" Bim, sepupunya Tata cakep, baik, lembut, nanti tante jodohin deh, kalau kamu berhasil jadi mak comblang Tata dan Yudha".
" Beneran Tan, janji lohhhh".
" Benerannnn".
Renata menggaruk kepalanya .
" Mami mihak banget sama Bima dan Yudha , aku mihak sama siapa?".
Bima dan mami Renata tertawa.
Sebuah klakson berbunyi, Yudha keluar dari mobil dan membawa guk guk nya.
" Gawatttt, dia beneran bawa si Coco ".
" Bacanya Coco kan? jangan ejaan Inggris , jadi Koko ," ujar Renata mayun.
" Enatahlah, liat aja surat lahirnya, silsilahnya ada," ujar Bima.
Renata memandang Papi dna Yudha sangat dekat, memang mereka dulu sering dalam beberapa misi .
Yudha dan Renata saling beradu tatapan mata .
ππππππππππ
Jangan lupa
like
__ADS_1
Vote
Koment