
Liburan honeymoon telah selesai, Renata dan Yudha kembali bertugas . Renata masih galau soal keputusan Yudha akan meninggalkan kepolisian.Namun , Renata tidak tahu harus berikap bagaimana.
Kali ini mereka mendapat tugas ,untuk menguak kematian seorang pengusaha software .
Renata di butuhkan untuk menguak data .
Renata dan Yudha memasuki ruang otopsi.
" Dia meninggal karena pendarahan berlebihan, pergelangan kakinya patah sesudah dia meninggal," ujar sang dokter.
" Berarti pelakunya ,mematahkan sesudah membunuhnya, "ujar Renata.
" Tepat. "ujar sang dokter.
" Kuku nya di cungkil juga , setelah dia meninggal," ujar Renata.
" Menurut mas, kenapa pelaku hanya mencungkil dan menghancurkan sidik jari jempol korban?".
" Jika ingin menghilangkan DNA dan sidik jari agau bukti lain, "ujar Renata.
" Pelaku harus nya mencungkil semua kuku dan menghancurkan sidik jarinya".
" Ini mirip kasus seperti menghilangkan data dan jejak. Kemungkinan akses kuku dan sidik jari sudah di duplikatkan , dan orangnya mau, menghancurkan akses buat membuka sesuatu yang membutuhkan sidik jari, "ujar sang dokter.
" Ya dok, saya sependapat, dan duplikar sidik jari, sudah dalam genggaman pelaku, " ujar Yuhda.
" Di dalam kamar hanya ada kulit apel, tetapi pisaunya tidak ada ," ujar Yudha.
__ADS_1
" Kemungkinan pelaku membunuhnyja dengan pisau tersebut."
" Mereka makan apel bersama, kemungkinan berkelahi karena sesuatu dan kemudian pelaku marah dan membunuhnya, " ujar Pandawa
" Bisa jadi, karena kerjasama, ingin menguasai sendiri, " ujar Renata.
" Ke arah sana juga ada, kita harus cek dan dalami," ujar Yudha.
Renata , Yudha dan Pandawa pun keluar dari ruangan otopsi.
" Kasus ini banyak memakan pikiran, laptop dan komputer, sudah kamu back up kan Ta?".
" Sudah pak, " ujar Renata.
" Kasusnya rumit, jam kantor sudah selesai, di kantor tidak ada orang, beliau sendiri, dan asistennya sudah biasa di lantai bawah. Dari CCTV terlihat supirnya dan satpam , berada si luar dekat pos satpam, " ujar Renata.
Renata dan Pandawa mengangguk.
" Saya akan menyusurinya, pada saat kejadian, CCTV di matikan," ujar Renata.
" Kasus yang rumit, mencari motif dan pelaku, menjadi tugas yang berat," ujar Yudha.
Renata ,Yudha dan Pandawa pun kembali ke kantor pusat .
" Pada kasus pembunuhan, saya belum begitu sering terlibat, " ujar Renata.
" Biasnaya hanya seputar elektronik, CCTV , komputer, dan alat lainnya yang saya tangani, " ujar Renata.
__ADS_1
" Tugas baru, tantangan Baru Ta," ujar Yudha.
" Saya akan mendampingi anak korban , menjabat posisi beberapa saat, pusat menugaskan demikian, dan saya menuju kantor mereka, melacak apa saja yang masih bisa dipakai , buat mengungkapkan misteri ini," ujar Renata.
" Anak beliau ,lumayan tampan, isteri pertama tidak melahirkan anak, meninggal, dan ini isteri kedua, mempunyai 2 orang anak, perempuan dan laki- laki, yang cowok sangat berkarisma , tampan dan memukau. Apa gak takut di, Tata akan di taksir sang atasan kelak, ganggu Pandawa."
Yudha hanya diam. Sambil mengendarai mobil nya .
" Ada banyak kasus , sulit dipecahkan, ibarat potongan puzzle, demikian hidup, tugas dan pengabdian silih berganti datang, " ujar Renata.
" Waktu kita tidak banyak, masyarakat menanti kinerja kepolisian, masyarakat fokus pengungkapan pelaku, dan motif nya apa, masyarakat fokus dengan pembunuhan ini, " ujar Yudha.
" Saya akan bertugas dari besok, gak akan nganyor, gak tahu sampai kapan menyamar dengan Bima," ujar Renata.
" Hati - hati, kamu bisa saja di awasi pelaku, rekan bisnis atau siapapun, " ujar Pandawa.
" Begitulah resiko kamu Ta, mereka juga mempunyai badan hukum , kamu kan anak hukum, gak akan sulit ,menyesuaikan diri, ujar Pandawa tersenyum .
πππππππππ
Jangan Lupa
Like
Vote
koment
__ADS_1