Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Mendadak Romantis 2


__ADS_3

" Seorang wanita terhormat, tidak akan merebut dan menggoda pria lain, wanita bermartabat, jelas menentukan sikap, siapa pria nya, dan jika itu berbalas, " ujar mami Yudha mendatangi Liana.


" Terlalu angkuh kamu bisa duduk di depan menantu saya, kamu dengan kesombongan sifatmu, apa merasa menantu saya harus menghormati karena kamu lebih berpangkat darinya ? ingat ..,ini bukan kantor, dan tidak ada hak kamu merendahkan menantu saya.Ada apa urusan kamu datang kesini? bukankah kamu tidak tahu, anak saya sudah berumah tangga?".


" Saya mendengar beritanya bu, ingin melihat Yudha, kebetulan saya lagi bertugas di sini, "ujar Liana.


" Kamu pikir, dengan kehadiran kamu, membuat posisi menantu saya diabaikan? kamu siapa dan menantu saya siapa, harus nya kamu liat, apa masih kurang anak saya menaruh belas kasihan sama kamu?".


" Jangan menjadi pribadi minta di kasihan orang, jangan menjadi pribadi ,mencari perhatian suami orang, jadi wanita jangan gampangan, jangan gak ada harga diri, " ujar mami Yudha dengan tegas.


" Saya tahu , anak saya tidak mencintaimu, sejak pertama kamu maksa dagang ke rumah kami, anak saya memutuskan kamu, kamu mengejarnya, anak saya menjauh, bahkan kamu sendiri yang cari masalah, dengan ke club dan merusak hidupmu, anak saya masih berbelas kasihan, sudah selesai, ketika dia muak dengan sandiwaramu, kembali kamu bersandiwara lagi? nurani kamu seperti apa, iblis berkedok ," ujar mami Yudha.


" Mi, sudah..., "ujar mbak pertama.


Renata syok melihat sang mertua yang lembut bisa se tegas itu .


" Jangan syok Ta, ini lah mami, mami lembut buat keluarga mami, jika ada pelakor dslam rumah tangga kalian, mami yang menghajarnya duluan," ujar sang mami meraih tangan Renata duduk di samping Renata.


" Minum dulu mi," ujar mbak kedua.


Liana berdiri, tersedu sedu menangis meninggalkan tempat itu .


" Jadi isteri jenderal harus kuat Ta, lain kali di remehkan pelakor, hajar, " ujar mami Yudha .


" Tata gak mau ribut mi, buang tenaga ,toh mas Yudha memang mencintai Tata, terluka aja di videokan Bima ,ngigau nama Tata aja. Tata memang kesal banget liat tatapannya, serasa Tata merampas miliknya, obsesinya menyeramkan, " ujar Renata.

__ADS_1


" Tata doa mi, gak mikirkan yang lain, Tata minta operasinya lancar".


" Ya nak, benar."


Lampu kamar operasi padam, Renata berdiri, dan saling bergenggaman dengan Mami Yudha.


" Lukanya sudah selesai di operasi, ada peluru menembus lengannya.Dan di bagian perut, sayatan pisau, tidak dalam, karena korban menghindar."


" Semuanya aman, dan bagian lengannya butuh fisioterapi, terkena timpa sesuatu, " ujar Dang dokter.


" Tangan sebelah kiri, jadi hanya butuh bantuan , dalam melakukan kegiatan sehari- hari, "ujar sang dokter.


Renata melihat perawat mendorong brankar Yudha, air mata Renata mengalir , melihat sosok Yudha terbaring pucat.


" Dia kelelahan , ada 2 misi bukan? " sang dokter menatap Renata.


Renata melihat Yudha terbaring , begitu lelah wajah itu .


Mami, papi dan kedua mbak mas Yudha sda disana menemani Renata.


" Tata pulang ambil pakaian ya mi, "ujar Renata.


" Gak nak, Yudha butuh kamu, nanti mami pulang, mami akan siapkan pakaian kalian, keperluan kalian, jangan sungkan nak, namanya tanggap darurat, " ujar mami Yudha tertawa.


" Mami masih bisa becanda, " ujar Renata.

__ADS_1


" Semua pada panik, pada tegang , pada stres, untuk melawan penyakit, wajib happy nak, mami percaya, kita buat baik, Tuhan lindungi kalian dalam pengabdian kalian, mami setegar ini, kamu heran kan Ta?".


Renata mengangguk .


" Ketika pertama kali Yudha lulus sekolah kepolisian, mami nangis, mami marah marah, namun mami melihat, Yudha sungguh - sungguh bahagia, mami ngambek, gak ngacuhin dia, dia terkuka, mami langsung jerit, pingsan, trus setiap ada anggotanya datang , hanya buat ambil pakaian nya, mami udah takut, dia kenapa - kenapa."


" Mami tersadar, ketika Yudha menyelamatkan sandera, menolong generasi muda dalam peredaran narkoba, mami bangga anam mami jadi orang yang berguna buat orang lain, buat negara.Dia putera kami satu - satunya, lelah mengemban membantu papinya, menjadi bungsu yang melindungi kedua mbaknya .Dia tidak lelah ,menyayangi kita."


Renata mengangguk.


Saat Renata duduk menggenggam tangan Yudha . Renata membelai wajah Yudha.


" Makanlah nak, papi suruh mang Iwan beli, kita makan sama - sama , biar ada tenaga jagain Jenderal, tugas berat ini Ta," ujar papi Yudha.


" Walau gak selera dipaksa dek, kamu udah kurusan, nanti Yudha komplain sama mbak," ujar mbak Kedua.


Selesai makan dan beberapa saat kemudian, Mami dan papi Yudha pulang ke rumah mereka. Renata ditemani kedua mbak Yudha.


πŸ‘©πŸ§”πŸ‘©πŸ§”πŸ‘©πŸ§”πŸ‘©πŸ§”πŸ‘©πŸ§”


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2