
Weekend pun tiba, namun tidak ada libur buat menangani kasus, inilah pekerjaan mereka.
Renata , Yudha , Bima, Taka dan Samuel sedang memperhatikan gerak gerik paman korban.
Terlihat paman korban sendang menguji coba senjata terbarunya , dari kamera mereka saksikan Bima dan Samuel memasang kamera itu, di sekitar rumah, dan jalan rumah tersebut,bekerja sama dengan petugas ,yang menyamar di sana , menjadi anggota keamanan.
" Dia keluar, dengan ajudan kepercayaannya, sisa hanya pasukan keamanan, Adi dan Handoyi akan membuka akses buat kalian masuk, " ujar Yuhda, saya akan menemani, pandawa juga bersama pasukan elite , sedang berada disekitar rumah ini, jika diperlukan, " ujar Yudha.
" Bima, Samuel, Tata, kalian dari belakang, Bian dan Saya akan dari depan."
" Siap Jenderal, " ujar mereka.
Yudha memperhatikan penyusupan Renata dan lainnya, mereka pun berkordinasi dengan pasukan elit lainnya.
Bima memperhatikan sensor pintu, menon aktifkan sensor, sedangkan Renata melihat lampu laser, kemudian mencari titik lampu, dan melumpuhkan pengawasan laser di ruangan itu.
Renata dan Bima saling mengacungkan jempol .
Samuel pun memperhatikan lantai, menekan remot kendali ,pendeteksi musuh.
Renata melihat sebuah komputer dan menghidupkannya .
" Bim ,cari laptop nya, " ujar Renata.
Renata memecahkan beberapa kata sandi, dan menelusuri data base komputer tersebut . Renata tersenyum.
" Selesai , " ujar Renata.
Yudha memasuki ruangan itu.
__ADS_1
" Lihat mas," ujar Renata.
Renata membuka laptopnya, memindahkan data dengan secepat mungkin, mengetik rumusan agar tidak meninggalkan jejak tranferan data.
Yudha langsung mengambil alih laptop Renata, mentranfer data nya ke akunnya dan akun pimpinan, agar ada double barang bukti.
Yudha dan pasukan lainnya menyusuri ruangan tersebut, Yudha membuka brankas, sesudah sistim pengamannya di pecahkan Renata.
Mereka mendapat ke 5 modul yang di curi, mendapat beberapa senjata api keluaran terbaru.
COLT M1911A1,jenis pistol modern.GLOCK 17
" Glock 17 dirancang berdasarkan tiga gagasan utama: kesederhanaan, keandalan, dan kemudahan penggunaan. Pistol itu mudah dibongkar, dengan satu tekan tombol akan mengeluarkan bagian slide untuk dibersihkan dan mendapatkan akses ke laras. Pistol Glock lulus uji reliabilitas Angkatan Darat Austria dengan nilai cemerlang dan hanya macet sekali dalam sepuluh ribu kali tembakan. Senjata itu secara tegas dirancang dengan mengutamakan “pointability”, kemampuan alami pistol untuk bertindak sebagai perpanjangan dari koordinasi tangan dan mata sang penembak ," ujar Yudha.
" The National Interest melaporkan, dari Glock 17 asli yang mampu membawa tujuh belas butir amunisi sembilan milimeter, pistol Glock telah diperluas untuk mencakup hampir semua kaliber semi-otomatis, " ujar Samuel.
" Ini SIG SAUER P226,Pistol itu disebut desain aksi ganda, yang berarti satu tarikan panjang dari pelatuk akan mengokang pistol dan melepaskan pin penembakan lantas menembakkan pistol. Pengguna juga dapat mengoperasikan Sig dalam mode aksi tunggal, di mana pistol dikokang secara manual dan tarikan pemicu yang lebih pendek melepaskan pin penembakan. Pistol itu dilengkapi dengan fitur pengokang yang dipasang di samping untuk menurunkan pelatuk tanpa menembak," ujar Renata.
Mereka mengamankan semua barang bukti .
" Pergerakan pasukan pengaman mereka ,menuju lokasi, bersiap, segerah clear kan semua , dan pergi dari sana, " ujar Pandawa yang sudah siap dengan penembak sniper nya.
Tidak menunggu waktu lama, Renata dan lainnya bergegas ,memasukkan barang bukti ke beberapa tas mereka .
" Bergerak, " ujar Yudha.
Renata di buat diposisi tengah . Mereka pun keluar dari ruangan itu, dan dengan tiba - tiba serangan pun terjadi.Mereka merunduk, dan bersembunyi di beberapa sudut.
Renata terpisah dari Yudha.
__ADS_1
Saat sebuah serangan , menghujani tempat persembunyian Renata, Yudha mengeluarkan pistol peredam nya, menggengamnya dengan erat, melakukan salto, membalas tembakan musuh.Beberapa terkena bidikannya.
Yudha memeluk erat Renata, menarik tangan Renata ke tempat persembunyian lain.
Pasuka Sniper pun bertindak dari beberapa titik .
" Bersiap tinggalkan lokasi, " ujar Yudha dengan alat komunikasi yang di pakainya .
Ketika pasukan sniper mengambil alih, Bima, Bian, Taka, Samuel, Renata dan Yudha pun bergegas meninggalkan tempat itu. Namun ketika akan melompat ke bawah, Renata melihat Kaki Bian tersangkut di sebuah kayu.
Renata melihat celana Bian dinlengakapi tali , tidak terpasang dengan baik, Renata kembali dan mengambil pisau di salah satu celana nya, yang tergantung disana beberapa persenjataan, Renata memotong tali tersebut, Bian pun Melompat, namun ketika Renata ingin melompat ,sebuah tembakan terarah kepadanya ,Renata mencoba menghindar, namun dari sisi berbeda kembali melakukan penembakan .
Dengan sekuat tenaga, Yudha meraih badan Renata , memeluk Renata , dan Yudha memeluk Renata melompat dari lantai 2 langsung ke taman.
Renata melihat tangannya penuh darah dan melihat lengan Yudha terkena serpihan peluruh, tidak menembus lengannya.
Renata mengambil sapu tangannya, mengikat luka Yudha.
" Darahnya kenapa banyak mas," ujar Renata.
" Terkena pagar , sewaktu melompat tadi," ujar Yudha.
Semua pasukan pengawal sudah di lumouhkan, beberapa orang tewas dalam penggerebekan itu, yang hidup di borgol dan di bawa ke kantor penyidik .
👮♂️👮♀️👮♂️👮♀️👮♂️👮♀️👮♂️👮♀️👮♂️👮♀️
Jangan lupa
like
__ADS_1
Vote
Koment