
Menikahi orang yang tepat adalah dimana kita ,saling mencocokkan diri dengan orang yang kita nikahi, karena sewaktu masa pacaran , tidak semua hal kita bisa melihat kedalaman diri seseorang.
Menikahlah dengan orang yang tepat, menikah itu bukan mencari pasangan yang cocok, tidak akan ada orang yang sama dengan kita, menikah adalah wujud komitmen, sampai maut memisahkan,keinginan yang baik adalah, tegas emmegang prinsip, pernikahan harus berhasil sampai maut memisahkan.
Sebuah pernikahan bisa baik apabila mempunyai good will, tidak ada yang salah dalam pernikahan, yang salah yaitu tidak mendalami apa makna pernikahan, tidak berpengetahuan dalam pernikahan, tidak ada ucapan, saya salah memilih, saya telah salah menikah, jadi se umur hidup kita,belajar mencocokkan diri,dengan orang yang kita nikahi.
" Jika saling menyayangi, jangan kehilangan satu sama lain.Jika kata tidak mengerti mudah di ucapkan, jika saling mencintai, ingatlah moment kita, jangan pernah kesepian,melaluinya sepenuh hati, ingat cinta pernah datang, ingatlah bahwa kita selalu mencintai, terus tidak melepaskan satu sama lain, tidak jujur, berusaha memungkiri, cinta akan mengepung, baru bisa mengeringkan air mata. Membuatku ingin menemani mu, baru.menyadari kesepian tanpamu, menjadinkelemahan kita masing- masing. Jika saling mencintai,aroma dirimu tertinggal disini
," ujar Yudha memeluk Renata dengan erat.
Yudha menahan Renata dalam dekapannya.
" Mas akan mengawasi, boleh pergi dengan keluarga William, tetapi dalam pengawasan pasukan pengaman papi dan dari pasukan mas".
Renata pun mengangguk, memandang semua ini demi keselamatannya juga.
" Dedek bayinya sudah mau full 3 bulan ya yaaang, mereka masih sedikit kelihatan, kalau mas melihat ibu hamil , mas ke ingat, seperti apa kamu yaaang, punya perut buncit gitu!!!!!!".
" Ihhhh mas.....".
" Kamu gak tahu yaaang, sangat menggemaskan, tidak semua wanita kan bisa hamil, namun Tuhan mempercayakan kita , memberi pada kita kebahagiaan double".
Renata masih dalam dekapan Yudha.Yudha mengelus perut Renata.
" Apa masih mual yaaang?".
Renata menggeleng.
" Hanya emosi naik turun, kerasa mudah kesal, " ujar Renata.
" Maaf , mas menjadi sumber memancing emosi kamu yaaang".
" Tidak baik, jika emosian, namjn sekeliling harus mendukung ," ujar Renata.
" Mas mandi, gak kerja?".
" Masuk agak siangan, karena pelatihan akpol baru, jadi ada rapat di jam 10".
" Akpol baru, pasti banyak daun muda. ujar Renata melangkah ke kamar mandi".
" Hanya moment yang terindah, kamu tahu yaaang, teman mas sangat banyak ingin mendekatimu, pada saat kamu dalam pelatihan."
__ADS_1
" Pelatih muka biasa aja , paling banyak betingkah" ujar Renata tertawa.
" Paling ganteng, dan bekarisma ,Komjen Pandawa," ujar Renata.
" Paling galak, paling ketat melatih, paling seram, paling misterius, paling menggemaskan, paling tegas, Yudha Prayoga Kurniawan, " ujar Renata menahan tawa.
" Aku sering mikir mas, otak mas mungkin berbelok belok dan rumit, dan otak Tata juga korsleting, bisa tertarik dengan mas, begitu banyak laki- laki. namun bisa nerima mas, di kerjain menulis puisi cinta, dikerjain merayu mas, mas sengaja?".
" Yuppp, " ujar Yudha memeluk Renata.
" Sejak kapan mas suka sama Tata?".
" Cinta berawal di halte bis, kamu orangnya santai, gak jaim, sederhana. lucu , menggemaskan."
" Setiap misi , mas takut kamu kenapa - kenapa."
" Mas dan anggota selalu menjaga kamu, tanpa kamu sadari".
" Jika di pelatihan ada wanita lebih oriental dan cakep, mas pasti meliriknya".
" Gak yaaang, hati mas, hanya bisa bergetar mendengar nama kamu, melihat kamu, memeluk kamu, kalau gak, mas gak akan menguntit kamu pacaran sama William, mas sangat cemburu, melihat kamu dalam dekapan William, melihat kamu dalam ******* nya, mas merasa gila."
" Jadi diri mas sendiri saja, " ujar Renata.
" Jika kita gagal memahami, kita lebih belajar lagi, jangan pernah perasaan kita terlerai, bertambah cinta boleh,berkurang jangan, " ujar Yudha.
" Hmmm, jenderal pintar berpidato, praktek nya di harapkan sesuai".
" Pasti yaaang, " ujar Yudha.
Siang itu, Renata membawa Willy dan kedua orangtua William ke sebuah tempat permainan anak di sebuah mal,Willy sangat bahagia. Renata dan Willy mencari berbagai keperluan sekolah buat Willy.
Renata terlatih melihat gerak musuh, dengan ketajamannya meluhat sekitarnya, Renata mengatakan pada kedua orang tua Willy agar mengikutinya. Renata membayar belanjaan , dan mengambil jalan berbeda dari belakang.
Sebuah tangan menggenggam tangan Renata, ketika hendak Renata lumpuhkan, suara Yudha membuat Renata menjatuhkan dirinya dalam pelukan Yudha .
Bian, Taka dan Samuel mendampingi keluarga William. Renata dan keluarga William memasuki sebuah mobil, sedangkan mobil Renata di pakai anggota Yudha lainnya.
" Mereka siapa Ta?", tanya papi William.
" Belum tahu siapa pi, tapi dari pergerakan mereka, mereka terusik dengan tugas yang Tata dan Yudha tangani", ujar Renata.
__ADS_1
Mami William memandang wajah Yudha, Yudha tipe pria serius,tegas, susah senyum, susah dekat dengan orang lain, tetapi kalau sudah kenal, pasti dekat dengannya, kaku, pemikir, dan ber insting tajam.
" Pak, bu, berkemaslah dengan anggota di hotel, saya akan membawa ke tempat yang lebih aman."
Mami dan papi William mengangguk.
Papi William berkemas, sedangkan Mami William, Willy dan Renata menunggu di lobby hotel .
Sebuah pesan mengejutkan, Renata dapatkan dari sebuah nomor tidak di kenal.
" Jangan merasa menang dulu,paling hanya berakhir seperti wanita lainnya,menjadi salah aatu koleksi wanita yang pernah mendekatinya,terlalu banyak yang ditawarkan padanya, akankah dia bisa menolaknya?"
" Kamu siapa?" balas Renata.
" Kamu tidak tahu aku siapa bukan?aku mengitari suamimu, ayahku seorang pimpinan di tempat kalian bertugas, aku bisa membuatmu kehilangan karir , aku suka orangnya, dan dia akan aku dapatkan".
Renata membalas pesan itu.
" Aku tertawa, Kamu suka???"
" Dekat dengannya membuat aku gugup , dia tersenyum menatapku, aku nervous, berada di pelukannya,ketika berbicara membuat aku gugup,aku memegang wajahnya, desiran mengalir ke seluruh tubuhku,dia meminta dan melihat padaku,aku menyembunyikan wajahku di lekuk lehernya,debaran jantungku membuat aku lemas, dia masih memelukku dengan erat".
Renata mengeluarkan laptopnya, ketika mobilnya terparkir di garasi rumah.
Yudha dan lainnya bengong melihat reaksi Renata.
Renata mensadap dan mencari lokasi si pengirim pesan, membuka data, siapa pemilik nomor ponsel itu, ternyata nomor sia pakai buang".
Renata meng hack lokasi tempat pengiriman pesan, mencari titik nya dan disana Renata melihat , se sosok pria dengan rambut panjang . Renata menfokuskan ke arah pria itu, merekam kegiatan pria tu dari dekat.
" Siapa dia?".
π©π§π©π§π©π§
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1