Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Supirku Hancur


__ADS_3

Awalnya dia terlihat kasar, ,namun setelah hidup bersama , dia kasar ketika kita membuatnya cemas dan khawatir, padahal sisi lembutnya selalu begitu banyak.


Pagi pun tiba, Renata sudah memakai pakaian seragamnya, langkah kakinya sudah melambat, seperti tergajal perutnya, 6 bulan kehamilannya, Renata semakin bisa makan, mudahnlapar, namun badan Renata kurus ,perutnya yang membesar, keringat sering muncul, selalu merasa panas.


Bima sudah ke Rusia studi, Taka sudah ke Jepang, terkadang Renata hanya bareng samuel dan Bian.Tidak se seru bersama Taka dan Bima.


Sinta serjng ngeluh, gak betah LDR ,Renata sampai marah, Sinta gak mendukung perjuangan Bima.Renata tahu, berat LDR ,tetapi huat masa depan , ada baiknya kan ,berkorban. Renata sampai bilang ke Bima, jangan menaruh harapan, nanti kecewa dan terluka, baik- baik belajar, kasihan melihat sahabatnya di begituin pacarnya, walupun terhitung sepupu .


Renata menjatuhkan tas nya ketika melihat seorang supir yang lumayan berumur 50an, wajah pas pasan, bahkan gak bisa di bawa kondangan.


" Pagi non, saya supir baru non".


Renata rasanya syok, sampai segitunya sang Jenderal cemburu akutnya.


Renata kesusahan mengambil tas nya, namun sebuah tangan sudah mengambilnya.


" Mas sudah memilih , yang terbaik," ujar Yudha dengan senyuman sumringahnya.


" Terbaik dimana nya mas? mas mimpi kali".


Renata mengecup pipi Yudha.


" Mas merusak pandangan ku, kalau sampai anak ku terpengaruh wajah pas pasan gak kayak lee min hoo, awas ," ujar Renata kesal.


" Anak kita pasti ganteng dan cantik sayaaang, mami dan papinya, canyik dan tampan, oma dan opanya aja sampai tua cantik".


" Setidaknya selevel V personil BTS toh mas, ini dari pedalaman mana mas boyong, buat mata bengkak".


" Bapak itu baik, hati- hati, dan jujur, gak penting tampang pekerja kita keren yang, tanggung jawab kerja minim, cuek dan empati minim, mas gak sembarang memilih, okay."


Renata menatap tajam sang suami, perlahan masuk mobil , dan Yudha mengukurkan jus guava pada Renata.


" Diminum ya yaaang".


Renata mengangguk .


Ketika beberapa hari berikutnya, mami Yudha tahu soal supir, mami Yudha dan papinya tertawa, mereka paling paham bucin nya sang jenderal detail, dan gak bisa di ganggu gugat, bahkan Edo aja selalu dalam radar sang jenderal.


" Mas Yudha gak percayaan ya mi, sama Tata, sampai segitunya".

__ADS_1


" Cinta terkadang bisa membuat orang takut kehilangan, begitu banyak yang menyukai mantunya mami, yang suka bukan kaleng - kaleng. Wajar kan nak, dulu papinya Yudha lebih parah. asik diel dengan yang dekati mami, papi orang lembut, bisa ganas Ta, namanya laki - laki, dia gak mau melepaskan sesuatu yang berarti baginya."


" Belanja pakaian anak yukkk mi".


" Ayukkkkk," ujar mami Yudha.


" Yudha dan papi gak di ajak?".


" Gak usah, nanti semua mau di beli, mumpung mereka pergi latihan tenis, kita buruan pergi mi".


" Sama supir favorite suami mu aja nak".


" Iya mi, nama aja pak Sabar, bawa mobil seperti siput, bahkan naik sepeda lebih cepat dari naik mobil, geregetan banget, katanya pak Jen pesan ,hak boleh kencang, mas itu ngeselin deh miiiii".


Mami Yudha tertawa.


Mereka pun berangkat ke toko perlengkapan bayi. Mami Yudha sibuk membeli keperluan buat sang mom pasca melahirkan, berbagai perawatan, korset dan kain panjang buat perut . Renata sibuk memilih pakaian anak couple, Renata memilih sepatu, pre walker, memilih bandana, kaus kaki imut dan lucu.


" Mi, lihat, lucu banget kan baju dres ini," ujar Renata.


" Ini usia 6bulan baru di pakai nak, gak usah beli usia gedek, nanti tiap bulan fashion anak beda - beda, twins kita update dong nak," ujar sang mami mertua.


Renata mengangguk .Renata sangat bahagia punya mertua sebaik mami nya Yudha.


" Mi, pilihan jaket mami bagus banget, Tata suka," ujar Renata.


" Jaket anak cowok , punya Yudha masih banyak mami simpan, dulu mami belajarnya di luar, buatan pekerja ."


" Kita jangan beli banyak mi, bulan depan biar bisa liat liat lagi, "ujar Renata.


" Mbak pertama dan mbak kedua pasti beli juga, mbak pertama lagi di luar, pasti borong."


" Mi, warisan dari anak mereka juga banyak, masih bagus saya nanya sama mbok nya, buat anak anak bisa juga mi, jangan semua di beli".


" Apa gak masalah bekas mereka nak?".


" Ya gak masalah mi, anak- anak cepat gedek, lagian kan kita juga ada beli pakaian baru, gak semua dari warisan ,bekas sepupu nya."


" Kamu sangat bijaksana nak, walau suami mu sukses, keluarga kita berada, kamu gak kalap mata, hemat dan tahu diri, ".

__ADS_1


Mami Yudha memeluk Renata.


" Mami terlalu memuji".


Renata mengeluarkan kartu debitya, tetapi sang mertua menahan tangan Renata, melihat kartu Atm Renata.


" Pakai ini aja mbak," ujar mami Renata pada pekerja tersebut .


Sesampai di mobil, pak Sabar mengangkat belanjaan .


" Apa Yudha tidak memberikan black card pada kamu Ta?".


" Beri mi".


" Pasti gak pernah kamu pakai".


Renata hanya diam.


" Gak boleh gitu nak, kamu harus pakai, biar Yudha semangat bekerja, usahanya membahagiakan kamu keliatan".


" Gaji Tata dan insebtif Tata cukup mi, apalagi uang perobatan mami gak ada lagi, kalau sekolah Claudia , dari hasil resti almarhum koko".


" Pakailah nak, kamu itu bukan sendiri, kamu sudah ada yang menaggung jawabi, jangan kasih kecil karakter suamimu nak."


Renata mengangguk.


Mbok Siti turut memberi nasehat pada Tata, apa yang mertuanya omongkan benar.


Sebagai suami isteri, gak ada namanya harta masing - masing, istilah memproroti satu dan lainnya.Kepercayaan ,itu semua inti dari sebuah keluarga utuh.


Renata pun mengangguk.Jika ada pisah harta, atau gak mau uangnya terusik, itu bukan hidup berdua, tetapi hidup masing - masing.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2