Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Tempat Tugas Baru


__ADS_3

Renata menghirup udara , merasa semangatnya baru. William mengurus Zizi dan Coco, karena surat dan vaksinnya lengkap, maka dari pihak bandara , menyuruh mereka menjemput besok .


Yudha sudah melihat kondisi Zizi dan Coco, semuanya aman., bajkan Yudha menyuntikkan vitamin, buat kedua anjing tersebut .


" Mas bisa nyuntik?" dokyer hewan?".


Yudha tersenyum.


" Mas pernah sekolah keperawatan, wajib sekedar tahu medis , apalagi kalau punya tugas syarat pelatihan wajib di penuhi, mas belajar 3 tahunan , di rumah sakit , pelatihan, karena wajib kan kalau teman terluka, yang membantunya ya teman sendiri, sebelum mensapatkan pertolongan.


" Sekedar pasang infus , rawat luka, nyuntik, pasti bisa. Kalau tugas dari negara ke negara lain, pasti kan kita suntik vaksin sendiri, suntik vitamin juga , memang di wajibkan seperti suntik vaksin sebelum wisatawan berpergian ke berbagai negara, sama aja jenis vaksinnya Ta".


" Kau ada beberapa kali tugas mas, namun yah di suntik di rumah sakit".


" Karir mas Jenderal, bukan gampang dapatkan nya Ta, mas banyak melalui pelatihan di luar negeri , menghadapi *******, menjadi pasukan perdamaian".


Seorang perwakilan dari kepolisian menjemput Yudha ,Renata dan Bima.


" Ternyata , ada juga cowok cakep Bim , di Papua", ujar Renata.


" Bukan ada aja neng, banyak," ujar Bima.


" Apa minat? au move on nihhhh, ledek Bima ."


" Kalau se tampan oppa BTS , bolelah Bim, " ujar Tata Tersenyum .


" Kamu suka cowok putih atau hitam Ta.


" Kalau yang cokelat dan hitam , banyak stok nya Ta, kalau yang putih, yah limited edition, " ujar Bima.


" Yang mana aja lah, yang penting smart, tampan, kuat," ujar Renata.

__ADS_1


" Ciyeeee, move on nya cair nih bosss, kuat gimana nih Ta? tahan berapa ronde?".


" Sampai pagi, " ujar Renata ngakak tertawa.


" Bocor deh nih bos, bocor halus ,tapi keliling, " ujar Bima.


Yudha duduk di depan, terheran heran ,melihat ngaonya obrolan Renata dan Bima.


" Kita tugas di daerah pusat, dan beberapa kali dalam seminggu ke lapangan," ujar Yudha .


Yudha dan Bima mengangguk.


Mereka menempati sebuah rumah berlantai 2.


Renata di lantai 2 , dekat balkon, Yudha tahu, Renata senang duduk di balkon.


Renata kembali berbaring, dan melihat video nya melihat matahari terbit bersama William.


" Sangat berat rasanya , melalui 60 hari ini ko, " ujar Renata.


" Perpisahan yang paling menyakitkan , perpisahan yang tidak bisa bertemu lagi selamanya , sakit banget , iklas itu berat ."


" Gimana kabar kamu yaaang, aku rindu kamu panggil honeyyyy".


" Miss you koooo...."


Renata memutar video, semua ucapan William ,dia ikuti, seperti itulah dia meluapkan rindunya di kesehariannya.


Sebuah ketukan , mengusik Renata , dia membuka pintu, dan Bima langsung nyelonong masuk .


Renata karena sudah kebiasaan, mengikuti ucapan William.

__ADS_1


" Kamu hapal banget bos , " ujar Bima.


" Cara merindukan nya , dengan cara begini aku bisa bertahan , 60 hari, rasanya berat , sangat...".


" Melarikan diri ,sampai ke papua?".


" Jujur Bim, berat ."


" Ya..., memang berat, tapi jangan larut, iklas memang berat , namun sudah jalannya Ta. Begitu banyak, kenapa William yang kena tembakan? yang terjadi semua se ijin Tuhan, " ujar Bima.


" Aku butuh waktu Bim ", ujar Renata.


Yudha mendengar semua pembicaraan Renata dan Bima.


" Jangan putus asa, akan ada hari baru, bukan sekarang, tetapi akan ada waktu nya,gak selamanya mendung, hujan, pasti akan ada hari baru, kisah baru, akan ada pelangi dan matahari".


" Tumben puitis banget, asti nyeplak dari tik tok ,iya kan???", ujar Renata tertawa.


" Real loh Ya....".


" Boleh di viral kan tuh bang, kata - katanya dalam, bisa booming, " ujar Renata kembali ngakak.


🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2