
Renata menghirup udara , merasa semangatnya baru. William mengurus Zizi dan Coco, karena surat dan vaksinnya lengkap, maka dari pihak bandara , menyuruh mereka menjemput besok .
Yudha sudah melihat kondisi Zizi dan Coco, semuanya aman., bajkan Yudha menyuntikkan vitamin, buat kedua anjing tersebut .
" Mas bisa nyuntik?" dokyer hewan?".
Yudha tersenyum.
" Mas pernah sekolah keperawatan, wajib sekedar tahu medis , apalagi kalau punya tugas syarat pelatihan wajib di penuhi, mas belajar 3 tahunan , di rumah sakit , pelatihan, karena wajib kan kalau teman terluka, yang membantunya ya teman sendiri, sebelum mensapatkan pertolongan.
" Sekedar pasang infus , rawat luka, nyuntik, pasti bisa. Kalau tugas dari negara ke negara lain, pasti kan kita suntik vaksin sendiri, suntik vitamin juga , memang di wajibkan seperti suntik vaksin sebelum wisatawan berpergian ke berbagai negara, sama aja jenis vaksinnya Ta".
" Kau ada beberapa kali tugas mas, namun yah di suntik di rumah sakit".
" Karir mas Jenderal, bukan gampang dapatkan nya Ta, mas banyak melalui pelatihan di luar negeri , menghadapi *******, menjadi pasukan perdamaian".
Seorang perwakilan dari kepolisian menjemput Yudha ,Renata dan Bima.
" Ternyata , ada juga cowok cakep Bim , di Papua", ujar Renata.
" Bukan ada aja neng, banyak," ujar Bima.
" Apa minat? au move on nihhhh, ledek Bima ."
" Kalau se tampan oppa BTS , bolelah Bim, " ujar Tata Tersenyum .
" Kamu suka cowok putih atau hitam Ta.
" Kalau yang cokelat dan hitam , banyak stok nya Ta, kalau yang putih, yah limited edition, " ujar Bima.
" Yang mana aja lah, yang penting smart, tampan, kuat," ujar Renata.
__ADS_1
" Ciyeeee, move on nya cair nih bosss, kuat gimana nih Ta? tahan berapa ronde?".
" Sampai pagi, " ujar Renata ngakak tertawa.
" Bocor deh nih bos, bocor halus ,tapi keliling, " ujar Bima.
Yudha duduk di depan, terheran heran ,melihat ngaonya obrolan Renata dan Bima.
" Kita tugas di daerah pusat, dan beberapa kali dalam seminggu ke lapangan," ujar Yudha .
Yudha dan Bima mengangguk.
Mereka menempati sebuah rumah berlantai 2.
Renata di lantai 2 , dekat balkon, Yudha tahu, Renata senang duduk di balkon.
Renata kembali berbaring, dan melihat video nya melihat matahari terbit bersama William.
" Sangat berat rasanya , melalui 60 hari ini ko, " ujar Renata.
" Perpisahan yang paling menyakitkan , perpisahan yang tidak bisa bertemu lagi selamanya , sakit banget , iklas itu berat ."
" Gimana kabar kamu yaaang, aku rindu kamu panggil honeyyyy".
" Miss you koooo...."
Renata memutar video, semua ucapan William ,dia ikuti, seperti itulah dia meluapkan rindunya di kesehariannya.
Sebuah ketukan , mengusik Renata , dia membuka pintu, dan Bima langsung nyelonong masuk .
Renata karena sudah kebiasaan, mengikuti ucapan William.
__ADS_1
" Kamu hapal banget bos , " ujar Bima.
" Cara merindukan nya , dengan cara begini aku bisa bertahan , 60 hari, rasanya berat , sangat...".
" Melarikan diri ,sampai ke papua?".
" Jujur Bim, berat ."
" Ya..., memang berat, tapi jangan larut, iklas memang berat , namun sudah jalannya Ta. Begitu banyak, kenapa William yang kena tembakan? yang terjadi semua se ijin Tuhan, " ujar Bima.
" Aku butuh waktu Bim ", ujar Renata.
Yudha mendengar semua pembicaraan Renata dan Bima.
" Jangan putus asa, akan ada hari baru, bukan sekarang, tetapi akan ada waktu nya,gak selamanya mendung, hujan, pasti akan ada hari baru, kisah baru, akan ada pelangi dan matahari".
" Tumben puitis banget, asti nyeplak dari tik tok ,iya kan???", ujar Renata tertawa.
" Real loh Ya....".
" Boleh di viral kan tuh bang, kata - katanya dalam, bisa booming, " ujar Renata kembali ngakak.
πππππππππππ
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1