
Keluarga Yudah ke esokan harinya, mendatangi keluarga Renata .
Keluarga Yudha , datang bersama keluarga nya, ternyata banyak juga keluarga Yudha.
Sepupu, kedua saudara Yudha juga datang bersama anak dan suami mereka. Mereka sangat bahagia, akhirnya Yudha menetapkan pilihannya dan berhasil meyakinkan wanita yang selama ini dia kejar . Semua petuah, ide, masukan dari sepupu , dan kedua mbak nya, Yudha lakukan buat mendapatkan Renata, keluarga mereka sangat dekat, akrab , saling mendukung.
" Akhirnya, perjuangan adikku , menemui titik terang, tim sukses berhasil, ujar mbak Yudha pertama."
" Masukan Sinta paling top, ujar mbak Yudha kedua."
Serangkaian prosesi penerimaan dari keluarga Renata disambut baik keluarga Yudha.Keluarga Renata mempersilahkan keluarga Yudha masuk ke kediaman mereka.
Menjadi kesepakatan, mereka mengikuti adat Jawa, Hari baik nya pemberkatan pernikahan dan resepsi 1minggu lagi .
Renata tidak mau resepsi mewah, mereka resepsi hanya mengundang keluarga dekat dan teman .
Keluarga mereka sudah lumayan, termasuk keluarga besar .
Semua keluarga Renata dan keluarga Yudha membantu, para paman, tante dan paman mereka juga semangat, dan sibuk membantu , semuanya di lancarkan , sesuai doa kedua belah pihak.
Keluarga Renata dan keluarga Yudha bisa saling bekerjasama.
Bagian dekor, pengisi acara, semua mereka urus, Renata hanya nunjuk .
Berbagai acara di kediaman keluarga Yudha di lakukan , begitu juga di keluarga Renata.
Renata sebelumnya sudah memberitahu pada mami William, tentang niatannya sebelum menerima Yudha. Mami dan papi William medoakan Renata dan Yudha, bahkan keluarga William akan datang di pernikahan Renata.
__ADS_1
Ketika Renata mau terbang ke medan, buat jiarah ke tempat penitipan abu William, mami William menyarankan, setelah menikah aja mengunjungi tempat perabuan William. Biasanya kalau mau menikah, ada aja halangan, jadi mami William gak mau, Renata kenapa - kenapa. Setelah resepsi baru Renata ke Medan.
Berbagai perawatan, buat Yudha dan William di lakukan.
Dan yang paling menyiksa , pingitan dilakukan 3 hari sebelum hari H.
Yudha sangat gundah gulana , sepupunya mentertawakan sang Jenderal .Yudha pun bekerja, biar mengatasi kebosanan nya .
Sedangkan Renata di plonco para tante nya , di ajari masak, sudah pasti, Renata menjadi bahan tertawaan keluarga nya . Mereka dengan sabar mengajari Renata.
Sinta membantu Renata mengemas barang - barangnya, karena menurut pembicaraan sebelumnya, Renata akan di boyong sang Jenderal ke Solo, kemudian baru mereka ke medan , jiarah ke tempat perabuan Wiliam.
" Ta, kamu masih menyimpan semua peninggalan William?".
Renata mengangguk .
" Apa gak baiknya di singkirkan aja , gjmana suami kamu melihatnya ?".
" Apa gak masalah ke depannya?".
" Harusnya mas Yudha ngerti lah Sin, bukan hal mudah juga aku menerimanya, bukan hal mudah juga aku membuka diri walau belum sepenuhnya aku pulih , melupakan kisah tragis ku dengan William."
" Aku takut, kalian kelak bermasalah".
" Kami saling terbuka, aku gak bisa maksa menghilangkan William dari hidup dan hatiku sepenuhnya, bagaimanapun ada ruang di hatiku buat William, aku butuh waktu, jika aku maksain diri, aku bahkan lebih susah melupakan kisah masa lalu ku, bukan hal mudah," ujar Renata .
" Sejauh ini, kamu sudah termasuk kuat Ta, bisa menjalani hidup, yah perlahan , kamu akan bisa menjalani kehidupan baru, penuh warna , ada terkadang badai, namun ada kalanya mentari bersinar, " ujar Sinta.
__ADS_1
" Kamu sama Bima kok bisa sama Sin?".
" Kami pernah ketemuan, jenderal mengenalkan kami, kami jalan, trus mengalir gitu aja ," ujar Sinta.
" Dari sekian banyak cowok, ku bisa suka dengan Bima. ".
" Bima bawahan aku, dia baik, tanggung jawab,Bima menjadi perantara aku dan Jenderal."
" Bima ada saja ulahnya sama Jenderal, kadang konyol banget, sama aku juga gitu, tapi yah kami teman, sahabatan".
" Gimana dokter Hewannya, katanya naksir dan ajak kamu pacaran Ta?".
" Ku gak ada rasa mbak, walau muda ,ganteng, dan pengusaha, ku gak tertarik Sin."
" Kenapa?".
" Kalau mas Yudha , kami pernah pacaran, rasa suka kami besar, karena ego , masalah kecil, jadi kami berpisah. Namun belum kelar ."
" Skenario hidup , selalu gak ada bisa ditebak, " ujar Sinta .
Renata mengangguk .
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment