
Renata baru saja menyelesaikan ujiannya, Renata sangat gigih dalam belajar, membaca buku, adalah kebiasaanya , bahkan buku sudah menjadi kekasihnya pertama.
Renata tahu, banyak wanita mengincar William, namun , Renata juga tahu, William sangat mencintainya, kalau di tanya bagaimana cinta Renata pada William, kalau boleh jujur Renata sudah mulai menerima kehadiran William, dalam soal mencintai, kadang nya tidak sekuat perasaannya pada Yudha.
Renata kembali menatap Yudha yang di kejar seorang wanita, berparas cantik, tinggi dan orang Prancis.
Wanita itu sangat sering mengintimidasi Renata . Renata tidak boleh menunjukkan bahwa dia seorang polisi, sudah menjadi kerahasiaan di setiap tugas nya.
William melihat sosok Renata, kemudian menghampiri Renata ,tanpa mengacuhkan Sonia, wanita berasal dari Perancis.
" Beb...., " William mengusap rambut Renata.
" Honeyyy," ujar Renata manja.
" Kantin?" tanya William.
Renata mengangguk.
Sejak kuliah di fakultas hukum , Renata mempunyai julukan sleeping beauty, karena serjng tertidur di setiap pertengahan pembahasan para dosen.
Renata selalu menajdi bahan ledekan setiap dosennya. Dan bukan rahasia umum lagi, kepintaran Renata , sering di adu dengan para rekan senior nya. Renata menjadi incaran para dosen yang masih belum berkomitmen, alias belum memiliki pacar dan keluarga.
Bahkan di fakultas Ekonomi dan bisnis internasional, Renata sangat terkenal . Tinggi, kurus , dan berwajah oriental, orang memikirnya dia berasal dari Korea, dan terkejut ketika tahu, dia berasal dari Indonesia.
Sebuah pesan menghentikan Renata dari kunyahannya.
Renata membaca surat penugasan .
1 minggu , penugasan ke Thailand, memburu jaringan narkoba internasional, karena melibatkan beberapa oknum petinggi negara .
" Kenapa beb?" tanya William.
" Penugasan baru yaaang, " bisik Renata .
" Kenapa gak keluar aja dari kepolisian yaaang, koko takut, pekerjaan itu terlalu beresiko".
" Panggilan hidup ko, maklum berjiwa patriot, pembela kebenaran, anak hukummmm, " ujar Renata tertawa.
__ADS_1
" Koko gak bisa ,kehilangan kamu Ta, koko gak bisa hidup tanpa kamu".
" Gombal koooo".
" Serius , kamu bisa menilainya sayaaang".
" Sebesar apa cinta koko sama kamu, dan sedalam apa".
" Beb, kalau perasaan kamu pada mas gimana ?".
Renata memeluk William .
" Sosoknya masih ada kan dalam hatimu?".
Renata hanya diam.
" Aku sudah mulai , menerima koko, bahkan sudah mulai setengah hatiku , koko tempati. Berusaha lebih keras yaaang, agar dia hilang dari ingatan ini ."
" Siap honey, akan hamba lakukan, ujar William mebgelus rambut Renata , dan menyuapinya kentang goreng kesukaannya."
William meraih pergelangan tangan Renata dengan lembut, perlahan membalikkan Renata dan menyandarkannya di dinding.
Renata , sesibuk apapun, selalu gym bareng William di apartemennya, terkadang joging di pagi hari, atau renang di malam hari , di apartemen William, ada beberapa lantai di fasilitasi kolam , dan kolam itu berada di ujung apartemen William, sangat dekat dengan apartemen William, bahkan bisa kolam kelihatan dari balkon apartemen William.
William dengan lembut mengulum bibir Renata, mereka saling bertautan.
Ciuman itu , emnajdi perekat hubungan mereka, semakin berkembang dari waktu ke waktu.
Walaupun mereka memiliki kebebasan, namun adat ketimuran , mereka selalu junjung tinggi, Renata tahu , kasih sayang William padanya sangatlah besar . Menjaga dirinya seutuhnya, sampai di saat yang tepat , mereka akan berani mengambil keputusan membina keluarga.
" Berapa lama penugasannya yaaang?".
" 1 minggu".
" Sangat lama, keluh William bersandar di bahu Renata."
" Koko selalu cemas , kalau kamu tugas".
__ADS_1
" Yaaang, please.....," ujar Renata.
William kembali mengangkat tubuh Renata meletakkannya di atas badannya. Mereka saljng bertatapan.
" Beb, dalam hidup ini , begitu banyak kebahagiaan ,tidak bisa terganyikan dengan kebahagiaan apapun, selain kamu".
" Koko juga sumber kebahagiaan ku".
Wilkiam meraih tengkuk Renata, mereka larut dalam perasaan mereka.
" Tata akan berangkat besok, gimana kalau kita jalan melihat matahari senja ko?".
" Baiklah honey, kita akan menginap di Villa , dan hang out di malam hari."
" Dansa? " tanya Renata.
William mengangguk .
Renata dan William menikmati waktu menonton berdua. Orderan pop corn, coca colla , dan ayam goreng.
Makanan kesukaan Ranata. Namun di batasi William memakannya, karena Renata mengalami gangguan hormonal, di mana setiap haid sangat kesakutan, William memaksa Renata cek, dan berbagai makanan siap saji.
" Enakkk?".
" Sangat, " ujar Renata mengulurkan kentang yang dia gigit, mendekatkan ke wajah William. Dengan cekatan William meeaih kentang , sambil mengulum bibir Renata.
Mereka melepaskan ciuman dan tertawa bersama.
πππππππππ
Jangan lupa
Like yang banyak, biar lulus kontrak, dan author lebih semangat.
vote
Koment
__ADS_1