
Usia Gohan dan Huri sudah hampir satu tahunan, pekerjaan Renata lebih santai, Bima semakin handal, Taka juga. Bima langsung menikah dengan Sinta setelah selesai pendidikan nya, bahkan Sinta sudah hamil 2 bulan saat ini.
Renata masih berkutat dalam pekerjaannya. Di kala dia senggang, selalu menyempatkan diri ke kantor sang suami, dan jika ada kasus rumit, Yudha juga masih dipakai di kepolisian.
Seperti hari ini, Renata baru selesai upacara di gedung gubernur, dengan pakaian lengkap , Renata menghampiri kantor sang suami, Renata tidak pernah berpakaian kepolisian ke kantor Yudha.
Renata melangkah , para pengawal terkejut melihat berbagai atribut dan penghargaan pencapaian Renata.
Mereka terkejut baru tahu , Renata ternayata seorang polwan, kalau bos mereka ,mereka tahu memang seorang jenderal.
Mereka menunduk hormat.
Para pegawai bengong melihat Renata. Kaki Renata yang jenjang, body proporsional Renata , wajah oriental, kulit putih, membuat mereka bengong, bahkan banyak para karyawan terkesima.
" Itu isteri nya bos kan?".
" Iya, ternyata polwan, liat tanda jasanya, rame, "ujar salah satu karyawan.
Renata melangkah,menekan tombol lift.
Sekelompok karyawan berdebat soal IT, mereka kesulitan mem back up data, dan sering terserang virus.
Renata menyimak persoalan mereka.Dan Renata menggerakkan jari- jarinya.
Renata membuntuti ke 4 anggota IT tersebut.
Memasuki ruangan mereka. Mereka bengong melihat sosok Renata.
" Boleh saya liat?".
" Anda siapa?" tanya salah satu karyawan.
" Isteri bos ," ujar seorang wanita di ruangan itu.
Renata meletakkan topinya, menggerakkan jemari tangannya.Duduk santai mengotak atik komputer center di depannya.
" Kalau back up data dengan ruusan ini, lemah, bentar saja sudah di hack, habislah semua data kantor.Saya akan back up, " ujar Renata.
__ADS_1
Renata melepaskan sepatunya, jiwa pekerjanya kembali. Ketikan jemarinya di tuts keybord berpacu, dan semua terkesima melihat aksi Renata. Renata merapikan semua jaringan, beberapa saat jaringan satu kantor padam, terdapat kode dan pengaman , membuat satu kantor kelimpungan, merasa ada yang meng hacker kantor mereka, tetapi beberapa menit kemudian, jaringan tetata rapi, tersusun dan lebih up to date, sorakan pekerja pun menggema.
Para anggota IT bengong melihat aksi isteri si bos.
" Haus," ujar Renata.
Seorang karyawan memberikan Renata air mineral.
" Sudah beres,kalau ada masalah IT. gak tau, ini nomor saya, save aja. kapan saja butuh, hubungi," ujar Renata dengan rambut awut awutan, dan Renata menenteng sepatunya.
Yudha tersenyum melihat sang isteri, kalau sudah bersksi, selalu bertampang awut awutan.
Yudha merapikan rambut Renata. Seorang pegawai memberikan topi Renata.
Yudha sudah tahu kebiasaan sang isteri, memakaikan sendal kantornya buat Renata dan mengambil sepatunya.
" Makasih bantuannya nyonya bos , kemampuan anda , menguntungkan saya, ujar Yduha tertawa terkekeh".
Yudha menggandeng tangan Renata.
" Honornya gedek nih mas".
" Honor pertarungan nanti malam yaaang, hamba siap melayani tuan puteri, " ujar Yudha mengedipkan matanya.
" Cakep banget bu polwan nya," ujar Yudha.
Renata membuka pintu kantor dan melihat ruangan Yudha seperti kapal pecah.
" Ini kenapa mas? mas jemput Gohan sama Huri?".
Yudha mengangguk.
" Ya ampun mas, mereka kenapa di biarin berantakin gini ?".
Tatapan Renata menajam, memandang sekitar.Dan melihat empat kaki kecil bersembunyi di bawah meja sang daddy.
" Kedua kelinci , sedang bersembunyi, hmmmm, bebasnya di kantor daddy, sekarang, pengembala memerintahkan kumpulin buku, dan kertas di lantai, kalau tidak, pengembala , gak akan mau jadi temannya," ujar Renata .
__ADS_1
Perlahan Gohan dan Huri keluar dari persembunyiannya, mereka mengumpulkan buku, menyusunnya di meja, dan memungut banyaknya kertas. Yudha tersenyum melihat kesibukan kedua putera dannputerinya.
Di rumah yang tegas yah Renata, Yudha menjadi melow berhadapan dengan anaknya, lumayan good daddy, lembut dan menyayangi anak anaknya.
" Mas terlalu memanjakan mereka," ujar Renata menaik turunkan alisnya.
" Sorry yaaang, bisik Yudha di telinga Renata."
" Jangan begini didik anak mas, boleh sayang, tetapi ada aturan dan kedisiplinan, nanti di rumah orang begini, kita malu loh mas, di bilang gak bisa didik anak. "
" Di rumah orang,mereka gak berani yaaaang".
" Baik di rumah orang atau di rumah, gak boleh gini, beneran mas, kaalu gini lagi, hukumannya ,mas gak boleh bawa mereka kenkantor, gak boleh jemput mereka dan membawa mereka kesini, mengacaukan semua, Tata gak mau."
Renata melihat Gohan sudah duduk rapi di samping Renata, di susul Huri.
Sebenarnya melihat wajah mereka ,pengen tertawa , namun Renata menahan tawa nya, melahirkan dan mendidik anak bukan hal mudah.Didikan dari ekcil, berpengaruh ke masa depan mereka.
" Koko minta maaf mi," ujar Gohan.
" Koko tahu salahnya apa?".
Gohan mengangguk.
" Dedek juga minta maaf mi, ujar Huri menunduk."
Renata membuka kedua tangannya dan kedua twins memeluk dan menciumi wajah Renata.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1