Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Menyatukan 2 Perbedaan


__ADS_3

Butuh waktu hampir 1tahun pernikahan, dan penyesuaian itu masih berlanjut. 2 karakter keras, tidak semudah satu berkarakter lembut, dengan satu berkarakter keras . Gesekan pasti ada, untuk meminimalkan gesekan, maka wajib hanya diam, dan ketika diam, masing - masing bisa lebih tenang, bisa merasa tanpa harus adu perang argumentasi.


Renata mencoba mempelajari sifat dan karakter sang suami, dia bisa lembut kalau sedikit di rayu, jadi gak masalah, sedikit menurunkan ego, merayu sang Jenderal.


Ketika Renata kedapatan makan cabe super pedas, Renata harus mencari akal, agar Yudha gak marahpadanya.


" Mas, pengen banget, beneran".


" Tapi ini pedas banget yaaang".


" Iya ,janji gak lagi, masih makan 3 suap, beneran, Renata mengalah , dengan berat hati membuang makanan super pedas yang selama ini sangat di sukainya."


Yudha langsung memeluk Renata dari belakang. memberikan segelas air.


" Mas takut, kamu sakit perut, dan cabe yang kamu pakai over yaaang".


Yudha mengangkat Renata duduk di pantry.


" Mau Roti keju plus cokelat gak yaaang?" tanya Yudha.


" Mauuuuu, "ujar Renata mengalungkan tangannya ke leher Yudha.


" Pensiunan dini mas di tolak, mas akan tetap di pakai, buat sesuatu yang urgent".


Renata membenamkan dirinya di dada bidang sang suami .


" Semua nya beda, dulu satu profesi menyenangkN mas".


" Jadi sekretaris mas?".


Renata menggeleng.


" Belum kepikiran mas", ujar Renata.


Yudha membenamkan kepalanya di perut Renata. Perut Renata sudah sedikit keliatan membuncit.


" Mau Roti, kalau bisanyang panas gitu, hmmm pasti wangi," ujar Renata dengan mata berbinar- binar.


Yudha menggendong Renata, meraih hanfphone Renata , Yudha membawa sang isteri menuju mobil nya .


" Kita mau kemana mas?".


" Mau makan roti yang mengepul, panas, baru keluar dari oven, " ujar Yudha tersenyum.


" Toko roti siapa mas?".


" Rahasia, " ujar Yudha.

__ADS_1


Yudha pun mengendarai mobil, dan sebelah tangan Yudha membelai wajah Renata, terkadang membelai perut Renata.


" Mas, Tata kangen sama mami, apa boleh Tata ke Semarang ?".


" Mas akan temani di sabtu ini, bagaimana? ".


" Mauuuu, beneran kan mas? ," ujar Renata sangat bahagia.


Yudha mengangguk.


Yudha mulai mempelajari, apa kesukaan Renata, apa yang dia gak sukai .


Renata paling suka membaca, kalau membaca jangan di ganggu, paling suka mengerjakan pekerjaan sampai tuntas, Yudha hanya menemani dan kerja sama - sama, Yudha membereskan pekerjaannya, dan Renata mengerjakan pekerjaan nya.


Renata gak betah bersih - bersih, sedangkan Yudha pembersih, dan Yudha menghandel semua .Renata paling suka ngepel, dan menyapu.


Tetapi semasa kehamilan, Yudha gak ijinkan, takut Renata terpeleset.


Usia kandungan Renata sudah berusia 4 bulan, papi Yudha tidak mempersoalkan konflik Renata ketika menghandle sendiri musuh.Hubungan mereka sudah baik, namun Renata lebih menjaga jarak, lebih sering di dalam kamar, jika cepat pulang, lebih suka nonton film perang, terkadang nonton dramcin dan dramkor, yang melow.


Yudha paling suka memeluk Renata ketika berolah raga, dan Renata bisa kesal, namun baikan lagi.


Sejak hamil, Renata tetap olah raga ringan



Namun terkadang , jika dilihat mami Yudha, pasti Renata di suruh udah berhenti aja, mami Yudha takut, Tata kenapa - kenapa.


Renata menunjuk beberapa roti pada pegawai .


" Mas mau Roti yang mana?".


" Yang ini aja yaaang, " ujar Yudha.


Renata memperhatikan toko roti tersebut.


" Mas sering kesini?".


" Hmmm, terkadang , sama Andre asisten mas, disini ada tersedia cafe, coffe nya juga luamyan yaaang".


" Ohhh, " ujar Renata.


Renata memperhatikan seseorang, seperti nya pemilik toko roti dan cafe tersebut.


" Selain sama Andre, mas sama siapa lagi kesini?".


" Terkadsng bareng pandawa , Adam, dan Taka, Bima juga pernah beberapa kali".

__ADS_1


" Ohhhh, " ujar Renata .


" Pemiliknya cukup cantik," ujar Renata.


" Dia sedang mandangin mas, " ujar Renata berbisik sengaja mesra .


Yudha tersenyum .


" Pernah bicara sama mas?".


" Gak ," ujar Yudha.


Renata mengambil tangan Yudha, mengelus cin cin pernikahan mereka.


" Kamu cemburu yaaang?".


" Hmmm, pasti dong mas, papi nya twins dalam incaran wanita lain, harus pakai kode halus duku yaaang, kalau gak mempan, baru kode keras."


" Kode keras apaan yaaang?".


" Memberi sebuah kiss di bibir mas, " ujar Renata mengedipkan matanya.


" Seperti ini yaaang, "ujar Yudha membelai wajah Renata, dan mengulum sekilas bibir ranum Renata.


" Segel kepemilikan , ini salah satunya yaaaang," ujar Yudha.


" Mami apa mau Roti ini mas?".


" Gak yaaang, mami bilang, pengen nyakar pemiliknya, hehehe ," ujar Yudha menahan tawa.


" Emang mami pernah mas bawa kesini?".


" Tiga hari yang lalu, kok berbarengan kamu pengen roti panas, mas bawa kesini, ternyata mas dapat doorprize, kamu pertama kali mencemburui mas, mas bahagia banget."


" Sebenarnya, bukan kali ini Tata cemburuan loh mas, mas waktu dekat sama Liana juga, Tata sangat cemburu, namun masih bisa kendalikan diri, jujur saat ini gak mas, pengaruh kehamilan, membuat Tata beneran sedikit sadis, " ujar Renata tersenyum.


Yudha memeluk pinggang Renata, memanghilnpelayan , dan membayar tagihan.


Renata kembali menatap wanita itu, sang wanita menyadari tatapan Renata, diapun menunduk tahu salah nya apa.


Yudha memakai cin cin pernikahan merek, wanita itu bukan bodoh, hanya dia mencari celah, kapan bisa mendekati . Renata tahu, Yudha bukan tipe yang mudah di dekati .Renata sangat bahagia, sang suami tahu menjaga perasaan Renata.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2