
Setelah misi selesai, Renata mengira dia akan kembali ke LA, namun salah satu petinggi menugaskan mereka , melanjutkan misi keamanan di Sebuah kepulauan .
Misi ini sangat berat, karena pertarungan tehnologi.
Renata menolak terlibat dalam misi ini, karena tidak akan ada habisnya . Sedangkan William kekasihnya akan Wisuda, di waktu yang berdekatan dengan misi tersebut. Bagi Renata , William sosok yang sangat dia hargai, dia cintai, hubungan mereka baik, dari waktu ke waktu, dia tidak akan mengecewakan William, dia sudah berjanji, bahkan sudah menjaitkan kebayanya pada salah satu desainer kenamaan , dan sudah fitiing kebayanya, dan sangat cocok buat dirinya.
Penolakan Renata menjadi perdebatan di jajaran petinggi.
Sanksi akan diberikan pada Renata. Renata seperti biasa ,tidak pernah peduli .
Baginya , moment perjuangan William dan dirinya menyelesaikan S2 bukan hal mudah, berjuang di negeri orang, dan hanya 1 kali se umur hidup.
Renata menolak misi tersebut. Tidak peduli dengan sanksi apapun.
Di keluarkan yah sudah, tetapi dia tidak akan melewatkan moment dimana sang kekasih menamatkan S2 nya bagian bisnis.
Pagi itu, Renata menekan bell sebuah apartemen, dan ketika sosok yang dia rindukan membukanya, Renata langsung bergantung di badan sang kekasih .
" Honeyyyyy......,I am really miss you ,".
" Really?...
" Hmmm....".
" Semakin tampan aja , abangnya si Willy ini, ".
" Gak terkejut, melihat foto mami hamil dan melahirkan ?".
" Lumayan , sport jantung. Mikir sih ko, gimana emak di kampung, hamil, setelah pernikahan ke 2 dengan pria yang sama ."
Renata dan William tertawa.
" Kita akan mengambil jaitan jas kamu sayaaang," ujar Renata melancatkan ciuman rindu pada sang kekasih.
" Ku juga sangat merindukan mu honey," sebuah kalimat tulus , keluar di sela ciuman panjang mereka.
" Koko sangat bahagia, memiliki kamu, dalam sejarah hidup koko".
Renata mengusap wajah William.
William menduduk kan Renaat di pantry .
Mereka saling menatap.
" Makasih sudah kembali sayang".
Renata mengangguk .
" Makasih sudah setia selama ini sama aku ko".
" Tau dari mana ,koko setia?".
" Tau lah....".
" Kamu pasti di rayu sang jenderal kan?".
" Nyaris hanyut ko".
" Nakal".
" Tetapi dia sangat mencintai kamu Ta, jika koko gak ada di dunia ini, hanya dia pria yang baik, buat kamu, karena dia dan koko sama, mencintai dan bukan memaksa. Mencintai tanpa syarat, mencintai dengan tulus".
" Tahu dari mana ?".
" Ada dia dalam ruang hati kamu, dan terkadang koko cukup cemburu, walau kamu jujur pada koko, dia begitu memesona bukan?".
__ADS_1
" Yup, memesona karena sosoknya bekarisma, cukup keren kalau mimpin tim ".
" Jangan cemburu, ku milih koko lo, bukan siapapun , serius."
" Iya...., koko percaya.Dia first love kamu kan".
" Yup".
" Sedangkan koko, mantannya beberapa kan?".
" Yup, " ujar William.
" Kenapa milih Tata?".
" Cocok, nyantai, gak rumit".
" Hanya karena itu?".
" Pacar pelarian itu Ta , hanya status aja yaaang, sekedar kiss, gak lebih".
" Gak adil banget, koko pacar ke 2 ku, berapa banyak mantannya ko?".
" Gak terhitung, ".
" Serius?".
" Gak laaah, " ujar William memeluk Renata.
" Seram nikah sama play boy cap kadal".
" Itu hanya cinta monyet yaaang, SMP dan SMA, kuliah ada 1 orang, itupun hanya di awal semesteran, gagal move on, kamu tolak. makanya nerima dia, dia yang ngejar, dia yang suka duluan, gak lebih. Lebih ke pelarian dari cinta sama kamu , Jojo larinya di OD, tuh patah hati serius sama hubungan kita".
" Yaaang , lusa koko akan wisuda. Besok kita jalan keluar yoook".
" Baiklahhh, malam atau pagi atau siang?".
" Pasti molor seharian kan? pasti molor karena capek langsung balik kan?".
" Hmmmm, ku rindu banget sama koko".
" Sama, ku juga merindukan kamu sayaaang."
" Sudah makan?".
Renata menggeleng.
" Tunggu bentar ya, koko akan masakin kamu, nasi goreng special".
Renata mengangguk.
Sebuah panggilan telepon , membuat Renata melirik handphone William.
" Jawab aja yaaang".
" Percaya nihhh, manatau nanti pelakor yaaang".
" Percaya, dan no pelakor dalam hubungan kita".
Renata mengangkat Video call, terlihat seorang anak berusia 6tahun , denagn kemeja rapi , celana panjang.
" Kamu siapa?" tanya Renata.
" Williy".
" Anaknya William ya ?".
__ADS_1
" Bukan aunty, adiknya, " ujar Willy menatap Renata.
" Beneran? ".
" Beneran..", jawab Willy.
" Koko William udah gedek , kamu kenapa masih kecil?".
" Kata papi, aku itu istimewa, " ujar Willy tersenyum.
" Kamu mirip banget sama William, koko kamu".
" Pasti, kata mami, aku besar nanti, anak nya koko bakalan seperti aku juga wajahnya."
" Pasti lucu deh...", ujar Renata.
" Aunty pacalnya koko yahhh?".
" Calon isteri, " ujar William memeluk Renata.
Willy menutup.matanya.
" Mayuuu kooooo".
Renata dan William tertawa.
" Cantik gak dek?".
" Cantik".
" Ko, ini pacal koko yang pakai tembak kan? pacal koko yang polisi?".
" Menurut kamu, pacarnya koko ada berapa?".
" Catuuuu, semua foto di handphone koko, di kamar koko di lumah , foto calon isteli koko".
" Ihhh, beneren tuh Will? coba masuk ke kamar koko, Aunty mau liat".
" Jangan dekkkk, William melarang Willy ke kamarnya."
" Koko gak lomantis ,kayak papi cama mami, papi...lomantis , dedek besar mau kayak papi, ujar Willy.".
" Tuhhh, makanya romantis banggg," ejek Renata tertawa.
" Aunty lihat ini.....".
Renata melihat foto perkenalan mereka, Renata memakai baju SMP, William memakai baju SMA.
Foto mereka mancing, duduk berdua, ketepatan di ambil teman mereka, William suruh.
Ada foto mereka melihat matahari pagi, matahari terbenam.
" Lihat Aunty".
" Udah..., makasih ya Will"..
Willy mengangguk .
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Jangan Lupa
Like
Love
__ADS_1
Vote
"