
Renata bergegas , memasuki sebuah ruangan, dimana terdapat ada beberapa penguji disana .Dan sudah pasti , mereka mengobrak abrik isi tesis dan menanyai semua materi ujian.
Renata eengan tegas mengungkapkannpemikirannya.
Sebelum pengujian ini, selama 2 tahun mereka di bekali, untuk melakukan sidang, dan pembahasan berbagai kasus . Teman - teman Renata ada yang jadi hakim, jaksa, pengacara, saksi, terdakwa.Perdebatan sengit, adu argumen, sudah mereka lewati .
Simulasi sidang selalu membuat mereka bergantian di posisi , kapan menjadi hakim, kapan menjadi jaksa, kapan menjadi terdakwa. semua posisi ini mereka jalani, agar tahu apa yang di rasakan masing - masing posisi.
Renata masih ingat, menjadi seorang terdakwa, sungguh membutuhkan tenaga extra, berpakaian layaknya narapidana, disudutkan , di adili, berbagai pertanyaan jaksa penuntut, dia harus hadapi .
Selesai sidang , mereka pasti melakukan sesi foto .
Dan kelompok Renata , selalu mendapat nilai terbaik. Rusell, Demian, Samuel, Laura, Carla, Julius, Dewi, menjadi teman mereka satu gerombolan.
Dan saat sidang seperti ini, Renata tersenyum, dia sidang dengan beberapa teman - temannya .
Terlihat Rusell yang jarang serius, terlihat serius dan tegas.Terlihat Carla juga ,tak kalah sengit beradu argumen dan berdebat .Walau mereka kakak kelas Renata, tetapi mereka sangat baik .
Dj luar, William, mami, papi, datang, menunggui dan men support Renata.
Setelah berbagai pertanyaan, Renata di persilahkan keluar, guna pemberian nilai, dan keputusan para penguji.
Renata keluar dengan perasaan masih bergejolak, sebuah pelukan dari mami dia terima. Kemudian beralih ke William.
__ADS_1
Renata masih belum terlalu akur dengan papi nya, karena bagi Renata , kesalahan papinya sewaktu dia SMP sangat membekas. Bukan mendendam ,hanya Renata sulit buat mempercayai ,ibarat sebuah kertas, dari kertas polos yang rapi, menjadi berkerut dan usang.
Walau demikian , Papi Renata menunjukkan penyesalannya, mencoba memahami perasaan puterinya, tidak memaksa Renata .
Papi Renata percaya, waktu akan memulihkan keadaan mereka, waktu yang akan membuat hubungan anak dan papi baik kembali.
Setiap perceraian, korbannya anak - nak, luka hati anak, sangatlah dalam .Terkadang ,jika wanita mengorbankan hidupnya yang tidak bahagia, demi keutuhan keluarganya, jangan pernah bilang wanita seperti ini bodoh, terkadang seorang ibu, memikirkan pertumbuhan psikologi anaknya. Karena anak broken home , banyak bermasalah, berinteraksi dengan temannya, lingkungannya , dan ada juga yang penyendiri.
Kalau Renata , ketika perceraian orangtuanya, Renata menjadi penyendiri, gak percaya pada seseorang, gak percaya pada pernikahan,
" Apa takut Ta?" tanya William.
" Takut sih enggak Ko, hanya banyak banget pertanyaannya, wajib di jawab cepat."
" Gelar LLM (magister hukum) dan gelar master of tje science of law ( J.S.M) , sudah di depan mata
, " ujar William memeluk Renata.
2 Gelar , penyematan, dengan IPK 3, 93 diberikan pada Renata, Renata sangat bahagia, saat pembacaan hasil sidang .Renata mampu menunjukkan kemampuannya .
Mata Renata berkaca - kaca , Pelukan para dosen penguji memberi kelegaaan padanya .
Dan begitu juga salaman dari para sahabatnya satu kelompok dalam perkuliahan.
__ADS_1
Renata keluar dari ruangan, berlari memeluk maminya. Renata masih ingat, bagaimana maminya dan Renata berjuang , maminya mengajar di beberapa universitas, demi Renata. Bagaimana perjuangan Renata berjuang masuk ke kepolisian .
Tatapan Renata tersenyum melihat William, sosok pria kedua di hatinya.Pria yang bersama nya melalui S2 selama ini. Pria yang sering membeli makan siangnya, pria yang menemaninya di perpustakaan, pria yang sama berjuang belajar .
Mami , Willy dan papi William , memberi ucapan selamat pada Renata. Renata juga mendapat buket bunga dari Yudha. Yah...Yudha hadir disana , dia meninjau perusahaannya, Yudha hanya berkilah kebetulan bertugas. Renata tidak pernah tahu, Yudha anak seorang pengusaha garmen, property dan perhotelan.
Mami dan papi Renata yang memberitahu Yudha, entah mengapa, mereka lebih yakin, Renata lebih cocok dengan Yudha, walau mereka tidak memaksakan pilihan Renata, namun hubungan mereka dan Yudha selalu dekat dan terjalin.
William dan Yudha saling bertatapan tajam .
2 buket bunga , dengan warna yang berbeda.
Yudha memberi kan warna biru, warna kesukaan Renata, sedangkan William dengan warna pink.
Senyuman mami Renata menatap buket bunga. Yang sangat memahami puterinya tetap Yudha, orang tua selalu jeli melihat seseorang yang dekat dengan anaknya.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Jangan lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment