
Yudha melihat tubuh Renata Terkulai, Yudha terkejut memeriksa , denyut jantung Renata berhenti .Yudha membaringkan Renata , Yudha pun melakukan CPR.
Yudha memanggil Renata .
" Ta...., bangun Ta, Ta...bangun, mas perintahkan Ta, kamu jangan pernah seperti ini, mas akan menghukum mu, sadar Ta...".
Sekitar 5 menit kemudian Renata pun kembali bernafas normal.
Helikopter sudah Tiba, Renata pun di pasang oksigen, 2 orang pasukan lain pun ikut di bawa ke rumah sakit .
Yudha mengusap wajahnya. Yudha memerintahkan pasukan bergolongan darah AB, yang ada di mes pasukan gabungan , menuju rumah sakit, Yudha sudah menghafal setiap nama anggota , ada 10 anggota yang bertugas bergolongan darah AB.
Mereka pun sudah tiba di sebuah rumah sakit besar.
" Korban membutuhkan donor darah, " ujar seorang perawat, luka nya sangat banyak mengeluarkan darah .
Para polisi sudah mendonorkan darah, buat keselamatan Renata .
Renata pun di dorong masuk ke ruangan operasi . di sepanjang koridor, terlihat Yudha tidak peduli dengan sekitarnya, Yudha menggenggam tangan Renata .
" Kamu harus sembuh Ta, please....," ujar Yudha.
Yudha memberi kabar ke pusat, tentang misi mereka berhasil, namun Renata kritis.Dan 2 polisi terluka, dan beberapa luka ringan.
Yudha pun menelepon papi Renata.
Papi Renata sudah kembali hidup bersama maminya, mereka melakukan administrasinkemiliteran, menikah kembali secara militer, dan kembali melakukan pembaharuan janji pernikahan.
Sudah 3 jam Renata di emja operasi, perasaan Yudha rasanya bergejolak, satu sisi dia terkejut saat Renata memanggil namanya , di saat menjelang dia kolaps.
( Pneumothorax adalah kondisi ketika udara terkumpul di rongga pleura, yaitu ruang di antara paru-paru dan dinding dada. Udara tersebut dapat masuk akibat adanya cedera di dinding dada atau robekan di jaringan paru-paru. Dampaknya, paru-paru jadi mengempis (kolaps) dan tidak bisa mengembang.)
__ADS_1
Tetapi Dokter memastikan , peluru tidak terkena paru paru .
Lampu kamar operasi pun mati, tanda operasi sudah selesai dilakukan. Yudha bergegas menyongsong sang dokter.
" Operasinya berhasil, butuh waktu untuk pemulihannya. "
" Cederanya lebih pada fingsi tangan kirinya terganggu, dibutuhkan fisioteraphy , agar pemulihannya maksimal. "
Renata di dorong menuju ke sebuah ruangan ICU .
Wajah Renata sangat pucat.
Yudha sudah menukar pakaiannya.
Yudha tidak bisa makan, Bima tahu dalamnya perasaan Yudha pada Renata. Dan Bima sangat syok, saat mendengar ucapan Renata , sebelum kolaps.
" Yudha mengusap wajah Renata. Yudha baru memberi kabar pada William, bagaimana pun William kekasih nya, ada perasaan yang sangat berat dia mengabari William, namun dia menyingkirkan rasa egoisnya.
" Ta..., mas sangat mencintaimu, please sembuh lah, sadarlah yaaang, mas tahu mas bukan siapa - siapa kamu, mas mohon....".
Yudha menunduk , air mata Yudha mengalir .
" Jangan seperti ini lagi Ta, jangan pernah pergi sendiri, kamu bandel, " ujar Yudha menahan kekesalannya.
Zona terdiam melihat Yudha tidak pernah melihat dirinya, bahkan begitu banyak pendekatan yang zona berikan, tidak membuat sosok Yudha bergeming.
Ke esokan harinya , Yudha sudah membeli buket bunga, Renata sangat suka dihadiahkan bunga. Disitulah sisi feminim Renata terlihat .
Yudha berdoa, menumpu tangannya pada kepala Renata . Papi Dan mami Renata membeku, mendengar setiap kata - kata yang keluar dari mulut Yudha.
Papi Renata sangat menyukai Yudha, mami Renata juga .Walau William sangat baik, tetapi ,entah mengapa mereka tahu, Yudha lah bisa membahagiakan anaknya. Namun mereka hanya diam , sebagai tim pengamat. Mereka diam , memasrah kan pada keputusan Renata.
__ADS_1
Mami dan papi Renata menangis melihat keadaan Renata. Dari ketedangan dokter, keadaan Renata hanya butuh pemulihan, semua hasil operasi pengeluaran peluru sudah sangat baik.
Bima memaksa Yudha untuk makan, karena sejak Renata terbaring, Yudha tidak memperdulikan dirinya.
Mami Renata pun mengomel layaknya seperti Renata, Yudha pun mencoba memakan beberapa suap.
Tidakmlama kemudian, William sampai, dan William menangis memandang alat di tubuh Renata .
" Honeyyyyy, cepat sembuhhhhh, koko datang yaaaang".
William mengecup dahi Renata, dan masih menggenggam tangan Renata di ruang ICU.
William menatap Yudha.
Yudha tidak memperdulikan William.
Yudha menyentuh dahi Renata. Suhu Renata naik. Renata kembali mengigau, mengigau nama Yudha .
" Mas Yudha...., " ujar Renata , mata Renata masih tertutup.
William dan Yudha saling beradu pandang.
🙈🙉🙊🙈🙉🙊🙈🙉🙈🙊🙉🙈🙊
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1