
Dara tersenyum melihat Renata menenteng ranselnya .
" Minggat?".
Renata mengangguk.
Mobil Renata , dia parkirkan di kantor kepolisian, Renata berjalan mencari taxi menuju rumah Dara.
" Aku ngantuk Dar,..."
" Istirahatlah, besok kita bicara," ujar Dara tersenyum.
Malam itu , Renata tertidur pulas, melepaskan kepenatannya.
Sedangkan Yudha malam itu telah menyelesaikan misi nya, ternyata di balik semua ini , ada sindikat mafia , yang terlibat . Bahkan beberapa petinggi di copot dari jabatannya , dan di minta menjadi saksi, mengungkap semua kejahatan yang mereka lalukan, Pandawa terluka, menjalani operasi di bagian perut, sedangkan Yudha , keningnya terluka , karena terkena sebuah sudut lemari.
Yudha merasa ada yang tidak beres , kenapa handphone Renata sulit di hubungi, dan Yudha terkejut, mendengar penjelasan beberapa anggota penyidik, mengatakan kediaman orangtuanya di kepung musuh yang sama dengan musuh yang di hadapi Yudha, untuk memecahkan perhatian Yudha .
Yudha bergegas kembali ke kediamannya.
Wajah papi Yudha tidak seperti biasanya. Terlihat menahan amarah.
" Tata mana nak?" tanya mami nya.
" Apaaaa? jadi Renata gak di sini?".
" Setelah kejadian semalam, dia pergi ke kantor, buat laporan, " ujar sang mami.
" Dia gak ada di kantor mi. Yudha dari sana".
" Isterimu mengambil alih semua, mengunci papi dan kedua iparmu."
__ADS_1
" Papi harus ngerti, kalau ada apa - apa sama papi dan kedua mas, pasti Yudha menyalahin Renata, Renata menjaga kalian".
" Dia hamil, pemimpin keluarga ini papi, walau mati sekalipun, papi gak akan ijinkan ada yang berani dengan keluarga kita".
" Pi ....., hamil bukan penyakitan, papi terlalu keras pada menantu, wajarlah ,menantu kabur, takut di adili".
" Gak mungkin Tata melawan sama papi. orang tua dari suaminya, papi pengertian dikit dong, udah di kasi bertarung sebentar, ya sudah, itu udah Renata beri kesempatan, andai Renata gak hamil, dia akan lebih bisa berbuat lebih. Lihat wajah papi aja , mirip jeruk purut".
" Mas juga, Renata gak kasi terlibat kalian punya anak 3, wanita itu perasaan dan memikirkan segala sesuatunya detail, hanya persoalan gak dilibatkan, ngamuknya sampai wajah segi lima, " ujar Mbak kedua.
Yudha sangat kesal dengan semua kekacauan yang ada, rumah maminya gak berbentuk, bertapa dasyat serangan ini .
Yudha berdiri dan melihat kondisi sangnpengawal, beberapa pandangan sengit di temui Yudha.
Drama apa lagi ini, mereka seakan menanyakan aku dimana , dan isteriku berjuang sendiri .
" Kalian mau bicara? "tanya Yudha memandang mereka.
" Terkena serpihan tembakan, " ujar nya.
Sementara di kediaman Dara, sudah ada Desy, Siska, dan Meta.
Renata menceritakan semua kejadian di kediaman sang mertua.
" Melihat kamu isteri jenderal ,rasanya waw...., keren, namun melihat pembantaian musuh, mikir deh mau nyari pacar angkatan,seram," ujar Meta.
" Ta...,kamu normal dikit , kenapa.Kamu rasanya bukan perempuan deh, kamu seperti pria ,terjebak dalam tubuh wanita", ujar Desy.
" Jangan ngomong ngelantur," ujar Renata menahan senyum.
" Bergegas, kita ke Villa nya aku aja, di Bandung. kost ini gak aman, suamimu pasti tahu"ujar Meta.
__ADS_1
" Tenangkan pikiran dulu, amarah reda, baru kalian bicara".
" Kali ini, beneran sulit, pasti mertua cowok,dan ipar sangat marah, lain mas Yudha lagi."
" Keluar aja dari pekerjaan kamu Ta. kamu gak lelah sibuk perang, kita udah merdeka Ta. kamu nya aja yang masih di jajah musuh," ujar Siska ngakak tertawa.
" Musuh gak habis - habisnya," ujar Renata .
" Kamu gak nerima Mark, pria keren, jambang nya rapi, handsome, rugi loh Ta" ujar Desy.
" Aku mengandung," ujar Tata membuat syok ke empat temanya .
" Hidup seperti apa sih Ta yang kamu mau jalani, liatlah, hamil aja beperang, suami dimana ,kamu dimana, berjuang sendiri, malahan jadi perisai keluarganya , kamu sakit deh Ta, " ujar Dara.
" Aku memang abnormal, kalian menghakimi aku, nanti mereka juga, hanya satu orang yang gak gituin aku, dan dia sudah gak ada lagi, Renata terisak.Terkadang kenyamanan itu aku butuhkan, bukan penghakiman."
Ke empat teman Renata saling memandang, mereka pun kasihan melihat Renata.
Mereka mengepak pakaian mereka, bergegas menuju Villa
Renata meninggalkan handphone nya, di kediaman Dara, Renata tahu, Bima pasti bisa melacak posisi nya jika hanphone pun dalam keadaan padam .
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1