Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
2 Bulan Kemudian


__ADS_3

Hujan membasahi bumi, Renata bergegas memakan rotinya.


" Mas, tas laptop Tata, tolongin bawain yaaah".


" Ya Yaaang, " ujar Yudha dari ruang kerja.


" Mas belum makan lohhh, cepetan yaaaang".


Yudha pun keluar dari kamar, Renata menyuapi Yudha dengan roti sandwich .


" Ini gara - gara mas, kita bakalan telat," ujar Renata.


Yudha langsung menggendong Renata layaknya sekarung beras.


" Cuittt...cuittt...buat iri aja dehhhhhhh, " ujar Mami Yudha tertawa .


" Bye mi...," ujar Yudha.


" Cieeee..., segitu sayangnya sama isteri, sayang juga kan sama mami".


" Pasti miiii," teriak Renata mengangkat jempolnya.


Yudha dan maminya tertawa melihat Renata kembali mengunyah roti di dalam mulutnya.


Yudha meletakkan Renata di kursi bagaian delpan, mengecup wajah Renata ,dan menoel pipi Renata yang gembung karena terisi Roti .


" M...mmm...mas...reseh dehhh, " ujar Renata.


Yudha tertawa.


Yudha melajukan mobilnya, mereka pun sampai ke kantor.


" Akan ada pergantian jabatan yaaang, dengarnya gitu, ada juga rotasi tempat kerja, "ujar Yudha.


" Kalau temlat tugas kita beda ,gimana mas?", tanya Renata.


" Mas gak bisa, " ujar Yudha dengan tegas.


" Trus gimana dong?".


" Mas gak mau yaaang, LDR berat buat mas".


" Mas takut gak setia?".


" Mas setia bukan karena kamu ada yaaang, namun, mas selalu ingat komitmen kita, beneran".


" Tetapi bagaimana pun , kita terpisah susah, kebutuhan biologis kita ada, juga sekitar kita bisa berpengaruh, jika ada yang mau dekati, menjebak, banyak cara kan yaaang", ujar Yudha.


" Benar juga mas, wanita penggoda banyak",ujar Renata.


" Pria penggoda juga banyak, "ujar Yudha kemudian.

__ADS_1


" Ihhh mas asik bahas Mark kan?".


" Mark itu, imbang Liana kedua mas, " ujar Renata tertawa ngakak.


Yudha dan Renata berjalan beriringan, mereka pun melakukan absen dan menuju ruangannya.


" Bu bos, pimpinan sangat meng apresiasi keberhasilan kita, dan setelah penyerahan tanda jasa buat misi sebelumnya, ini ita di promosiin terbang ke Jakarta , ngantor


" Ini bencana ...," ujar Renata syokkk.


"Kita naik jabatan bu, kok bencana sihhhh".


" Yahhh, kalau suamiku gak pindah tugas, kami jauhan, gak mauuuuu, "ujar Renata cemberut.


" Belum pasti juga kan Bim, ," ujar Renata.


" Kamu dapat bocoran dari mana Bim?".


" Semua udah pada semarak , ngegosipin , ceritanya gitu," ujar Bima..


..


Renata kemudian melanjutkan pekerjaannya.


" Kalian sudah melacak judi online yang lagi marak?".


" Sudah bu, " ujar Taka.


Renata meminum air dari tumbler nya.


Pertemuannya , setelah jam makan siang yaang, pimpinan akan datang , " ujar Yudha.


" Dengar kabar, kami tim IT kena loh mas".


Air wajah Yudha berubah seketika.


" Kalau kita beda tempat tugas, Tata yang mutasi gimana mas?".


" Biar mas urus, " ujar Yudha.


Renata mengangguk .


Renata tahu, Yudha sangat kepikiran.


Renata memijit tengkuknya.


Yudha memeluk Renata dengan erat.


" Apa mas baiknya keluar dari profesi ini yaaang?".


" Tata gak setuju, untuk saat ini, bukan solusi yang baik, " ujar Renata.

__ADS_1


Yudha melirik jam tangannya .


" Sudah jam makan yaaang, kita makan keluar yukkk".


" Mau makan apa yaaang?".


" Nasi padang mas, pengennya makan nasi padang", ujar Renata dengan manja.


" Ya yaaang, kita ke Koto gadang ata udo sayang?".


" Ke Udo sayang aja, biar makin sayang Tata nya ke mas," ujar Renata tetawa.


" Norak banget Tata ya mas, " ujar Renata.


" Norak , tapi mas suka," ujar Yudha .


" Mas yang bawa , jangan gantian lagi, okey, " ujar Yudha .


Renata mengangguk .


Yudha pun melajukan mobil.


Yudha memesan makanan kesukaan Renata.


Rendang, ikan pari bakar , pergedel dan sayur timun.


Sedangkan Yudha suka sayur gori, rendang, dan ayam pop.


Yudha nampak berpikir. Renata yang baru cuci tangan pun memeluk bahu Yudha.


" Mas...,jangan bengong, " ujar Renata.


Yudha memaksakan dirinya tersenyum.


" Makan yaaang," ujar Yudha.


Renata mengunyah beberapa suap, namun ketika memakan ikan, Renata merasa perutnya bergejolak,Renata langsung buru- buru ke toilet, letaknya tidak begitu jauh dari tempat mereka duduk.


Yudha langsung bergegas meninggalkan makanan nya ,menuju ke toilet.


Yudha sangat cemas, tadi Renata baik- baik saja, kenapa tiba- tiba bisa muntah, Yudha mendengar Renata muntah.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰😙


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2