
Renata kembali merasakan perasaanya , kembali membuka diri, walau sepenuhnya dia belum pulih namun Yudha sosok yang kembali, menghidupkan perasaanya .
Selesai Renata memasang 10 program komputer, melatih anggota kepolisian belajar memakai program, mencatat step bye step , cara operasional program tersebut, Renata sangat senang, semua bisa memahami, sesekali mereka , menanyakan , jika kurang mengerti. Mereka pun melaksanakan program yang ada di komputer.
Renata sangat senang .
Karena tugas Yudha sangat penting, setelah beberapa hari, Renata baru bisa melepaskan program yang dia ajarkan.
" Zizi dan Coco kita bawa ya yaaang, di pesawat , ada pesawat hercules kebetulan mau berangkat ke Solo, " ujar Yudha.
" Ya mas....," ujar Renata.
" Kita bawa ke dokter Herman mas, biar di suntik, karena Zizi kan hamil".
Renata dan Yudha membawa Zizi ke praktek dokter Herman .
Renata tersenyum saat melihat Yudha sangat kentara cemburu nya.
Sesudah kembali, Yudha langsung membawa Renata ke kamarnya.
" Dokter itu menyukai kamu yaaang, mas cemburuuuu, " ujar Yudha mengecup bibir Renata.
" Kita pacaran sesudah menikah aja yabyaaang, mau kan ?".
" Kita baru balik mas, " ujar Renata.
" Percayalah yaaang, kita akan berhasilll, perasaan kita tetap kuat".
" Menikah secara militer aja, pemberkatan dan acara keluarga aja ya mas".
" Apapun yang membuat kamu nyaman yaaang".
Renata mengangguk .
Renata, Yudha mengemas pakaian mereka.
Sedangkan Bima telah kembali beberapa hari lalu duluan ke Solo.
Yudhamenyuruh Bima duluan, Bima memberi selamat pada Renata dan Yudha.
" Mas menyuruh Bima duluan balik, karena sudah lama Yudha terpisah dari sepupu mas, sepupu mas sampai ngamuk, mas kasi dia balik duluan . "
" Iya mas, Bima udah cerita ."
" Rindu itu berat Jenderal, ledek Renata".
Renata bergelayut manja, dalam gendongan Yudha.
__ADS_1
Yudha meletakkan Renata di meja dapur,Yudha memasak buat mereka.
" Kita ke Semarang dulu ya yaaang, minta ijin ke keluarga ku kemudian mas akan bawa kamu ke keluarga mas."
" Mas jujur ya yaaang, mas mempunyai beberapa perushaaan, mas 3 bersaudara, mas anak terakhir.
Renata bengong .
" Kedua saudara mas sudah menikah mas sudah mempunyai 6 ponakan," ujar Yudha.
" Papi mas percampuran Manado dan Cina, mami mas orang Semarang asli."
" Keluarga mas pengusaha bidang garmen, perhotelan dan mas mempunyai beberapa Restoran dan distro pakaian ."
Renata sangat terkejut mendengar penjelasan Yudha.
" Jangan setakut itu yaaang, keluarga mas sangat mengenal kamu, mas sering ceeita, tentang kamu, mas selalu cerita , perkembangan hubungan kita, kapan kita salah paham, pisah dan kembali mas ngejar kamu, keluarga mas tahu semua, mas selalu terbuka dan cerita, soalnya bolak balik dilu mami jodohin mas".
Sesudah berbenah, makan ,mereka pun menuju bandara.
Di pesawat Renata tertidur , Yudha tak bosan memeluk Renata , dan menatap wajah Renata .
Mereka sampai ke Semarang, setelah menempuh beberap jam.
Komjen Pandawa Wisnu menjemput mereka dan Pandawa memberi selamat pada Yudha , sambil berbisik, karena tahu hubungan Renata dan Yudha kembali bersama.
Dan Yudha snudah menceritakan hubungan mereka.
Mereka pun kisampai ke kediaman orangtua Renata
" Kamu kenapa Ta?".
" Bingung, " ujar Renata dengan polos nya.
Yudha tersenyum.
Yudha menggenggam erat tangan Renata .
Pandawa pamit , setelah mengantarkan Yudha dan Renata. Pandawa meledeki Yudha.
Mereka saling berpelukan.
Yudha dan Renata melangkah ke pintu depan kediaman orangtua Renata.
Renata menekan bel .
Suara pintu di buka .
__ADS_1
" Tata anak mami, akhirnya ...., masuk nak, Yudha masuk juga, capek kan, " ujar mami Renata .
Yudha duduk dan Renata langsung bergolek di sofa kesayangannya.
Yudha memberikan Renata air mineral.
Renata kembali ke posisi duduk, menghadap kedepan mami nya, kemudian sang papi duduk di samping mami Renata.
" Keluarga Yudha sudah menelepon mami, beberapa hari yang lalu.Mami , papi susah ngobrol, membicarakan lamaran dari Yudha . Apa kalian sudah siap?".
Ranata dan Yudha mengangguk.
" Mami dan papi sangat bahagia nak, mami dan papi doakan semua lancar ".
" Istirahatlah Ta, bawa Yudha ke lantai 2 , kamar depan kamar kamu, sudah mami siapkan buat Yudha."
Renata mengangguk .Yudha dan Renata menaiki lantai 2.Yudha mengangkat koper Renata.
" Aku belum mengenal keluarga mas".
" Tenang, mereka sangat mengenalmu, " ujar Yudha.
Renata mengerut .
" Istirahatlah yaaang," ujar Yudha mencium bibir ran Renata.
Mereka saling bertautan dan tersenyum .
" Mas Tata antar ke kamar ya".
" Gak usah, mas biasa kalau tugas di Semarang, nginap disini".
" Hahhh, Renata bengong ".
" Perjuangan yaaang".
" Siasat...," ujar Renata memejamkan matanya.
Yudha mengusap wajah Renata . Yudha sangat bahagia.
π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment