Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Perhitungan 3


__ADS_3

Yudha mencegat langkah Bima.


" Telepon dari siapa?".


Bima diam.


" Dari teman saya Jenderal."


" Dia di mana?".


" Menenangkan diri ," ujar Bima.


" Renata keras. jangan semakin di tekan, dia akan semakin menghilang, maaf bukan mencampuri urusan Jenderal dan bos, kenapa dengan Wiliam Renata lebih nyaman? William lembut, gak menghakimi, Renata itu semakin di marahi, semakin berontak, sejak SMP setelah perceraian orangtuanya, dia menjadi siswa bermasalah, Sita banyak cerita, dalam satu tahun, 5 sekolah drop out dia, berkelahi, adu fisik, gak ngerjain PR, lain tidur di kelas, mami nya gak ada memarahi nya, menasehati pun gak berani, maminya tahu, Renata kecewa dengan keadaan keluarga nya ."


" Dia berubah , ketika ada seorang guru senior menyayanginya, tidak men judge nya , dan dia berubah perlahan."


" Pembawaan setiap orang berbeda - beda, namun harus ada saling mengalah, kenapa aku dan Renata tim yang solid, karena dia dan saya tidak pernah saling perhitungan, dia sangat care, setiap tindakannya melindungi orang sekitarnya, walaupun gak di anggap orang lain , dia hanya mendam sendiri".


" Jika tidak ingin kehilangannya, pikirkanlah buat mengerti, tidak bawaan menghakimi dan memarahi, liat situasi".


" Saya belum bertemu, belum memarahi, dia sudah pergi".


" Dia tahu, seperti biasanya, jenderal pasti marah, dia sedikit lelah, beri waktu, dia pasti akan kembali."


Rebata banyak diam dan menyembunyikan lukanya, perih di hatinya jauh lebih sakit .


Renata menatap di kejahuan, tiduran di ayunan.


" Ta, sini, Dara menyuapi Renata dengan sepiring nasi".


" Ternyata polwan satu ini, kalau lagi manja, yah manja banget, lagi melow, kayaknya twin ini cewek deh".


" Ada baiknya dia cowok aja, kalau cewek banyakan nangis, terbawa perasaan, enakan jadi cowok, mau kemana boleh, kalau cewek banyakan di sakiti, " ujar Renata.

__ADS_1


" Curhat nihhhh", ujar Siska tertawa.


" Kalau sedih, nangis aja Ta, biar lega".


Renata menggeleng .


" Ku udah pasrah, nerima nasib."


" Jika lelah, berhenti, jangan di teruskan, jika lelah istirahat, dinginkan pikirian., ujar Siska.


" Kalian pada gak punya pacar?".


" Putus nyambung Ta, gimana mau nyambung, banyakan marah, perang dari damai, ruwet , mending pisah," ujar Meta.


" Terkadang jadi wanita serba salah ya Ta, temanku baru di talak suaminya, hanya persoalan sepele, dia pulang telat, batre handphone habis, suaminya emosi, langsung main talak, dia terkejut, namun mau gimana lagi, dia pun mengepak semua pakaian nya, dan menjauh pergi, positif hamil, membesarkan anaknya sendiri, gak menikah hingga saat ini".


" Kalau harus separah itu, yah wajib siap - siap , ditinggalkan atau meninggalkan," ujar Renata.


" Baiknya dari bayi, biar gak terlalu sesakit aku, jika harus broken home, tapi jalan hidup orang beda - beda. Sekarang bertengkar, nanti berdamai, sekarang menangis, nanti bisa tertawa, semua ada jalannya, " ujar Renata.


Mereka menonton dramkor ft marriage and divorce, sebuah tontonan bermakna, begitulah dulu Renata menghakimi papinya.


" Aku gak kepikir menikah Ta, pacaran aja ruwet, apalagi nikah, kita ini tipikal wanita keras kepala, wanita mandiri, dapat cowok keras, perang bom, nuklir pun terjadi," ujar Dara.


" Harusnya kalian nikah sama cowok melow gitu, yang lembut, yang ayu, kalian ngayal tingkat dewa pilih yang six pack, suka yang berotot, punya dada bidang, rasakan resiko nya," ujar Desy.


" Ta, bos kita keras juga tuh karakternya ," ujar Meta.


" Trus? hubungannya sama aku apaan coba?", ujar Renata.


" Suami cadangan Ta", ujar Meta ngakak.


" Gak, punya satu suami aja pening, memasukkan diri ke keluarga nya aja susah, apalagi mempelajari orang lain, jika fi talak, bagusnya sendiri aja, besarkan anak, ya udah jalani hidup, tetapi aku gak bakalan mau kembali, gak seperti mamiku, mau memaafkan gitu, selesai, yah selesai. Orang gak mengacuhkan kita, gak nerima dan sulit saling mengerti ya sudah , dari pada saling berantem dan menyakiti, " ujar Renata.

__ADS_1


" Keluar yukkk, boring bahas persoalan pria, " ujar Desy.


" Ku pengen makan brownies, yang enak, pengen banyak cokelat chip nya".


" Baiklahhhh, yukkkk, "ujar Meta.


Mereka pun menukar pakaian dan pergi ke daerah perkotaan.



Renata menutupin kesedihannya dengan berusaha tersenyum .


Mereka duduk menikmati susana malam, begitu banyak wanita berbusana sexy, menikmati hidup, sejak di dunia kepolisian, gerak Renata tidak sebebas orang awam, segala tindakannya harus extra.


Renata menyeruput teh hangat , dan mengunyah brownies , dengan nyantai membaca buku misteri yang dia sukai.


Sedangkan Dara dan Siska berkenalan dengan beberapa pria .Renata mengasingkan diri .


Renata merasa tangannya sedikit kebas .Renata


mendengar nyanyian patah hati, nyanyian melow malam itu, cukup mewakiti perasaan melow nya.


Di hari kedua, Renata membantu pekerja memanen tomat, wortel, dan berbagainsayuran, Renata menyibukkan diri, melupakan rasa sesak di dadanya.


Besok dia akan ke medan.


πŸ¦‹πŸŒπŸ¦‹πŸŒπŸ¦‹πŸŒπŸ¦‹πŸŒπŸ¦‹πŸŒπŸ¦‹


Jangan lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2