Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Love Always Wins


__ADS_3

Cinta selalu menang, yah Lobe always wins.Berjalan dengan orang bijak, jadilah bijak.


Dream is what dives me, faith is what keeps me going.( mimpi adalah apa yang mendorong saya, iman adalah apa yang membuat saya terus berjalan).


Omelan mbak kedua panjang kali lebar, menjadi bukti hukuman buat Yudha. Lain lagi omelan sang mami dan mbak pertama.


" Ini akal- akalan adek mi, bawa Tata kemana, pasti ada udang di balik batu, dasar laki - laki, ujar mbak pertama".


" Namanya kebutuhan mbak, udah lama gak di siram, musim kemarau panjang, ujar mbak kedua tertawa terkekeh kekeh."


Pipi Renata memerah, Renata menutup wajahnya dengan selimut.


" Aduhhh kalian buat mantu mami sampai malu gitu, udah ya, yang penting hati- hati, kalau lihat posisi perut Tata udahnlumayan turun, biasanya waktunya udah dekat, baik juga rajin melakukan, biar gampang kalau lahiran normal."


" Baiknya operasi aja mi, meminimkan resiko, soalnya Tata ada beberapa indikasi masalah kandungan," ujar Yudha.


" Mas, Tata normal aja lahiran, " ujar Renata membuka selimut dari wajahnya.


" Gak akan bisa angkay beban, please Tata polwan mas".


" Mas terserah mbak kedua, gak mau kita berselisih, mas hanya memikirkan kamu yaaaang, tidak lainnya."


" Jika kamu kesulitan melahirkan normal, maka operasi ya Ts".


Renata mengangguk.


" Hujannya betah, jalanan macet, "ujar mami Tata baru sampai .


" Harus hati - hati jalan ya Ta, jangan samoai ada air di keramik, turun di papah, mami khawatir. mami udah bawa handuk, buat mengeringkan kaki, sampai sendal mami buat di luar, biar gak basah."


Renata tersenyum ,mengulurkan tangannya, buat memeluk sang mami .


" Mami paling cemas, Tata sering terpeleset di lantai, kalau hujan. "


" Sampai geger otak ringan sewaktu SMP , main lari dari lantai atas, darah nya banyak,mami pikir mami kehilangan kamu nak".


" Tetapi gitu pulih , bandel nya kumat lagi, gak mau diam, kepala masih be perban, udah turun dari pegangan tangga."

__ADS_1


Renata merasa malu, masa lalu nya di ceritain sang mami.


Renata kembali menutup wajahnya dengan selimut.


" Lain lagi pelatih boxjng nya, ngejar Tata, hmmmm gak kebayang, sampai ban mobilnya di kempesi mang Ujang, suruhan kamu kan Ta."


Tata hanya diam dalam selimutnya.


" Beneran yaaaang? tanya Yudha menahan tawa.


" Ceritanya gini loh mas, tuh pelatih nyamar, jadi pelatih Boxing, kan Tata mana tahu , dia suka sama Tata, bolak baliK di tolak , gak ngeh.terus tiap hari, ada aja kiriman penuh di rumah, lain maminya datang dari Singapura bawa seserahan, yang benar aja. Tata sampai gaknpulang , minta tinggal di asrama."


" Padahal ganteng nya pooollll, baik, humoris, tetapi Tata gak mau, sayang sihhhh, "ujar Sinta nongol di pintu.


" Kenapa Tata tolak?', tanya mbak kedua penasaran.


" Dia mau boyong tinggal di Jerman, Tata lepaskan profesi, usianya 38 kalau gak salah, menikah, mengikuti program kehamilan, Tata masih 21 tahun saat itu. Tata gak terima , selain gak ada perasaan apa- apa, yah tuntutan lumayan nekan perasaan juga."


" Perjuangan mbak kedua juga gitu, banyak yang kagumi, namun ruh suami mbak ngerti profesi mbak sebagaj dokter, bahkan ultah nya , dia harus mbak tinggalkan karena ada pasien melahirkan.


Ke esokan malam, hujan masih turun, sedari pagi Renata mengeluhkan sakit perut.


Dari pagi juga Tata mood makan nya tidak ada, Yudha kesulitan menyuapi Tata. Yudha mencemaskan sang isteri.


Tata mengusap perutnya, tiba - tiba air , mengalir .


Renata ketakutan , dan meneriaki Yudha yang sedang di kamar mandi.


" Kenapa yaaang?".


Renata membuka selimutnya, air bercampur darah memenuhi brankar.


Yudha mendekap kebingungan Tata. Yudha sudah terbiasa menjadi adik yang ikut menyaksikan mbaknya kontraksi san pecah ketuban, namun ketika isteri sendiri menhaminya , Yudha berusaha tetap kuat.


Yudha menekan tombol, dan menelepon mbak keduanya.


Renata meringisnkesakitan , mendekap Yudha dengan kencang.

__ADS_1


Lanhkah perawat dan mbak kedua ,bergegas dan melihat kondisi Renata mereka terkejut.


" Apa sudah di ambil darah golongan AB positif dek?".


" Sudah mbak, 5 kantong darah, jika kurang, karyawan sedang menuju kemari."


" Tata mengalami pendarahan, mbak putuskan cesar ya dek".


Yudha mengangguk.


" Siapkan proses operasi sus, tim sudah lengkap?".


" Sudah dok, dokter anak lagi otw dan akan segera sampai".


" Baiklah, siap- siap semua."


Perawat memberi secarik kertas, Yudha sangat berat menandatanganinya.


Mami dan papi Renata membeku melihat kamar anak nya kosong, seorang perawat memberitahukan Renata memasuki ruang operasi, mengalami pendarahan dan pecah ketuban.


Mami Renata dan papinya bergegas di temani seorang perawat pria .


Mami Renata melihat Yudha menghapus air matanya, menandatangani sebuah berkas.


" Gimana keadaan Tata nak?".


" Mi, Tata akan di operasi, mami atau papi tolong tanda tangan".


Papi Renata mengambil kertas tersebut, dan membubuhkan tanda tangan nya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2