Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Puncak


__ADS_3

Pergerakan tetap terjadi, selalu saja ada gelagat seseorang dalam pengintaian, dan siapa sesungguhnya di balik semua ini.


Pagi itu Renata kembali mual, setelah makan sarapan pagi, Yudha dengan telaten mengusap pundak Renata.


Yudha pamit karena kerjaan, Renata tidak di ijinkan ke kantor dan di jaga anggota Yudha dan keluarga Yudha.


Yudha memegang semua hasil penyelusuran nya , Bima , Pandawa, Taka dan Adam.


" Nanti malam, mereka akan kita serang di beberapa tempat, saya dan Pandawa sektor pusat, dan kalian cabangnya, jangan ada kesalahan," ujar Yudha.


" Baik Jenderal, " ujar mereka serempak.


Yudha membagi anggota terbaik untuk misi ini, setelah berkordinasi dengan pimpinan.


Berbagai strategi, dan penempatan posisi ,secara akurat Yudha harus jeli pikirkan, karena misinya hanya mengandalkan beberapa ahli It, Renata tidak terlibat, sangat banyak mempengaruhi proses IT di lokasi.


Renata masih berbaring, tidak selemas tadi .


Renata menatap pohon rambutan di belakang rumah mertuanya, buahnya begitu banyak merah dan menyuruh pak Iwan supir dan merangkap tukang kebun mengambil nya.


Renata sibuk menikmati buah rambutan .


Insting Renata menatap sebuah sudut, di ikuti tatapan beberapa bodyguard.


" Biarkan saja, hitung pergerakan mereka berapa banyak, " ujar Renata pada pasukan keamanan sang mertua.


Renata masih dengan santai melahap buah rambutannya, pura- pura berahli ke tanaman mangga, kembali Renata melihat beberapa pergerakan.


" Lumayan banyak, dalam hati Renata."


Setiap keluar, Renata selalu memakai jas nya, menyamarkan beberapa kantong senjata yang dia gunakan.Renata kembali ke rumah sang mertua.


" Ta, kemana saja nak, mami sibuk nyari barusan ke rumah kalian, kamu gak ada ,mami udah jantungan".


" Nih, Tata pengen makan rambutan mi, pak Iwan yang ambil".


" Iyalah nak, jangan manjat, kamu lagi mengandung".


" Mi, boleh ke kamar mami? Tata mau emmandang dari jendela," ujar Renata.


" Siapa pun, baiknya ke tempat yang lebih aman, rumah ini dikepung, Tata melihat beberapa gerak gerik musuh," ujar Renata.


" Bentar ya mi, Tata ambil dulu perlengkapan temour, "ujar Renata.


Renata bergegas mengambil drone milik nya.


" Papi mau ikut lihat".


" Mbak juga, " ujar kedua mbak Yudha.


Renata menjalankan drone nya, setelah menyetel dan mengoperasionalkan drone dengan laptop nya.


Renata memakai alat teropongnya, Renata terkejut melihat banyaknya musuh.


" Siapa mereka, ????" mereka mengintai pergerakan Ranata atau Yudha.

__ADS_1


Papi Yudha meminja teropong dan melihat pergerakan.


" Yudha kemana Ta?".


" Bertugas pi, jangan ganggu pi".


Renata mengusap wajahnya.


" Papi bisa bantu kamu".


" Papi punya lisensi ijin pemakaian senjata api".


" Kami juga, ujar suami mbak pertama dan mbak kedua".


" Pengawal ada 20 orang, itu sudah cukup".


Renata mengontek para pasukan, siaga kontak senjata, karena posisi di rumah di kepung . Renata melihat dari drone , begitu banyaknya musuh .


" Dari gaya mereka, mereka sepertinya bergerak malam pi".


" Mereka masih bolak balik mencari jalan ,menembus dinding ini , papi sudah mengaktifkan dinding ini , setidaknya mereka bisa kesetrum, "ujar papi Yudha.


" Sudah waktunya jam makan siang, makan saja dulu , biar kita penuh energi, siapa yang berani sama keluarga Kurniawan, " ujar mami Yudha .


Renata mengambil ipad nya .


Sebuah telepon membuat semuanya memandsng Renata.


" Mas Yudha, baiknya mas Yudha gak usah tahu".


" Ada papi, kedua mas, Tata dan bodyguard, kita harus mandiri mi, jangan memecahkan konsentrasi Yudha , misinya bisa gatol, alias gagal total".


Renata memanggil beberapa pengawal, dan menyusun strategi, buat melumpuhkan musuh.


Renata mengambil alih cctv pergerakan musuh kembali terlihat.


Sedangkan Yudha mematangkanpersiapan mereka.Menyebar pasukan khusus di beberapa titik .


Renata pun mengangkat telepon dari Yudha.


πŸ“žHallo...


πŸ“ž Halo mas...


πŸ“ž Apa sudah makan yaaaang?


πŸ“ž Lagi makan, mas udah makan?


πŸ“ž Mas merindukanmu , entah mengapa perasaan mas gak enak.


πŸ“ž Mau ngebom gak?


πŸ“ž Gak, ujar Yudha teetawa dengan ledekan sang isteri.


πŸ“ž Banyak minum ya mas.

__ADS_1


πŸ“ž Ya yaaang. Mas besok balik, doain mas".


πŸ“ž Apa misi mas malam ini?dimana?


πŸ“žDi rumah saja ya yaaaang, gak usah banyak mikir, mas akan jaga diri, kamu juga.


πŸ“ž Siap Jenderal, "ujar Renata .


πŸ“ž Apa ada yang mencurigakan di seputaran rumah yaaang?


πŸ“ž Pasukan pengaman papi kan sudah berlisensi mas, mereka akan tahu, mas fokus aja sama gugas".


πŸ“ž Ya yaaang, sudah dulu ya.


πŸ“ž Hmmm, bye mas....


πŸ“ž Bye honeyyyy.


" Kita bohongi Yudha , nanti ketahuan, Yudha bisa marah besar".


" Mereka lagi dalam misi besar mi, Tata gak mau, pusat perhatian mas terpencar, mami yakinlah, kita bisa. Mami jangan takut ."


" Ta, ingat kamu sesnag mengandung nak".


" Ya mi, Tata ingat".


" Mbak pertama jaga ke 6 anak, bawa mereka nginap di apartemen, basa 5 pengawal, dari garasi aja masukkan pasukan , bersembunyi di mobil, lagian kaca mobil gak akan bisa deteksi melihat ke dalam," ujar Renata.


" Mbak kedua, disini saja ya, manatahu Tata butuh bantuan, ".


" Baik Ta".


Tata melahap ayam goreng, dan gado gado buatan mbok Tami.


Renata memperhatika ipad nya.


Siang itu, Renata membagi tugas beberapa pasukan pengaman, mereka pun memeriksa persenjataan mereka.Renata memperlihatkan berapa banyak musuh, mereka pun memberi beberapa masukan pada Renata .


Renata beristirahat, dan sistim keamanan papi Yudha awasi.


" Renata bisantidur pi, mami aja udah mau pipis dafi tadi".


" Ini bukan apa - apa sama mantu mu mi , liat kekasih nya aja ninggal dalam pelukannya dia sudah pernah, wanita itu kuat ,terbentuk dari masalah, dan penyelesaian yang dia lakukan, gak akan lari dari masalah.Berapa banyak bintang jasa Tata, liat aja di pakaiannya ,kalau ada upacara perayaan hari Bhayangkari, dan liat bintang jasa anak mu mi, mereka dapatkan itu penuh perjuangan, tidur di hutan, tidur di mana aja bisa".


" Kalau gugup, takut, gak bakalan bisa lindungi negara, begitu banyak penjahat dan mafia," ujar papi Yudha.


" Sudah mi, biarkan Renata istirahat, biar bisa nanti malam membuat misi kita berhasil, kita jangan jadi beban keluarga ini mi, kita hati- hati, dan jangan ada yang berani pada keluargan kurniawan," ujar mbak kedua.


πŸ—‘πŸ—‘πŸ—‘πŸ—‘πŸ—‘πŸ—‘πŸ—‘πŸ—‘


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2