Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Medan 4


__ADS_3

" Ii bolehkah Tata singgah ke kamar William?".


" Tentu saja boleh Ta, kamar William selalu di bersihkan 2 hari sekali, semua sama seperti dulu," ujar Mami William menunduk sedih.


Ketika mereka sampai di kediaman keluarga William, Yudha terkejut melihat bangunan mewah di tengah perumahan elite, ternyata sosok William orang terpandang .


Renata mebatap Yudha , Yudha mengangguk , memberi ijin pada Renata, untuk ke kamar William .


Renata menatap kamar William, berwarna abu tua dan abu muda.


Menatap ruangan itu sama seperti dulu, penuh dengan replika super hero, aneka drone, dan juga aneka replika mobil . Semua terjaga dan terawat dengan baik .


Renata menyentuh beberapa bingkai foto , disitu ada foto Tata dan William, air mata Renata mengalir .


"The most absolute thing in this world is people will come and go, no matter who it is, no matter how long they stay. Everything that can help you to dramatize your little journey to the past."

__ADS_1


( Hal yang paling mutlak di dunia ini adalah orang akan datang dan pergi, tidak peduli siapa itu, tidak peduli berapa lama mereka tinggal. Segala sesuatu yang dapat membantu Anda untuk mendramatisasi perjalanan kecil Anda ke masa lalu.)


Di penghujung akhir , terimakasih banyak telah mengajarkan banyak hal termasuk cara mengikhlaskan seseorang yang kita sayang.


" Doa yang selama ini kuminta setiap hari agar kita bersama hingga tua nanti, akhirnya narasinya harus kuganti " Ya Tuhan, ketika perpisahan ini adalah isyarat darimu bahwa kami memang tidak ditakdirkan untuk bersama maka berikan ikhlas di hatiku menerima semuanya dan bahagiakan kami di jalan hidup masing-masing."


" Doa itu kupinta di setiap waktu. Tidak perlu ditanyakan lagi bagaimana sesaknya ketika narasi doaku berubah. Setelah berpisah denganmu, untuk meminta diberi ikhlas pun rasanya lidahku tidak mampu mengeja enam huruf tersebut. Entah berapa banyak air mata yang menjadi saksi bagaimana aku mengaku lemah di hadapanNya setelah tanpamu, entah berapa banyak air mata yang menjadi saksi ketika aku bertanya dan protes mengapa akhir dari kisah kita adalah perpisahan!".


" Butuh waktu yang tidak sebentar untuk bisa menerima semuanya. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk bisa berdamai dengan diriku sendiri. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk bisa kuat menceritakan tentangmu melalui tulisan-tulisanku. Semua tentangmu terlalu indah sebelum kita bertemu di titik perpisahan. Banyak harapan serta impian yang harus kusimpan rapat-rapat setelah menyadari kita tidak lagi berada di jalan yang sama. Dimensi kita berbeda, dan tak akan pernah melihatmu lagi di dunia, hal yang paling sulit dan sakit aku terima."


" Dengan alasan itu jauh sebelum kita ada di fase tersebut ,Dia memisahkan kita agar tidak terluka lebih dalam lagi. Dia memisahkan kita sebelum sempat ke jenjang yang lebih serius karena Dia lebih tahu kita tidak akan mampu untuk bisa melewati fase perpisahan setelah berada di bawah atap yang sama. Apapun itu, alasan paling kuat mengapa kita berpisah setelah sekian lama saling memperjuangkan adalah ; namaku dengan namamu tidak bersanding di dalam sebuah ukiran cin cin pernikahan."


" Sebab aku tahu cinta terbaik akan selalu pulang. Jika kau tak kunjung datang, barang kali kau memang ditakdirkan sebatas kisah yang hanya layak tersimpan sebagai kenangan."


Di ruangan itu Renata menyusuri pakaian William, semua masih sama , seakan William masih ada di dunia ini.

__ADS_1


D" ulu yg ku anggap rumah ternyata hanya singgah , sepatah kata yg menyayat hati kini kembali menemukan luka sebenarnya , lantas apakah salah jika menutup rapat untuk hati yg sedang diperbaiki? "


" Mencintaimu itu bagai menggenggam bara api.Terluka saat melepaskan,tapi teramat sakit bila dipertahankan. Menggenggam bara api hanya akan membuatku terbakar sendiri, lebih baik kulepaskan dengan luka dari pada harus bertahan,tapi mati perlahan."


Renata duduk di meja kayu .


🌹πŸ₯€πŸŒΉπŸ₯€πŸŒΉπŸ₯€πŸŒΉπŸ₯€πŸŒΉπŸ₯€


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2