Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Penyerahan Jenazah 2


__ADS_3

Yudha menemani Renata, menunggu di luar ruang perawatan.


Yudha memapah Renata ke mobil, dan mereka pun sampai ke apartemen Renata .


Renata masuk ke kamar , memberi selimut dan bantal pada Yudha.


Renata membuka koper William.


Renata mencium pakaian William satu persatu . Membuka laptop William . Disana wallpaper foto mereka berdua.


Renata kembali menutup laptop William.


Membuka handphone Wiliam.


Mami William memberikan handphone William pada Renata.


Renata membuka setiap foto William . Selama ini dia hampir gak pernah meriksa handphone William, dan ternyata sesudahnkepergiannya, benda pipih itu diserahkan padanya .


Renata tertawa , melihat sembunyi - sembunyi William memfotonya beberapa hari lalu saat tidur . Mem video Renata dalam debat di ruangan kelasnya . Renata gak pernah tahu, disana William datang menemaninya, melihatnya .


Renata memandang video mereka pertama jadian, mereka pergi ke pantai, joging, olah raga sama .


Renata kembali terisak.


Renata berbaring di ranjang, kembali air matanya mengalir .


" Kalau gak ingat dosa, penembak itu udah aku tembak bertubi tubi, berapa banyak keluarga yang menangis karena kehilangan, bahkan aku melihat seorang anak kecil , menangis menyebut papa nya, papanya juga korban penembakan, dan berada di rumah sakit ini.Di beberapa rumah sakit lain, masih ada korban, 10 meninggal, dan 30 orang terluka ringan.Dia sangat kejam Tuhan, kenapaaaaa, " ujar Renata berteriak .


Yudha memasuki kamar Renata memeluk Renata.

__ADS_1


" Ta....sabar ya...., kamu istirahatlah".


" Setiap aku menutup mataku, terbayang dia menembak William, begitu tiba - tiba. Aku benci dia mas, benciiii, sakit banget kehilangan William, sakit banget....".


Yudha hanya memeluk Renata. mengusap rambut Renata.Yudha gak tahu, bagaiman menghibur Renata .


Perlahan Renata tertidur, di tengah malam terbangun, kembali menangis lagi .


Yudha hanya memberikan pelukannya.Air mata Yudha mengalir , melihat rapuhnya Renata.


Melihat pacarnya kekasih kita meninggal, kita ikut sedih saat melihat kerapuhan dari orang yang kita cintai .


Yudha tahu, Renata akan berat melalui ini semua. Apalagi kejadiannya di depan matanya sendiri.


Pagi pun datang, cuaca mendung, Renata memakai dres putihnya, dres dimana dia di lamar William .


Renata menggerai rambutnya, memoles make up tipis ,menyamarkan matanya yang sembab.


Entah kapan dia belanja , entahlah, Renata hanya menyuapi makanan itu, menelam nya ibarat kerikil.


" Kamu harus kuat ya Ta, antarin William sampai prosesi kremasi. Hanya hari ini kita mengantarnya terakhir kalinya, " ujar Yudha dengan mata berkaca - kaca .


Renata mengangguk .


" Mami , papi , kamu sudah menunggu kamu di Medan .Mereka menyiapkan penyambutan William disana , mengurus Tempat peristirahatan terakhir William."


" Iya mas, mami ada nelepon Tata kemarin".


" Kamu mau tugas di Medan? biar mas ajukan pada pimpinan.!!

__ADS_1


" Gak mas, aku akan ke papua, mau bertugas disana."


" Ta..., disana saat ini gak kondusif, banyak penembakan , dan penyerangan oknum aparat, jangan Ta".


" Please mas, aku mau tugas di pedalaman, aku ingin sendiri."


" Tidak, mas tidak ijinkan, kalau kamu tugas disana , mas dan Bima juga, kita tugas di daerah kota, dan sesekali dipedalaman.Disana masih banyak terjangkit malaria Ta, berapa prajurit udah meninggal, dan juga berapa banyak sudah mengalami penembakan dari orang tak dikenal."


" Kamu menyia nyiakan hidupmu, bunuh diri aja kamu Ta , di depan peti William, biar dia lihat, kamu bukan wanita kuat yang dia sayangi selama ini, kamu bukan wanita yang tegar."


" Ya, aku memang bukan wanita kuat, bukan wanita tegar. "


" Andai ada kesempatan, William juga masih ingin hidup, masih banyak cita - citanya yang belum dia lakukan.Jika kamu mencintai dia, kamu gak akan putus asa, kamu lanjutkan hidup."


Renata juga mengingat , perkataan William, memang dia benar, pingin hidup, membahagiakan orangtuanya, membahagiakan Willy dan Renata.Dia pingin menikah, punya anak. Itu selalu dia ucapkan sebelum meninggal dan sebelum kejadian penembakan.


Renata mengusap air matanya .


" Aku bejanji, akan kuat, walau amat sulit untuk kuat dan tegar . Aku akan melakukannya ," Renata pun kembali terisak .Dan Yudha memeluk nya.


" Ya...,lakukanlah itu Ta, buat kedua orangtua kamu, buat orang yang menyayangi kamu. Jika hari 1 kamu sedih, hari 2 sedih, akan banyak hari akan datang, kelak akan ada hari bahagia. Bawa dalam doa, pergumulanmu Ta."


Renata mengangguk.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2