Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Terlalu Banyak


__ADS_3

Terlalu banyak kekacauan, dan perjalanan cinta tidak berjalan sebagaimana mestinya. Banyak melakukan kesalahan, tanpa disengaja. Setelah pertengkaran, berselisih, akan ada penyelesaian .Berpelukan, berciuman , menghiasi perdebatan, dan itu semua jurus darinya. Dalam Tatapanmu saat ini ,ada aku disana, namun 2 menjadi satu, lebih rumit, apalagi bertipikal keras. Ada api dalam hati, berputar dan tak tentu arah, meninggalkan arah, sehelai benang kesedihan, meninggalkan penyesalan.Cinta yang banyak kekacauan, seorang yang cintanya terlalu gila akan, banyak melakukan kesalahan.


" Jangan pernah main main dengan pernikahan.Mempertahankan pernikahan itu sangat sulit, namun kita harus mampu, ujar Yudha".


Ketika Renata sadar, matanya terbuka lebar dan degup jantungnya berdetak cepat.


Yudha meraih tangan Renata dan Renata masih ling lung.


" Maaf yaaang, mas akan lebih perhatian padamu".


" Jangan merajuk lagi sayang..., " ujar Yudha.


" Nih orang kesambet kali, dalam hati Renata."


Renata berusaha duduk, meletakkan tangannya di dahi nya.Renata merasakan sangat pusing.Renata memijit dahinya.


Senyuman hangat dan penuh ketulusan Yudha tunjukkan pada Renata.


" Taktik perangnya, dalam hati Renata."


Yudha mengulum senyumnya.


" Sejak kapan pria ini berubah lembut?Apakah hanya pura- pura memperbaiki semuanya?dalam hati Renata.

__ADS_1


" Pria bermuka dua, pria aneh" ujar Renata.


Yudha mengembangkan senyum.


" Jangan mengatai mas yaaang, kita akan pulang ke kediaman kita,"


" Jangan membual, biasanya mas marah, dan terus mengataiku,katakan apa yang kamu inginkan mas,sehingga bersikap hangat seperti ini".


" Aku ingin memiliki cintamu yang utuh, " ujar Yudha menatap ke dalam kedua bola mata Renata.


" Aku tahu , aku pembuat masalah," Renata menunduk,kembali membaringkan badannya.


" Papi tidak akan berdebat denganmu, dia tahu, maksud kamu, sudahlah, tidak ada yang saling menyalahkan, kenapa harus lari dari masalah?".


" Tidak ada yang boleh pergi, kamu terlalu mami manjain Ta, kamu sampai sendiri menghadapai musuh, kamu buat mami mati berdiri, kamu tahu, mami seperti orang yang paling bodoh kamu buat, hanya melihat di berita, dan kamu tidak bisa di hubungi, begitu Yudha memberikan keterangan pada mami, mami dan papi kamu langsung ke sini, kamu itu anak mami satu - satunya, bisa gak sih Ta, kamu jangan buat mami syok, dari SMA kamu gak berubah, kamu itu perempuan, bukan pejuang seperti Cut Nyak Dien, mami kesal sama kamu".


" Mami apaan sih, semua mau di takutin, nyawa hanya satu mi".


" Nyawa kamu bukan satu lagi, tiga Ta, ingat".


" Aku di besarkan kakek dan nenek, mereka juga militer, paman dan tante juga militer, sudah mi, Tata terbentuk seperti ini, mami gak bosan bosannya membentuk Tata feminim, mami tahu gak mi, yang feminim itu yang boleh hanya bu dosen, jangan anaknya, ujar Tata menutup wajahnya dengan selimut.


" Sudah jadi iateri orang, gak berubah nih anak, lagi hamil juga gak ngeh, kumat kepala mami lihat kamu Ta".

__ADS_1


" Feminim gak bisa sehari mi, terima anakmu apa adanya mi, anakmu gak akan jadi dosen, pasti mami suruh Tata berhenti , seperti yang sudah sudah ."


" Perempuan itu tunduk sama suami nak".


" Hmmm, aku gak akan jadi beban siapapun mi, aku gak akan menjadi manja seperti wanita lainnya, aku pasti memikirkan yang terbaik, dan mami bisa lihat, pimpinan selalu mempercayaiku. Udah mi, Tata ngantuk, besok lagi perangnya," ujar Renata.


" Mami menghadapimu ,butuh kesabaran, gimana suamimu Ta".


" Dia sama seperti aku mi, berwatak keras dan semaunya," ujar Renata tertawa terkikik.


Renata kembali tertidur lelap.


Mengubah seseorang seperti apa yang kita mau, tidaklah mungkin.Yudha tersenyum, Renata tipe perempuan yang memang apa adanya, gak caper, gak lebay, apa adanya. Tipikal humoris dan bisa menghidupkan suasana, terkadang konyol, bahkan sama maminya sendiri, seperti itu, Yudha membuka selimut Renata, dan mengecup dahi Renata.


" Walau kita berperang, baik di ranjang atau di kenyataan, ingat ya yaaang, itu hanya latihan, prajurit tempur, " ujar Yudha tersenyum.


πŸ₯°πŸ˜˜πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ₯°


Jangan lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2