Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Peryataan


__ADS_3

" Aku menyukaimu Ta, aku mencintaimu", ujar Yudha.


" Maaf, aku tidak mempercayai kisah cinderella, selain itu, aku tidak punya ibu tiri, " ujar Renata tersenyum.


" Kisah cinta seperti apa yang kamu ingini Ta?".


" Setiap orang ,gak usah munafik, pengennya kisah bak negeri dongeng, tetapi hidup itu realita. Aku tidak mempercayai cinta, tidak sama sekali, hanya aku menjalani nya , tidak begitu mempercayai 100 persen , nilai pernikahan itu, dari waktu ke waktu mengalami pergeseran, hanya sebuah sms, sebuah telepon, bahkan dengan utusan pengacara , semua bisa selesai dengan hitungan detik, namun akan ada hati yang terluka, dari perceraian itu ."


" Apa mau seperti selebriti, tidak menikah , memiliki anak ?", tanya Yudha.


" Ku juga gak suka dengan konsep itu, terkadang pria atau wanita lebih melindungi uangnya, hartanya, tidak mempercayai pasangannya, dan sanggup melakukan hubungan tanpa status yang mengikat secara hukum ", ujar Renata.


" Kalau mas sendiri , konsep seperti apa tentang pernikahan?".


" Sekali seumur hidup, walau maut memisahkan, jika sudah dalam ikatan pernikahan, aku akan setia, sampai waktu ku tiba, hanya dia , satu, tidak untuk lain nya. Karena tulang rusuk itu hanya di titipkan Tuhan pada seorang wanita, dan dia lah pasanganku . Jika menikahi wanita lebih dari satu, apa tulang rusuk itu,tercerai berai ? makanya demikian? pemikiranku tidak, hanya pada satu wanita ,tulangku di titipkan Tuhan, dialah penyemangat hidup, matahari dunia, angin dan nafas kehidupan".


" Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang teristimewa dikarunai kemampuan berpikir yang sekaligus membedakannya dengan ciptaan lainnya. Menarik untuk menyimak dari sejarah mengenai bagaimana kemampuan berpikir manusia terus berkembang dari waktu ke waktu. Pengetahuan semakin bertambah dan apa yang dahulu dianggap mustahil untuk dilakukan, sekarang dapat dilakukan, ujar Yudha".


" Tipe pemikiran Socrates, " ujar Renata .


" Socrates menekankan pentingnya argumentasi dan pemikiran kritis dalam berpikir, benar demikian kan? ," ujar Renata kemudian.


" Dan kalau bisa menebak, pemikiranmu seperti

__ADS_1


Plato menekankan perlunya untuk selalu mencari β€œkebenaran” dan mempertahankan pemikiran kritis," ujar Yudha.


" Dan Aristoteles mengembangkan pemikiran ”kategoris” dimana segala sesuatu harus dapat didefinisikan dan dikategorikan, sangat jarang sih , ada pemikiran seperti ini" ujar Renata.


" Tujuan filosofi Socrates ialah mencari kebenaran yang berlaku untuk selama-lamanya. Di sini berlainan pendapatnya dengan guru-guru sofis, yang mengajarkan, bahwa semuanya relatif dan subyektif dan harus dihadapi dengan pendirian yang skeptis, wajar kan Jenderal berpikiran tipe ini," ujar Renata.


" Setiap kali berdua dengan orang lain, dengan jalan tanya jawab. Orang yang kedua itu tidak dipandangnya sebagai lawannya, melainkan sebagai kawan yang diajak bersama-sama mencari kebenaran, dan mas selalu melakukannya bukan, debat yang tiada batas, " ujar Renata.


" Ajaran Plato tentang etika kurang lebih mengatakan bahwa manusia dalam hidupnya mempunyai tujuan hidup yang baik, dan hidup yang baik ini dapat dicapai dalam polis.Menurut Plato negara terbentuk atas dasar kepentingan yang bersifat ekonomis atau saling membutuhkan antara warganya maka terjadilah suatu spesialisasi bidang pekerjaan, sebab tidak semua orang bisa mengerjakaan semua pekerjaan dalam satu waktu, dan kamu sepemikiran dengan plato Ta."


" Anak hukum banget, " ujar Renata.


" Gila pertarungan anak lulusan S2 Harvard Cambridge university dan


" Kalau kita menikah, anak kita perpaduannya seperti apa ya Ta", ujar Yudha tertawa.


Mereka pun sampai di negara M.( maaf hanya inisial, soalnya mencantum nama negara gak lulus Riview).


Renata merasakan udara yang begitu dingin, karena negara M di landa hujan.


Bahkan pesawat beberapa kali mengalami turbulensi .


Bima menaik turunkan alisnya, menggangguin Renata, dengan kode sang Jenderal.

__ADS_1


Renata membuat tangan di lehernya, seperti orang mau memotong. Bima tertawa.


" Istirahatlah 2 atau 3 jam. sebelum misi dimulai, konsep seperti rapat kita sebelumnya, bisa berubah- ubah, " ujar Yudha.


" Siap Jenderal, " ujar mereka serentak.


Renata berbaring dan tertidur di sofa, Yudha mengangkatnya memasuki sebuah kamar. Anggota tim tersenyum melihat kebucinan sang jenderal pada Renata.


Yudha berbaring di samping Renata.


" Tukang tidur, plato," ujar Yudha tersenyum .


" Bagaimana lah caraku , mendapatkan kamu kembali Ta, bagaimana juga kamu mempercayai arti seseorang, arti perkawinan. Perceraian orangtuamu begitu menoreh luka dalam hidupmu, " ujar Yudha .


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2