
Renata memberitahu, dia akan ke pesta pertrmuan , dengan bos nya. Dan dia juga di belikannpakaian dan sepatu serta di suruh memasuki salon.
Yudha bolak balik membaca pesan dari sang isteri .Yudha sangat cemburu, ketika komplain, Renata bilang, ini bagian dari tugas penyamaran nya. Yudha jangan mengacaukan segalanya .
Yudha dan para pertinggi, langsung melakukan kerjasama dengan pemilik hotel, menyusupkan beberapa anggota sebagai pelayan, dan di bagian penerimaan tamu.
" Saya akan berada di bagian penerimaan tamu, salah satunya," ujar Yudha.
Para petinggi tersenyum melihat Yudha.
" Kamu ketakutan, isterimu di dekati bosnya, posesif banget kamu Jen, gam biasanya sama wanita seperti itu, biasanya cuek dan menjaga jarak, " ujar Seorang pimpinan dark kota Jakarta.
" Susah dapatkannya, penuh perjuangan, penuh takdir dan keberuntungan, iya kan Yud, ujar Adam tertawa terekeh".
" Pastikan dres nya gak sexy Yud, kalau gak, isterimu bakal lebih dalam lagi , "ujar Prahmana.
" Gak kebayang, saya pernah di posisi anda ,malahan sering pak. isteri saya kan pramugari, lihat dia aja jalan bareng pilot, saling menyapa, aku sangat cemburu," ujar Bima salah satu bawahan Yudha.
" Gak mudah juga saat isteri saya mengandung, dia nangis, masih mau berkarir, dan saya gak tahu harus gimana. Akhirnya, dia mengalah, mengundurkan diri, dan melalui kehamilannya, namun namanya dunianya yah terbang, ada tatapan sendih karena semua itu kan dadakan, bukan kerelaan hatinya, kemudian selepas melahirkan, saya ijinkan terbang lagi, berat memang, namun saya melihat dia bahagia."
" Mama saya membantu mengurus anak kami, mama mertua sering menggerutu sikap isteri saya , walaupun anaknya sendiri."
" Namun , percayala, naluri seorang ibu itu peka. Dia tidak akan bisa jauh dari anaknya, apalagi bayi 3 bulan, sedang lucu- lucuya."
" Seteleah memaksakan diri ,bertugas 6 bulan, isteri saya mengundurkan diri dengan sendiri nya. Membuka usaha travel dengan bantuan saya, relasi keluarganya. Dia bisa mengawasi putera kami , dan kalau aku bertugas , dia bisa maklum, video call.
__ADS_1
"Namun jika wanita berkarir, pasti ada masanya, tetapi Renata sangat penting bagi kepoisian, dia sangat mahir IT , belum ada yang mampu menghandel pekerjaannya, kalau soal tugas lapangan, mungkin bisa dibicarakan, sesekali mungkin bisa terjadi, dan stay di kota ini juga bisa, gak akan signifikan, " ujar seorang pemimpin.
" Isterimu ,sama dengan isteri saya Yud, isteri saya juga handal dalam CCTV dan memperbaiki alat penyadap, atau lainnya, sampai sekarang, dia masih bertugas, walau karirnya gak setinggi jabatan saya, namun dia menjadi pengajar di bidangnya," ujar salah satu pimpinan.
" Pakai jas kalian yang rapi, bertugaslah, kendalikan perasaan mu Yud, jangan mengacaukan upaya isterimu, bertugaslah dengan baik".
" Baik pak," ujar Yudha.
Dan ketika malam itu, Yudha pun memakai jas nya.
k
Sosok Yudha terlalu gagah, mempunyai karisma .
Renata memilih pakaian selutut dan berlengan panjang, Renata tampil begitu anggun menggeraikan rambutnya.
Renata memarkirkan mobilnya , dan kemudian melihat atasannya menunggunya .
" Kamu sangat cantik Ta, " ujar sang atasan.
Renata tersenyum sedikit, kemudian memegang tali tas di bahunya.
__ADS_1
Renata dan Yudha saling beradu tatapan, kemudian Renata bersikap se natural mungkin, walau Renata merasa syok, Renata berusaha meredakan rasa kaget nya .
" Kenapa sang suami tidak mengajari penyamaran mereka? dalam hati Renata.
Renata mengikuti langkah sang bos, sementara Yudha tidak lepas memperhatikan langkah sang isteri dan atasannya .
Jamuan dan sambutan pun berlangsung, Renata duduk dan menatap sekelilingnya.Renata melihat sosok sang pemimpin IT disana, sedang berbicara dengan seseorang.
" Bim, awasi gerak pimpinan It, dan suruh seseorang bertugas disana, menyadap pmongan mereka," ujar Renata.
" Siap bu," ujar Bima.
Renata melihat sosok Yudha mengawasi seseorang, dan Renata tahu, suaminya tahu , ketika seseorang keluar dari pertemuan itu, Yudha pun mengikutinya .
Dengan langkah bergegas, Taka berhasil mensadap semua pembicaraan kepala IT , hasilnya Taka kirim ke handphone Renata dan ke arsip penugasan.
Renata melihat sang bos mulai mendekatinya, dan berniat merangkul pundaknya. Renata pun berdiri , pura- pura beralasan ke kamar mandi.
" Si kaku, ternyata mau mendekatiku, bahaya, dalam hati Renata."
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
vote
Koment