
Yudha ikut tertidur , akibat pertarungan mereka .
Yudha perlahan terbangun ketika sebuah ketukan di pintu kamar.
Yudha bergegas membuka pintu kamarnya .
" Den, nyonya manggil makan ke rumah nya ".
Yudha pun mengangguk .
Yudha melihat Renata masih tertidur pulas ,dan pasti Renata akan mengalami sakit ketika berjalan. Yudha sudah terbiasa mendengar bawahan nya cerita soal malam pertama , dari adegan yang kucu sampai membuat mereka tertawa.
Yudha menukar pakaian nya dan menuju rumah mamanya , ada pintu pembatas yang di buat menghubungkan setiap rumah.Ide pintu itu , mami Yudha yang minta, mami Yudha menyebutnya pintu doraemon.
Suasana rumah mereka lumayan rame, cucu 6 berkumpul .
" Wahhhhh, manten baru udah datang, " ujar ipar pertama.
" Isterii mu mana Yud , " ujar mbak kedua nya.
" Kelelahan mbak, masih tidur".
" Kamu kerjain yaaah, hayooo ngaku , siang - siang udah di hajar, " ujar mbak nya.
Semua tertawa .
" Biar cepat dapat cucu mami sama papi kalian, ujar sang mami tertawa bahagia."
" Yang menang siapa boy?" tanya sang papi usil.
__ADS_1
" Jenderal lawan Ipda,yah pasti Jenderal pi, " ujar Yudha tertawa.
Semuanya pun tertawa .
" Hati - hati, ipda mu bukan wanita.sembarang, kamu bakal dia hacker, dalam beberapa bulan, dan awas kamu bakalan seri ,jangan sampai kalah," ujar mbak pertamanya.
Kembali riuh tawa di meja makan.
" Butuh proses berapa lama dek, mencetak junior,?" tanya mbak kedua.
" Doain aja , bibit unggul mbak, kembar," ujar Yudha tertawa.
" Kami 2 program bayi kembar sama profesor nya mbak, gak dapat kembar, " ujar kedua saudara Yudha lesu.
" Kalau gak ada keturunan kembar, agak sulit nak, takdir Tuhan juga bekerja," ujar mami Yudha.
" Benar, " ujar papi Yuhda .
" Kalau keluarga besar kayak kita, bakal gak kepayahan, junior aja ada 6 yang jagain anak kamu Yud , makanyanusahain dong bibit unggul, kembar," ujar mbak pertama nya.
" Amin , doain aja mbak," ujar Yudha.
" Punya anak kembar enak nya yah, sekali melahirkan langsung dapat 2 anak, " ujar papi Yuhda.
" Tetapi ada juga di kehamilan bermasalah, pendarahan, lain lahir prematur, "ujar ipar pertama Yudha.
" Sepupu seperti itu, kesulitan di kehamilannya. Sampai suaminya ketakutan. "
" Mami melahirkan kamu Yud, sudah banget, mami pendarahan, trus mami sering kontraksi, berbulan bulan di rumah sakit, sampai mami kamu di bawa perawatan di luar , papi gak tahu, bagaimana melalui hari - hari .Padahal hamil pertama dan kedua mami mu biasa aja, gak gimana- gimana hamil dan melahirkan," ujar sang papi .
__ADS_1
" Mami Renata juga cerita, dia kesulitan melahirkan Renata, makanya Renata satu aja, hampir ninggal sewaktu melahirkan, " ujar mami Yudha.
" Mbak aja dokter kandungan, kesulitan melahirkan dek, " ujar mbak Yuhda.
" Mas sampai ketakutan, namun mbak mu mau anak sampai 3, mas bilang satu aja gak apa - apa, sangkin takutnya melihat proses melahirkan nya."
" Mbak mu bilang, rumah sepi , kalau anak 1, paling tidak 2,"ujar ipar kedua Yudha.
" Mau anak banyak, kalau beda - beda tinggal di luar kota, juga haritua sepi, mamin dah ngalami, mbak pertama tugas di Padang, terus mereka pindah ke Palembang, pindah Jakarta, dan sampai papj kalian suruh buka sendiri kantor hukum, begitu lulus, sertifikasi, mbak mu buka, di bantu suaminya.Sampai sekarang netap di Semarang. Anak pindah - pindah sekolah, susah adaptasi," ujar mami Yudha.
" Nih , mamimu udah bahagia, semua anak cucunya ngumpul. Lian ipar pertama dan kedua di dukung keluarga mereka ,mimpin perusahaan cabang di Solo, jadinya yah ngumpul, "ujar papi Yudha.
" Orangtua saya juga mau balik ke Semarang mi, soalnya udah semakin tua, gak tahan dengan 4 musim ,tinggal di luar, "ujar ipar kedua.
" Makanan nya juga, "ujar Ipar pertama.
" Manu masakan apa mi , hari ini ?" tanya Yudha.
" Gado - gado, rendang sapi, dendeg balado, , lihat ini nak, gulai pakis, kamu kan suka, ini sup sapi, mami udah pisahin buat Tata, nanti kamu bawa aja ke kamar nak".
Yudha mengangguk .
Merekanpun makan dengan lahap, Yudha menyuapi ponakannya .
π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦
Jangan lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment