
Setelah perjuangan dengan bantuan Dokter Herman, sang dokter hewan, Zizi melahirkan 2 ekor anjing lucu .Sangat kecil, Yudha menempatkan mereka di sebuah tempat , di balut kain tebal .
Renata tersenyum melihat anak Zizi .
" Akhirnya , aku jadi nenek, dan mas jadi kakek," ujar Tata dengan mimik lucu dan menggemaskan.
Yudha dan Herman teetawa bareng mendengar kekonyolan kata - kata Renata.
" Zizi nya jangan di elus atau di pegang, biasa anjing baru melahirkan sangat sensitif, takut anak.nya di ambil orang, " ujar dokter Herman.
" Cucu nya , duanya jantan Ta, mau di kasi nama apa?" tanya Yudha tersenyum.
" Yahhhh, duanya jantan, Zizi dan aku aja deh cewek, selain pelayan disini, ujar Tata cemberut. Baiknya satu jantan dan 1 betina , adil , " ujar Ranata.
" Sudah malam, saya pamit," ujar dokter Herman.
Renata dan Yudha mengangguk .Yudha mengantarkan dokter Herman ke teras depan.Yudha melihat lirikan mata dokter Herman pada Renata . Yudha pun berdehem.
" Renata sudah menikah dengan saya dok, " ujar Yudha.
Dokter Herman tidak menduga Sang Jenderal langsung mengambil langkah gas polll, mematikan langkah nya, bukan triple kill,namun langsung sapage ( membunuh 5 musuh sekaligus/ istilah dalam mobile lagend .)
" Biayanya berapa , akan saya transfer, " ujar Yudha.
" Baik," ujar sang dokter.
" Perawatan anjingnya ,sama seperti anjing biasa kan dok?" tanya Yudha .
" Benar , "ujar Dokter Herman.
Dokter Herman pun pamit .
Yudha bergegas melihat Renata. Renata sangat lucu, tersenyum melihat kedua anak Zizi.
" Kamu masih kecil loh Zi, udah punya dua anak," ujar Renata.
" Mama muda juga kamu Zi, ngalahkan nenek," ujar Renata.
" Tua amat yaang, di panggil nenek".
Renata dan Yudha tertawa bersama, bahkan pak Iwan juga tertawa melihat kelucuan Renata .
" Kalau gak mau kalah sama Zizi, kita rajin buat anak yaaaang, "goda Yudha menaik turunkan alis nya.
" Ihhhh, dasar kakek nya Zi, tua tua keladi, " ujar Renata tertawa.
" Mas , besok kita pagi ke Medan , Zizi nya gimana ?".
" Saya aja yang rawat non, biasa saya ngerawat anjing, anak saya juga suka anjing, mereka bahkan punya anjing pudel, macam - macam warna nya , cokelat, putih, cream, melahirkan yah kalau sulit pakai dokter, selesai melahirkan , dirawat sendiri non. Anak nya banyak di jual ke pet shop, nambah uang jajan anak saya sekolah," ujar pak Iwan.
" Saya serahkan sama pak Iwan ya, kalau tasanya ada masalah, telepon aja dokter hewan ya pak, "ujar Yudha.
__ADS_1
" Iya den, "ujar Pak Iwan.
Pak Iwan pun merawat Zizi.
Renata melihat dua ekor anjing .
" Ini jenis anjing ,German Shepherd atau Gembala Jerman memenuhi kriteria yang komplit untuk menjadi anjing pelacak," ujar Renata.
" Ini jenis apa mas anjingnya?".
" Bloodhound, Jenis anjing lainnya yang banyak digunakan sebagai anjing polisi adalah bloodhound atau anjing pelacak, " ujar Yudha.
" Mas melatih mereka?".
" Yup...," ujar Yudha.
" Jangan mendekat, terkadang mereka mau agresif," ujar Yudha.
Renata mengangguk .
" Gong gongan nya membuat Zizi dan Coco ketakutan, " ujar Renata .
Yudha tersenyum .
" Nenek yang baikkk, " ujar Yudha tertawa.
Yudha meraih tengkuk Renata.
" Ihhhh, mas gak ada malunya deh".
" Di keluarga kami biasa yaaang, saling meledek, kami dekat , satu sama lain ,gak ada ketamakan harta bak di sinetron, " ujar Yudha.
" Lapar, " ujar Renata.
Mereka pu. ke rumah mami Yudha. Renata takjup melihat pintu penghubung .
" Mirip pintu doraemon dehhhh, " ujar Renata.
" Memang namanya ini pintu doraemon yaang, dari rumah kita ke rumah mbak ke dua juga ada penghubung ," ujar Yudha.
Yudha memeluknpinggang Renata.
" Jangan cepat mas, masih perih, " ujar Renata.
Yudha mengangguk .
" Akhirnya, pengantin baru datang juga pemirsa, kita memaklumi mereka ,lagi hangat - hangatnya," ujar sang mami Yudha.
" Mi, jangan gangguin deh, tuh Tata udah malu lohhh, " ujar papi Yudha.
" Buruan makan dek," ujar mbak pertama.
__ADS_1
" Alasan telat hayooo apa? "ujar mbak kedua.
" Zizi, anjing milik Tata melahirkan," ujar Yudha.
" Ya elahhhh, kasian kamu dek, " ujar kakak pertama.
" Kasihan kenapa mbak?".
" Keduluan Najing dari tuannya , " ujar mbak Pertama ngakak.
Semuanya pun tertawa.
" Asal mbak tau aja, aku udah jadi kakek, dan Tata udah jadi nenek," ujar Yudha, tawanya pecah sambil meringis menahan sakit, akibat tertawa ngakak.
" Tua amat Yud ," ujar suami mbak pertama.
" Iya tuhhhh, Tata yang bilang, aku jadi kakek dan dia nenek nya, " ujar Yudha.
Yudha memeluk Renata .
" Kamu menggemaskan yaaang, juga lucu".
Renata pun tertawa bareng keluarga Yudha.
" Makan nak, udah malam banget, besok kalian akan ke medan. "
" Nih mbok masak soto medan , ada juga sisa rendang , makanlah nak".
Renata mengangguk .
Yudha membuat soto untuk Renata.
Renata memperhatikan apa aja yang di buat, selama ini Renata cuek dengan segala sesuatunya, kalau makan ,palingan dari kanton kantor, atau kalau makan biasa beli, kalau lagi di rjmah, maminya yang siapin.
Renata hanya menunduk,takut orangtua Yudha kata - katai ,karena buat soto pun Renata gak ngerti
" Jangan takut Ta, makanlah, mami dan semua ngerti, mami juga dulu cuek banget, sampai sekarang gak bisa masak, buat nyampur gini, aja yang bisa.Menggoreng ikan, mami bakalan lari, takut kecipratan minyak.Yudha lebih bisa , dari mami, mereka ngerti in mami, semua gak ada ledekin mami.Manusia gak ada yang sempurna, punya kekurangan juga kelebihan, " ujar Mami Yuhda.
Renata memeluk mami Yudha.
" Makanlah nak, kamu menerima Yudha aja, kami semua bersorak bahagia. Kamu gak tahu, Yudha menyukaimu , sudah lama banget.Walau Yudha kaku, dia terbuka pada kami. Kami sudah melihat aksi kamu latihan, lain aksi kamu Yudha rekan selama pelatihan , merakit dan menjalankan komputer. Semua salut."
Renata terharu , melihat keluarga Yudha begitu baik, padahal dia sebelumnya gak mengenal dekat keluarga Yudha, ada ketakutan, di benci ipar dan mertua ,namun Renata lega, dan sangat bersyukur , tak henti henti berterima kasih pada Tuhan.
πππππππππππ
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment