
Ketika Renata ngobrol dengan teman nya, Renata melihat bayangan sang suami .
Renata mengerutkan alisnya. Renata membuka Wa nya, menjawab beberapa pesan dari Yudha.
" Ta, pacarnya Dara jemput kami, kami balik dulu yah, gak usah antarin".
" Baiklah, ku udah di PHK," ujar Renata tertawa.
" PHK apaan, yang benar nya resign ,"ujar merrka serempak".
" Padahal , sekretaris kita paling di sayang bos, paling oke, kompeten, gaul dan cakep nya poool," ujar Siska.
" Apaan di sayang bos, ngaco deh".
" Udah, buruan balik, nanti kena potongan ,ujar Renata ngakak".
" Bye Ta..., " ujar mereka serempak.
" Tetap di group ya Ta, kapan - kapan kita jalan bareng ya, " ujar Rara.
Renata mengangguk .
Renata kembali ke ruangannya, namun bukan main Renata terkejut , saat mendapati sang suami duduk di kursi nya.
" Mas, mas itu luka lohh, kenapa udah keluar dari rumah sakit?".
" Mas bosan di rumah sakit, sendiri".
" Mas, Tata serah jabatan sama bos, dan mampir kesini, Tata kan mau balik ke rumah sakit, apa sudah di ijinkan keluar mas?".
" Harusnya besok yaaang, tapi mau gimana , mas gak betah".
" Apa ada keperluan, mas ke kantor?".
" Nyari in kamu yaaang, sambil ambil berkas".
" Yuk balik mas, " ujar Renata.
Yudha pun mengangguk .
" Tadinke kantor sama siapa mas?".
" Papi antar, Bima cerita kamu kesini, bawa teman".
" Ohhhh, " ujar Renata.
" Kalau udah selesai misi, agak lumyan ya mas, pekerjaan lenggang, biasa kita lembur sampai larut malam, "ujar Renata.
" Pekerja lapangan yah gitu yaaang".
__ADS_1
" Semua tim udah pada ngaso, tuh liat anggota IT aja lagi nyantai, pimpinan senang, kasus ini bisa teratasi dengan cepat, " ujar Yudha.
Renata tersenyum melihat Yudha.
" Mas di samping aja, Tata yang bawa mobil, "ujar Renata.
Yudha mengangguk .
" Pak Jen , akhirnya pak Jen ,duduk tenang di boncengan, " ujar Taka.
Renata mengayunkan tinjunya sambil tertawa.
Renata mengendarai mobil, dengan gesit melaju di jalanan.
" Kalau cara bawanya gini ta , kamu mirip Vin disel di fast and furious."
" Tenang aja mas, sampai tujuan dengan selamat," ujar Renata dengan senyuman nyengirnya.
" Tadi kenapa lama di kantor yaaang?".
" Serah terima tugas mas, menjelaskan sama pengganti yang biasa di posisi Tata."
" Mark suka sama kamu kan yaaang?".
" Perasaan mas aja".
" Mas tahu setiap pria yang melihatmu".
" Mas gak mau kehilangan kamu nak".
" Aku juga mas, beneran, trust me...okay".
Yudha mengangguk.
" Luka diperut mas gimana?".
" Luka di perut kan gak dalam yaaaang, hanya goresan kecil, kita bisa kan yaaang, "ujar Yudha.
" Bisa apa mas?".
" Bisa hajar menghajar yaaang".
" Apanya goresan kecil mas, 15 jaitan loh , mas yang serius, puasa, ingat mas, puasa...., " ujar Renata tertawa.
" Nasib...nasib...," ujar Yudha tertawa.
Mereka pun sampai ke kediaman mereka.
" Yaaang, di papah dong suaminya, gak ada mesra mesranya sihhh, "ujar Yudha.
__ADS_1
" Ihhh, maunya mas, kalau udah sakit manja, ya udah sini banng, adek gendong, "ujar Renata tertawa .
Renata memapah Yudha, Yudha mencuri mencium pipi dan tengkuk Renata.
" Mas....geli...., gitu banget dehhhh".
" Mas sangat merindukanmu yaaaaa, benar. "
" Istirahat ya mas, " ujar Renata.
" Hmmmm,..."
Renata mengganti pakaiannya, mengambil pakaian Yudha dan menukarnya.
" Perhatian banget yaaang, makasihhh".
" Tugas isteri, melayani ,menjaga suami, baik sakit ataupun sehat, baik suka ataupun duka, kita imani yaaang, benar kan yaaaaang".
Yudha mengangguk .
" Mark ngomong apa tadi sama kamu yaaang?" tanya Yudha.
Renata membuka laci di samping tempat tidurnya.
Mengambil temoat cin cin dan menyerahkan pada Yudha.
" Sebenarnya, melepaskan cin cin ini, berat banget mas, namun karena tugas dan pengabdian, semua harus Tata tahan, mas pasangin cin cin ini, maaf bukan keinginan Tata mas, pimpinan menyuruh".
Yudha menyematkan cin cin pernikahan mereka pada Renata.
Yudha melihat sorot mata sedih Renata ,ketika dia melepaskan cin cin pernikahannya .
" Mas sangat menyayangimu yaaang, makasih menghargai pernikahan kita,makasih menghargai lambang pernikahan kita yaaang".
" Kita menikah, pasti memikirkan ke depan mas, Tata takut, kenapa belum hamil juga ya mas, sudah beberapa bulan juga kita menikah , kata mami, Tata terlalu capek, buruh istirahat, apa benar mas gitu".
" Nanti tanya mbak kedua aja yaaang, "ujar Yudha.
" Jangan di pikirin, percaya yaaang, indah rencana Tuhan.🥰"
Renata mengangguk .
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
like
Vote
__ADS_1
Koment