Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Ngidam


__ADS_3

Ketika sore tiba, Yudha pulang membawa roti kesukaan Renata. Renata memakan satu roti, biasanya bisa makan 2 atau 3 roti.


" Apa ada gak enakan yaaang? Yudha cemas."


Renata menggeleng.


Sore itu, ketika Yudha selesai mandi, Yudha membaringkan Renata di dadanya , mereka saling berhadapan.Tangan Yudha menggenggam erat tangan Renata, mengelus perut Renata.


Sewaktu makan, Renata hanya bisa makan 2 suap, biasanya masakan Yudha , selalu bisa Renata makan.


Yudha memijit betis Renata , karena sering mengalami keram.


Dan Renata selalu dengan kebiasaan manjanya , memelintir rambut sang suami.


" Apa ada gak enak yaaang? mas cemas," ujar Yudha.


" Gak yaaang, hmmmm....mas, makan nasi goreng malam di depan kantor kepolisian enak , Tata pengen."


" Mau makan nasi goreng yaaaang?".


Renata mengangguk.


" Mas beli yaaa".


" Makan disana aja ya mas, boleh yaaaa".


Yudha pun mengangguk .

__ADS_1


Yudha mengambil sweater Renata , memakaikan nya pada sang isteri.


Yudha berjalan pelan di samping Renata.Yudha tersenyum. Biasanya langkah sang isteri selalu berjalan cepat, namun semakin bertambah usia kehamilannya, langkah Renata semakin perlahan.Yudha dan Renata saling berpandangan.Yudha mengecup puncak rambut Renata.


" Maaf jalan Tata seperti pinguin mas".


" Makasih yaaang, kamu banyak mengorbankan diri, merawat, menjaga baby twins".


" Makasih juga , selama ini ,mas mau masak, melindungin kami, mas menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab. Setiap pulang ada saja yang mas beli, buat mami, buat Tata, mas sama menyayangi kami".


" Makasih juga yaaang, kamu selalu menghargai, apapun gang mas beli, kamu pasti menghargainya dan memakannya. Kamu sangat menghargai mas, kita semakin belajar, walau terkadang saling keras kepala, namun kita selalu tahu, dan kembali mengalah, dannn kita semakin akur juga ya yaaang".


" Akur dari mana mas, dari hongkong, "ujar Renata tertawa cekikan.


" Jadi mau perang perangan yaaang? di ranjang aja yaaang," ujar Yudha mengedipkan matanya.


" Tata seperti kura - kura terbalik mas, kata Aisyah, kalau isteri biasanya hamil, banyak suami jajan atau sampai selingkuh, apa karena gak service dalam pelayanan, atau gak menarik mungkin...".


" Berhubungan dengan wanita lain, saat isteri hamil, gonta ganti pasangan ,bisa membuat anak dalam masalah, bisa anak lahir cacat karena menularkan penyakit , gak sebanding yaaang dengan pengorbanan seorang isteri, merawat, memikirkan nutrisi apa buat anaknya, gak mikir perutnya membuncit, kendor, gak mikir badannya berat, dan gemuk. "


" Apa mas gak terganggu dengan kehamilan Tata mas?".


" Gak yaaang, berapa banyak orang berjuang buat punya keturunan, kita malah di beri Tuhan double, apapun kekurangan isteri, menjadi kelebihan suami, apapaun kelebihan umum di terima, tetapi kekurangan juga wajib di terima.Mas malahan melihat kamu sexy, pakai baju ngepas, perut membulat, anugerah Tuhan bisa beri keajaiban bagi keluarga kita.Kamu gak tahu, mbak pertama dan mbak kedua mengandung, mas selalu takjub, mereka sama seperti kamu yaaang, memesona. "


" Malahan mas selalu jadi sasaran mbak pertama dan mbak kedua, beliin ngidamnya mereka.Kamu gak begitu merepotkan yaaang, mereka, dari manjat jambu tetangga, manjat mangga, manjat kelapa, semua nya harus mas lakukan, kalau gak suaminya, tergantung mereka merintah siapa, ujar Yudha tersenyum.


Renata tertawa mendengar penjelasan sang suami.

__ADS_1


" Berumahtangga bukan semata soal *** yaaang, tetapi mas memilihmu sebagai pendamping mas, lihatlah yaang, mas gak bobok sendiri, bahkan mandi sering berdua, makan berdua, nonton berdua, weekend berdua, mas gak sunyi, keluarga porsinya beda dengan kekasih atau teman hidup. "


" Apa kamu juga merasakan hal yang sama yaaang?".


" Ya mas, aku juga merasakannya. Ada mas yang perhatiin, ada mas yang bisa marah kalau aku salah, namun mas marah karena mengkhawatirkan Tata".


" Terkadang rasa khawatir, rasa sayang, rasa takut kehilangan,bisa membuat pasangan salah artikan, ketika lonjakan emosional . Maaf yaaang, mas terkadang kasar , dan mas janji akan belajar lebih memanjakan kamu".


" Jangan hanya sewaktu hamil aja mas bisa sabar, setelah melahirkan juga, kata mami, akan ada 2 anak yang bakalan nangis, rewel, waktu istirahat kita akan banyak di uji, kita harus lebih sabar, " ujar Renata.


" Isteri mas semakin dewasa aja".


Yudha memarkirkan mobilnya dan memeluk Renata dengan erat.


" Tata takut, gak bisa rawat bayi mas".


" Kita akan belajar untuk itu, belajar dari youtube yaaang, belajar dari sekitar."


Renata dan Yudha saling mengangguk.


πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


Novel ini tersisa beberapa bab lagi menuju ending, makasih atas semua support para pembaca Makasih like nya.Jangan lupa mampir di karya saya lainnya.πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2