Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Bersiap


__ADS_3

Renata mengambil tas kerjanya, laptop nya keluaran terbaru dan tercanggih, kemudian Renata melambaikan tangan.


Renata tersenyum, sambil menyetir, ternyata sang suami, mengkhawatirkan diri nya, ada rasa senang luar biasa dalam hati Renata.


Renata memarkirkan mobilnya, kemudian berjalan menyusuri kantor, dan tepat di samoing gedung, ada sebuah cafe Coffee terkenal, Renata membeli caramel dissert dan kemudian membeli coffee late.


Renata melangkahkan kakinya , menyusuri gedung tinggi dimana dia bekerja .


Renata memfokuskan diri nya , mekihat ketua IT, sedang bergerak ke sebuah ruangan lantai 1, Renata perlahan mengikuti langkah ketua IT.


Dia memasuki sebuah ruangan.


Renata langsung menempelkan alat sadap di dinding tersebut.


Renata menyuruh Bima langsung mengaktifkan alat sadap di ruangan tersebut dan meretes nya.


" Saat ini, bergerak lebih hati - hati , sepertinya ada beberapa wajah baru, dan sangat ketat, ujar sang kepala IT hanya sedikir curiga, jadi lebih extra."


Renata mendengar pembicaraan itu, Bima juga.Renata merekam nya.


" Bagaimana dengan modul database nya?" tanya kepala IT.


" Tenang saja, semua aman, transaksi dengan perusahaan luar, kan dilakukan 3 hari kedepan, saya akan siapkan anggota pengawalan, " ujar sosok tersembunyi itu.


Renata mendengar suara langka sepatu, Renata pun bersembunyi di sebuah tiang.


Renata melihat sosok kepala IT keluar dari ruangan itu sambil melirik ke kanan dan ke kiri. Renata melihat ada CCTV disana, segera Renata mengambil laptopnya memotong kejadian dia menempelkan alat penyadap di dinding .


Bima mem back up ruang IT, agar aksi Renata tidak di ketahui IT yang di tugaskan bos nya. Bima yakin , kepala IT mempunyai bawahan yang handal, buat melindungi aksinya selama ini .


Renata milihat, sesosok pria , dan Renata peka akan penciumannya. Parfum itu, jelas milik seseorang yang Renata kenal.


" Bim, Sorot melalui CCTV siapa sosok pria keluar dari ruangan itu, " ujar Renata.

__ADS_1


" Saudara korban bos, ujar Bima dan Taka berbarengan."


" Bima, pasang alat sadap di ruangan paman nya , kemudian pasang kamera CCTV dan ikuti pergerakannya mulai sekarang ,kemanapun dia berada dan berinteraksi dengan siapa, "ujar Renata.


" Baik bos , " ujar Bima.


" Taka dan Samuel, teliti siapa anggota dan kaki tangan ketua IT, " ujar Renata.


" Baik bu".


Renata mengirimkan Rekaman hasil suara dan 3


rekaman sosok pria , yaitu saudara korban pada Yudha. Fokus pada mereka , dan kepala IT.


"Saya akan cek lagi siapa musuh , "ujar Renata dipesan suaranya pada Yudha.


" Baik Ta, hati - hati bertugas yaaaang", ujar Yudha.


" Tugas yah tugas, kenapa tugas dan masalah pribadi mas satuin?", ujar Renata dalam pesan suaranya.


" Maksudnya yaaang?".tanya Yudha membalas pesan suara Renata.


" Kenapa pakai kata yaaaang?" balas Renata.


" Baik tugas dan di rumah, rasa itu harus dipupuk yaaang, penyemangat khusus , dan pesan khusus ,hanya buat isteri sekaligus rekan kerja, " ujar Yudha tertawa dalam pesan suaranya .


Renata mengikat rambutnya .


Renata kembali ke ruangan bos nya .


" Data meeting apa kamu sudah sediakan Ta?".


" Sudah pak, " ujar Renata.

__ADS_1


" Besok akan ada pesta jamuan, kamu menemani saya ke pesta tersebut".


" Baik pak," ujar Renata .


" Pakaian , sepatu akan di antarkan supir ke sebuah butik, bersiaplah".


" Pakaiaan saya ada stok di rumah pak".


" Jangan membantah, jamuan ini bukan golongan sembarang, persiapkan diri ke salon, setelah keluar kantor."


" Mobil mu , biar saja tinggal di kantor, saya akan mengantarkan mu pulang, dan besok pagi , saya akan menjemput kamu".


" Jangan seperti itu pak, baik nya saya pergi sendiri ke lokasi pertemuan, dan kembali sendiri".


" Kamu menghindari saya Ta?".


" Tidak pak, hubungan kita pekerjaan, jadi biar kita tidak jadi bahan gosip di kantor, maaf saya sangat terganggu, karena saya bekerja disini sementara ," ujar Renata dengan tegas.


" Terserah ,lakukanlah , jangan telat, saya akan mengirim lokasi pesta dan undangannya.."


Renata mengangguk, permisi keluar dari ruangan.


Mata elang pria ini begitu mengerikan, dalam hati Renata.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2