
Renata bangun dan makan, bersiap untuk misi mereka.
Yudha mendengar pembicaraan Renata dan maminya, Yudha tersenyum dan lega, William tidak seburuk pandangannya.
Renata, Yudha , Bkma dsn beberpaa pasukan bagian IT pun mendekat ke lokasi, Renata membuka kunci dan pengamanan sistim musuh, Renata bekerja sangat hati - hati, agar jangan sampai ter expose musuh .
" Aman, " ujar Renata.
Mereka pun menyisir sebuah gedung.Yudha mengontek menyuruh pasukan gabungan juga bergerak .
Renata menyusup ke sebuah ruangan, Yudha dsn pasukan lainnya menahlukkan musuh dengan tembakan peredam.
Renata melihat aneka rangkaian laptop , dan komputer terhubung pada begitu banyak kabel .
Renata, Yudha ,Richard dan Maxel bagian IT , mengoeprasikan komputer dan laptop, menghancurkan data formula penelitian, menghancurkan data base nya sesuai misi yang diutus, beberapa kali Renata mengalamj kesulitan, berpacu dengan waktu.
Yudha , Richard dan Maxel sangat membantu Renata.
Setelah 20 menit, Renata mampu menghancurkan sistim penelitian mereka, di setiap copy an link yang terhubung, secara otomatis akan di hapus dengan serangan virus yang Renata ciptakan.
" Yes...," ujar Yudha.
" Bima, pasang alat peledak di modulasi itu ,pastikan buat semua ruangan ini, tidak ada yang tersisa."
" Siap Jenderal," ujar Bima.
Yudha dan pasukan gabungan memasang peledak , mereka memastikan keaktifan peledsm tersebut.
" Kita tidak punya waktu banyak, ":ujar Yudha.
Renata bergegas , mengetik sistim agar datanya tidak terlacak, mengamankan siapa yang melakukan hecker , agar data mereka aman.
Sebuah penyerangan besar besaran dilakukan musuh, setelah mengetahui sistim mereka di hack .
Baku tembak tidak terilakkan .
" Selesai, " ujar Maxim dan Renata bersamaan .
Keluar dari gedung, cepat, " ujar Yudha.
Renata pun bergegas mengambil laptopnya , kemudian memasukkan ke dalam ranselnya .Demikian juga Maxim, Yudha dan Richard.
Mereka pu bergegas. Yudha turun duluan, Renata melihat Bima dan lainnya baku tembak, Renata kembali menolong tim nya , Yudha terkejut melihat penyerangan, kembali naik dan menyuruh tim turun, Ketika waktunya mepet , Yudha menarik Renata dalam pelukannya , Turun melalui tali yang dia buat .
__ADS_1
Bima dan lainnya menembaki musuh melindungi Renata dan Yudha.
Mereka berlari menjauh gedung itu, dan Yudha menekan tombol , gedung itu pun meledak.
Terjadi ledakan yang begitu kuat, menghancurkan sistim penelitaian mereka.
Ledakan itu sangat dasyat . Tangan Renata sampai gemeteran.Yudha memeluknya . Yudha tahu, seberaninapapun seorang polwan. pasti ada sisi dari diri mereka menekan rasa takut .
Yudha menjawab telepon dari pimpinan pasukan lain mereka juga membersihkan area sasaran .
Yudha melapor ke pusat, misi selesai .
Helikopter pun mengangkut mereka. Ada beberapa pasukan yang terluka.Yudha memaksa Renata naik ke helikopter. Harusnya Yudha sang pimpinan yang naik, ada 5 helikopter disana .Bima menjaga pasukan yang terluka di pesawat lainnya .
Api dan ledakan masih berlangsung, sisa dari penyisiran pasukan lainnya.
Renata masih memakai penutup wajahnya. Kemudian Renata membaringkan badannya di sandaran kursi helikopter.Terasa sangat lelah, bekerja memburu waktu . Terlambat sedikit ,makan efek nya sangat banyak .
Yudha memberi Renata air mineral.
" Takut?".
Renata hanya diam.
" Apa mas takut ?".
" Gak, karena kamu ada ", ujar Yudha.
" Situasi genting, sanggup merayu, " ujar Renata tertawa.
Pasukan lainnya hanya berani tersenyum .
" Apa selama nya mas menjalani kehidupan seperti ini ?".
" Gak, ada waktunya rehat dari ini semua, ketika mas mempunyai keluarga. Namun bagaimana pun, jika negara memerlukan, pasti wajib, namanya pengabdian Ta."
" Jika mas gugur dalam tugas, kasihan kan keluarga mas".
" Mau gimana lagi Ta, mas hanya berharap, selagi mempunyai anak, isteri, maka mas akan menjaga diri , extra buat mereka."
" Kalau kamu Ta?".
" Jika sudah berkeluarga, aku pingin dengan lulusan hukum , bertugas ngantor, walau sulit, pasti aku akan selalu terlibat IT , dan terkadang turun ke lapangan , pengabdian juga ."
__ADS_1
" Kita kekurangan orang yang mampu skill bagian IT, sangat minim. Walau di sekolahkan, mengimbangi hanya Richard dan Maxim.Kalau Bima masih banyak ku ajari mas ".
" Dalam waktu dekat, kamu akan mengajar bagian IT, itu sudah menjadi keputusan pimpinan. "
" Mereka akan mengembangkan kemampuan mereka. Beberapa polisi dari kuliah IT juga di rekrut, yah sama dengan kamu Ta, fisik minim, kamu harus membocorkan rahasia, kamu bisa mengalahkan fisik kamu yang lemah dulu, hingga bisa mencapai saat sekarang, tugas kamu membimbing mereka dalam pelatihan juga".
" Negonya harus gedek nih, pangkat juga harus naik, "ujar Renata tertawa.
Merekapun mendarat di sebuah rumah sakit .
Renata melihat beberapa luka kecil di lengannya .
Sedangkan Yudha , terdapat luka di lengannya .
" Tadi terkena pagar ya? nahan bom? kian Tata yang kena kan".
Yudha mengangguk .
Yudha tidak bisa menahan perasaannya , dia memeluk Renata.
" Makasih ya Ta, kamu tim terbaik mas".
Renata hanya senyum.
" Jangan peluk Jenderal, orang akan salah paham".
" Mas gak peduli Ta".
" Jangan Jenderal, aku udah punya kekasih".
" Sebelum janur kuning melambai, masih ada kesempatan buat berjuang , takdir manusia tiada pernah tahu bukan?".
Renata hanya diam.
π¨βπΌπ©βπΌπ¨βπΌπ©βπΌπ¨βπΌπ©βπΌπ¨βπΌπ©βπΌπ¨βπΌπ©βπΌπ¨βπΌπ©βπΌπ¨βπΌ
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1