Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Lamaran Yudha


__ADS_3

Siang itu, Yudha sudah memesan dres buat Renata, dan ketika Renata bangun, ada tiga kotak di meja .


Renata perlahan membuka kotak tersebut .


Renata terkejut melihat dres cream sangat indah.Renata membuka kotak satunya , ada sepatu kets couple, dan satunya lagi, kotak sepatu high heels.


" Cobalah yaaang, " ujar Yudha.


Renata mengangguk .


Renata memakai dres dan tidak bisa mengancing resleting belakang dress nya.


Yudha melangkah, dan membelakangi Renata. Mengecup ceruk leher Renata. Renata merasakan sensai yang berbeda.


Mereka saling menatap, Yudha menarik resleting dress Renata perlahan.


" Kamu sangat kurus yaaang, " Yudha memeluk Renata.


Renata hanya tersenyum.


" Makasih dres , dan sepatunya mas".


" Kembali kasih sayaang, " ujar Yudha tersenyum .


Yudha mengambil.sebuah kotak pakaian .


" Bukalah yaaang".


Renata melihat dua buah kemeja senada, kemeja couple sangat indah.


" Bagus banget mas".


" Kita nge date yaaang, "ujar Yudha.


" Apa masih lelah?".


" Gak mas, udah tidur tadi."


Sore pun tiba, Renata melihat maminya dan keluarga papinya ngobrol di kediaman mereka.


" Yudha sudah pesan katering, buat lamaran besok nak, mami gak pusing - pusing lagi, " ujar mami Renata.


" Mas kapan ngurus nya, kita kan di Papua?".


" Mas ngurus nya by phone, mas punya beberapa kenalan disini, sepupu, tante , mereka banyak bantu ."


Yudha malam itu membawa Renata kesebuah restoran, Yudha mengegnggam erat tangan Renata .


Renata melihat restoran itu begitu indah.


Yudha memainkan piano Sambil bernyanyi Merry You by Bruno mars


It's a beautiful night


Ini malam yang indah


We're looking for something dumb to do


Kami mencari sesuatu yang bodoh untuk dilakukan

__ADS_1


Hey baby


Halo sayang


I think I wanna marry you


aku pikir aku ingin menikahimu


Is it the look in your eyes


Apakah itu sorot mata Kau


Or is it this dancing juice?


Atau jus menari ini?


Who cares baby


Siapa yang peduli sayang


I think I wanna marry you


aku pikir aku ingin menikahimu


Well I know this little chapel on the boulevard we can go oh o


Ya aku tahu kapel kecil di boulevard ini kita bisa pergi oh


No one will know oh


Tidak ada yang akan tahu oh


Oh, ayolah, gadis


Who cares if we're trashed got a pocket full of cash we can blow oh


Siapa yang peduli kalau kita dihempas kantong penuh uang kita bisa hancurkan oh


Shots of patron


Tembakan pelindung


And it's on, girl


Dan aktif, gadis


Don't say no, no, no


Jangan katakan tidak, tidak, tidak, tidak-tidak


Just say yeah, yeah, yeah


Katakan saja ya, ya, ya, ya-ya


And we'll go, go, go


Dan kita akan pergi, pergi, pergi, pergi-pergi


If you're ready, like I'm ready

__ADS_1


Jika Kau siap, seperti aku siap


Cause it's a beautiful night


Karena ini malam yang indah


We're looking for something dumb to do


Kami mencari sesuatu yang bodoh untuk dilakukan


Hey baby


Halo sayang


I think I wanna marry you


aku pikir aku ingin menikahimu


Renata mengikuti permainan piano Yudha ,mereka sama menekan tuts piano.


Tetapi hanya Yudha yang bernyanyi .


" Renata tersenyum, dia gak menduga , Yudha bisa se romantis itu , Renata cukup terbuai suasana ."


Beberapa saat kemudian beberapa orang perlahan menari , satu persatu , hingga serentak membawa bunga, Yudah terlihat lucu menari dengan mereka. Renata berusaha menahan tawa, namun dia tidak bisa , tawanya pecah saat Yudha memberinya buket bunga bewarna biru .Memeluknya , dan berlutut di depannya.


" Jiwaku resah saat tidak mendapati Kamu di sampingku. Namun, galauku semakin menjadi ketika tidak mampu bahagiakanmu. Kamu sadarkan aku bahwa segala bentuk duniawi yang dicari tak ada artinya jika tidak ada Kamu di sisi. Menikahlah denganku, wanitaku! " ujar Yudha .


Renata sangat bahagia, mengulurkan tangannya .


Dan Yudha memasangkan cin cin di jari tengah nya.


Yudha tidak mempersoalkan ada cin cin pemberian William disana.Yudha yakin, dengan seiring waktu, Renata akan melepaskannya dengan sendiri nya.


Yudha tidak akan memaksa, sejauh ini, Yudha sudah sangat bahagia, Renata menerimanya kembali, hubungan mereka semakin dekat .


Renata melihat sosok Bima dan pacarnya .


" Bima dan sepupuku Sinta , menolong acara ini, mereka menghajar mas , karena gak pandai dance," ujar Yudha tertawa memeluk Renata.


Renata tertawa dalam pelukan Yudha.


Yudha dan Renata sangat bahagia.


Tetapi ada satu sisi hati Renata berusaha untuk menekan sebuah rasa yang masih ada di hatinya. Renata sangat trauma dengan lamaran William dulu, dia tidak ingin mengalami kehilangan lagi .


Renata juga teringat dengan kenangan sosok William yang melamarnya, 2 pria yang berbeda melamarnya .


" Tuhan, jaga mas Yudha, aku gak ingin merasakan kehilanhan lagi, " ujar Renata dalam hatinya.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Jangan Lupa


Like


vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2