Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Masakan Jenderalku


__ADS_3

Yudha dan Renata, singgah ke sebuah swalayan besar, tidak begitu jauh dari rumah mereka.


Yudha mendorong keranjang belanjaan.


Renata mengambil lumayan banyak cemilan kesukaannya , Yudha juga mengambil snack kesukaannya.


" Mas suka ngemil juga?".


" Ya yaaang, kadang kalau kerja , ngatasi ngantuk yah ngemil, atau cari ide".


" Suka kacang juga ya mas?".


" Suka yaaang".


Tina ke tempat stand ikan, Renata gak tahu memilih ikan yang segar .


Yudha memilih beberapa ikan bawal, udang, daging sapi dan daging ayam.


Yudha mengajari Renata , agar tahu gimana memilih ikan dan daging segar .


Mereka juga singgah di stand buah, Renata memilih buah sunkist , anggur , apel, pisang, semangka, mangga , nenas dan jeruk.


Renata baru tahu, Yudha sangat suka dengan buah, segala jenis buah, selalu ada di kulkas.


" Beraneka macam buah, mirip rujak, " ujar Renata menahan tawa.


Sesampai di rumah, seperti kebiasan , Yudha selalu memeluk Renata dengan erat , membaringkannya di sofa, dan menghujaninya dengan ciuman yang hangat.


Belanjaan di biarkan begitu saja.


" Mas...., aku seperti ikan mas koki deh, mau nafas aja susah ,"ujar Renata .


Yudha mengigit pelan bibir Renata, dan melepaskannya.


" Gawat benar, punya suami ikan priranha, " ujar Renata lari ke kamar.


Yudha tertawa terbahak bahak, melihat wajah Renata yang lucu dan menggemaskan.


" Ta, tidak semua wanita bisa sepertimu, ngomong apa adanya, humoris dan melepaskan lelah dan penat. "


Yudha Kembali ke siasat nya.


Membuka pakaian dinas nya, memasukkan ke tumpukan pakaian kotor . Yudha mendengar sang isteri bersenandung kecil , bernyanyi .

__ADS_1


" Mas mengharapkan kamu , pulih secepatnya yaaang, dari segala rasa sedihmu selama ini, mas berharap kamu bisa bahagia, mas selalu berdoa , mas bisa membuat kamu bahagia, tidak mengecewakan kamu, setia dan mengerti diri


kamu ".


Renata memainkan gelembung sabun di bath up.


Mata Renata melotot melihat sosok Yudha sudah berdiri di depan nya.


" M...mas...kok masuk sihhh".


" Mau nemani kamu yaasng".


" Modus opera," ujar Renata.


" Yudha tertawa ."


" Geser yaaang".


" Jadi sempit," ujar Renata menggerutu.


" Habis deh , mandi elite bak puteri Meghan Markie, "ujar Renata.


" Gak Kate Middleton yaaang?".


" Gak ams, Tata suka dengan Meghan, warna kulitnya eksotis, manis, apa adanya, suka karakternya yang tegas, anggun, dan menyanyangi suami dan anaknya ."


" Gak mas, kagum kan boleh, ngambil sisi positifnya mas, kuat walau di sekitar banyak problema, tetap kekeh merawat anak dan suaminya. Elite gaya dan pembawaannya mas, netral."


Yudha mengendus ke ceruk leher Renata, menyusuri setiap inci, dengan penuh kasih sayang, Yudha kembali bertaut dengan Renata, saling memandang , tersenyum, mengecup dan mengulum. Desahan dan indahnya suasana alam, membuai Renata dan Yudha.


Yudha seorang pria tanggung, dan setara dengan Renata, mereka saling memberi dan menerima. Renata banyak belajar dari Yuhda , dan semakin bergulirnya waktu, mereka sudah saling menerima .


" Maaksih yaaang, sebuah ucapan di akhir pertempuran mereka."


" Kamu sangat cepat belajar yaaang, mas giri terbaikmu kan?".


Renata membenamkan wajahnya di dada bidang Yudha.


Mereka pun mandi dan bersih - bersih.


Dengan memakai bathrobe, mereka duduk di balkon kamar .


" Apa lapar yaaang?".

__ADS_1


" Mas ,belanjaan?".


" Yuk kita beresi".


Renata mengangguk.


Yudha mencuci beraneka buah. memasukkan sayur ke kulkas, daging dan ikan juga.


" Baru kali ini, Tata liat mas bisa berbelanja aneka bahan kebutuhan dapur".


" Kamu harus liat , mas masak buat kamu.Pengen makan apa yaang?".


" Mas bisa masak steak? tapi Tata mau dagingnya beneran masak, tanpa ada darah gitu, ".


" Baiklah, buat isterinya mas, apa sih yang gak bisa."


" Ihhhh, beneran nih Jenderal minim tersenyum, dan Jenderal kaku," Renata masuk ke bawah kolong meja ,sambil menutup wajahnya.


Yudha pun ikutan masuk ke dalam bawah kolong meja. Membuka telapak tangannya.


" Gombal sam isteri sendiri itu berpahala yaaang, kalau ngegombal wanita lain, baru bencana, bisa di triple kill isteri, " ujar Yudha tertawa mendekap tubuh Renata.


" Yukkk, temani mas masak."


Renata mengangguk .


Renata melihat Yudha sangat mahir mengolah maskan, memotong kentang, buncis, membuat saus black paper, semuanya sempurna. Bahkan olahan steak nya kematangannya sempurna, dan satu kesamaan mereka, Yudha juga tidak suka steak yang gak matang, wajib matang , baru Yudha mau makan.


" Berarti mas juga gak makan susi?".


" Yang mentah gak, biasa yang dominan di full matang".


" Sama , ujar Renata memeluk tubuh Yudha ketika memasak.


Hati Yudha sangat bahagia.


Yudha sesekali berbalik dan mengecup bibir Renata.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2