
Acara penyambutan pimpinan baru berlangsung, Renata dan beberapa anggota kepolisian mengatur semua kebutuhan dan kelancaran acara.
" Tambah cakep aja bumil, " ujar Aisyah.
" Payet kerudungnya sangat indah sista, " ledek Renata pada Aisyah.
" Di kesatuan, hanya kantor kita yang punya polisi dan polwan ala dramkor dan dramcin,mata sedikit sipit, putih, padahal asli lokal, " ujar Aisyah.
" Orang Manado dan Medan banyakan putih kan sista, tanpa suntikan pemutih, udah aslinya begini."
" Aku dengar, sang Jenderal tetap di fungsionalkan, sewaktu waktu, bisa membantu kepolisian, jasa sang Jenderal sangat banyak, lain lagi sang Jenderal siasatnya tiada duanya, kritis, performanya gak di ragukan lagi, gimana performa nya di rumah Ta, memuaskan pastinya, ""ujar Aisyah ngakak.
" Bibit unggul, lihat aja double twins," ujar Renata tersenyum mengedipkan matanya.
" Pengen banget,liat sang Jenderal dengan pakaian khas CEO".
" Demen ,ngidam atau ada maksud tertentu nihhhh? " tanya Renata menahan tawanya.
" Penasaran aja kok Ta".
Aisyah mengelus perut Renata." Udah lumayan kentara, tetapi perut kamu kayaknya besarnya di t bulan ke atas deh Ta, kamu banyak latihan otot perut, jadi yah tarikan kulit perut ,gak seperti perut yang lainnya, pastinya Jenderal melatihmu kan Ta".
" Bukan Jenderal aja, mantan terindah yang dominan latih fisik aku, dulu sedikit lari ,mudah letih, William rutin ajari aku taekwondo, tehnik mempertahankan posisi kaki dan tangan, renang rute panjang, gym angkat beban, komplit boxing ."
" Ampun, 2 pria melatih dengan metode berbeda, bisik Aisyah."
Renata tersenyum.
" Tetapi efeknyanlumayan Asiyah, kerasa banget."
" Di ranjang siapa yang jago dalam petarungan?".
" Pasti paksu la ( alias pak suami), namun aku juga mengungguli , dan performa gak jelek ,walau pemula, " ujar Renata menahan tawa.
" Kalau kamu?".
" Aku mudah lelah, apalagi anak udah ada, kerasa beda Ta, namun perawatan badan, terapi, bantu banget Ta, mempercantik diri, message, kamu kalau lelah apa massage Ta?".
" Massage juga, bareng mbak pertama dan mbak kedua, kadang bareng mertua , kadang massage berpasangan," ujar Renata.
" Jenderal pastinya yang massage nya cowok ya Ta, ya ...tetapi selama ketahuan hamil, gak pernah massage lagi, Jenderal yang massage".
" Sesibuk apapun?".
__ADS_1
" Yup, disitulah sisi romantis suamiku, kalau naik betis, pasti langsung olah TKP," ujar Renata ngakak.
" Stttttttt....," ujar beberapa anggota kepolisian sambil tertawa terkikik melihat wajah lucu Renata.
Sebuah sorot mata, menatap Renata, Renata membeku saat melihat wajah itu, wajah yang sangat dia kenal, Edo Prasetyo, abang nya Lita prasetyo. Lita sahabat yang meninggal karena mengalami kecelakaan sewaktu SMP kelas 2.Sahabat Renata sejak Tk. Mami mereka bersahabat. Renata oleng dan ditopang Aisyah.
Tatapan itu beralih .Semua menayap Renata, menatapnpenuh tanda tanya.
Renata mencari kursi dan meminum air mineral nya.
Rasa bersalah itu datang kembali, Renata menutup wajahnya dengan tangannya.
" Bu bos kenapa? gak sehat?" tanya Taka.
Renata hanya menunduk .
Kata pembuka dan kata sambutan dari pimpinan baru, satu pun tidak Renata simak, Renata kembali dezavu dengan kejadian ini, seperti sebuah ilusi.
Ketika makan siang bersama pimpinan yang baru, Renata menarik diri ke ruangannya .
Renata menelepon maminya
πHallo...
πKamu kenapa Ta, kenapa sayaaang, apa Yudha jahati kamu? apa mertuamu atau ipar?
π Gak mi...
π Terus kenapa nak.
π Mami apa ingat, Edo Prasetyo? abanhnya teman Tata Lita prasetyo , sahabat mami Tante Susi?
π Ya nak, sejak kepergian Lita ,mereka pindah, mami gak pernah berhubungan dengan mereka lagi, mereka menukar nomor teleponnya .
π Abang Lita, bang Edo menjadi pimpinan Tata mi....., hiks hiks....tangis Renata pun bergulir kembali.
π A...apaaa? mami akan menanyai papimu nak.
π Dia datang buat apa ya mi, Tata takut, sewaktu Lita meninggal bang Edo menatap Tata tajam dan mengusir Tata, hua......tangis Renata pecah.
Sebuah pelukan Renata rasakan, dan Renata mendekap tubuh Yudha. Yudha mengambil alih telepon mami Renata.
π Yudha ada di kantor mi, ada Yudha, mami jangan cemas, nanti Yudha telepon.
__ADS_1
Tangis Renata pecah, dalam pelukan sang suami, Yudha memeluk Renata dengan erat dan mengusap rambut Renata.
Ketika isakan tangis Renata berhenti, Yudha menyuapi Renata.
" Makanlah yaaang, twins kita kelaparan, " ujar Yudha.
Renata mengangguk.
" Ini mas bawa nasi plus rawon, makanlah, biar mas makan nasi yang kamu punya."
Renata mengangguk.
Yudha menyuapi Renata sambil memakan nasi nya.
" Jangan sering nangis yaaang, maaf mas paling banyak buat kamu melow".
" Jangan nangisnlaginya yaaang, janji".
Renata kembali memeluk Yudha.
" Cerita sama mas".
" Pimpinan itu Edo Prasetyo, abangnya Lita prastyo, Lita teman Tata sewaktu dari TK sampai SMP kelas 2."
" Lita adik satu - satunya bang Edo, dia saat kami SMP sudah kuliah.Mami nya dan mami Tata temenan .Lita meninggal, Renata kembali terisak, Lita menyelamatkan Tata , sewaktu Tata kacau ,ketika Tata tahu, papi terjerat kasus dugaan perselingkuhan , dan pertengkaran mami dan papi sangat membuat Tata terpukul dan hanya menyusuri jalan sendiri, saat itu cuaca mendung, dan kemudian hujan, Tata berjalan tanpa arah, dan ketika sebuah sepeda motor melaju, akan menabrak Tata, entah bagaimana , Lita yang terbaring di aspal".
" Hubungan aku dan papi, tidak baik sampai sekarang, karena persoalan ini mas, mami tidak pernah membuka kisah ini, menjaga perasanku, menjaga psikologis ku, karena aku sangat terguncang sejak kejadian itu, kami pindah dari medan ,ke Semarang, William kenal dengan Edo, mereka hanya selisih beberapa tahun".
" Pandangan matanya masih tertuju, penuh luka dan kesedihan, tatapan tajam, " ujar Renata.
" Berhentilah dari kepolisian yaaang, "ujar Yudha.
Mereka saling menatap, Yudha menggenggam tangan Renata.Yudha tidak pernah menduga , wanita yang begitu terlihat tegas, punya masa lalu, yang sangat pait, dari masalah William saja sudah sangat menyesakkan dada, Yudha terkejut saat mendengar jalan cerita tentang Lita."
ππππππππππ
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1