
Yudha meraih tengkuk Renata, melancarkan serangan nya.
" Mas, ini garasi lohhhh".
" Semakin tertantang yaaang."
" Mas gak bisa lihat tempat dehhhh".
" Istirahat sayaang, udahnpedih nih, mas kenapa buas banget".
" Saingan banyak, mas galau".
Renata terkikik .
" Nih Jenderal atau abang penjual asongan sihhh, lebay banget".
Yudha kembali memeluk Renata memasukkan tangannya dibalik baju Renta.
" Mas,tidaaaaaakkkkkkkkk".
" Yaaaaaang".
" Besok, dan aku yang memimpin baaaang, ingat abang lagi terluka".
" Emang bisa deeekkkk".
" Udah terbukti kan,mas merem melek, Renata terkikik."
"Hmm....isterku emang sangat handal," ujar Yudha kembali menyusuri bibir sang isteri.
" Pacaran di mobil nya udah ya yaaang, yuuuk, udah jam 12, ku ngantukkkk"
Yudha mengangguk .
Renata segaja membuka pintu dari arah samping tempat duduk Yudha.
Renata meraih tas dan handphonenya.
" Yaaang, kenapa gak dari sana aja?".
" Ada jalan pintas, nanggung mas, " ujar Renata tertawa terkikik .
Renata mencibirkan lidahnya, kemudian membuka pintu samping, dan kembali memapah Yudha.
" Biasa nihhh, Jenderal lagi minta perhatian. Biasa luka lebih dalam, bisa jalan sendiri, nih , gak di jemput, gak gerakkkk".
" Ya sayaaang, lumayan kan manja sama isteri, " ujar Yudha terkikik tertawa.
Renata menekan tombol lift, mereka tertawa dan Yudha duduk di kursi. Renata menyiapkan pakaian Yudha, kemudian memapah Yudha ke kamar mandi.
Renata menyabuni badan Yudha. Sedangkan tangan Yudha Renata perintahkan di angkat ke atas agar gak kena air.
" Sudah bersih yaaang".
__ADS_1
" Kalau tahu nyamannya punya isteri, mas akan cepat - cepat nikah sama kamu yaaaaang".
" Mulai dehhhh rayuan pulau kelapa, udah bobok yuuuk yaaang".
Renata menguap beberapa kali .
" Udahra sangat panas, " ujar Renata mengambil lingerie berwarna hitam, dan memakainya.
" Yaaang, kalau gini, kita sampai pagi gak akan tidur".
" Mas jangan protes dong, Tata biasa kalau panas pakai baju gini, udah tidur masssss".
Renata berbaring dan meringkuk tertidur, Renata terlihat kelelahan.
" Nasib , udah di ujung jalan, "ujar Yudha memelas dan memeluk Renata.
" Kamu sangat sexy yaaang, kenapa gak dari kemarin kemarin di pakainya yaaaaaaag".
" Baisa pakai tank top, celana pendek, kadang piyama. "
" Bobok mas, jangan menggerutu
ibarat anak TK gak dapat permen, " ujar Renata membenamkan kepalanya di dada Yudha.
" Mas akan nagih , kepemimoinan kamu besok yaaang".
Renata sudah tertidur, deru nafas Renata begitu nyata di dada Yudha.Renata paling suka membelai dada Yudha yang berbulu, Renata bilang sexy. Yudha tersenyum.
Ketika pagi datang, Renata masih pulas tertidur, dan Yudha sudah memasak sarapan buat mereka.
Renata mencium aroma makanan begitu wangi, Renata merasa lapar dan melihat sang Jenderal sedang memasak ayam goreng, dan membuat sambal dengan menggunakan ulekan .
" Yaaang, kamu membangunkan senjata mas".
Dengan cuek Renata mengambil air minum dan meneguknya .
" Pancingan besar yaaaang".
" Ihhh massss".
" Wangi banget, mas ART atau Jenderal nihhhh?" ledek Renata.
" Rangkap yaaaang, hehehehe " ujar Yudha tertawa.
" Mas dapat bonus plus plus kan yaaang".
" Nanti malam aja ya yaaang".
" Gak , sekarang yaaaaang".
Ketika Renata menaiki anak tangga. Yudha berlari kecil menyusul Renata.
" Yaaaang".
__ADS_1
" Baiklah mas, apa tangan mas masih sakit?".
" Mas bisa satu tangan nahan yaaang, push up kan biasa buat angkatan 1 tangan dan 2 tangan".
" Mas ingin segera punya anak yaaang, agar kita saling terikat, banyak banget yang incar kamu yaaang".
" Yang incar mas juga banyak, malah sewot banget sama Tata".
Mereka pun sampai ke dalam kamar, Yudha mengunci pergerakan Renata di dinding kamar.
Eengan menumpu tangannya yang tidak sakit.
Perlahan Renata menggenggam wajah Yudha di kedua tangannya .
Renata ******* bibir Yudha , Renata menyusuri pundak, Leher Yudha.
Leguhan Yudha pun menggema, Renata mengiring Yudha ke pembaringan, dengan lembut Renata membelai pundak Yudha.
Mereka saling bertatapan.
Renata pagi itu memimpin penyerangan . Yudha pasrah mendapat jekpot . Ternyata sang isteri sangat menyenangkan suami.Ada sensai tersendiri ,ketika seorang isteri melayani seorang suami, dan Yudha tersenyum .
" Makasihhhh yaaaang".
" Gimana ? suka mas?".
" Sukaaaa, belajar dari mana yaaang?".
" Tata IT yaaang, gampang dapat akses belajar gratis," ujar Renata terkikik tertawa.
" Nakal...", ujar Yudha.
" Ke hal positif menggunakan IT mas , berfaedah, nyenangkan suami, gak salah kannnn".
" Ya yaaang ".
" Mandi sama yaaang, " ujar Yudha.
" Ya yaaang, ".
Renata kembali memandikan sang suami, Yudha tipekal. gagah, melankolis , tegas , tetapi tipe penyayang .
Yudha tidak memakai pakaian dinas nya, sedangkan Renata juga.
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1