Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Perjuangan


__ADS_3

Pertama kali melihatnya, dia sosok yang dingin, bersifat pejuang, mempertaruhkan hidupnya, karaktermu seperti es batu, wajahmu dingin, tanpa ekspresi, begitu juga hatimu , dan aku selalu takut padamu, tisak berani dekat. Melatih sangat extrim, saya membencimu, merasa kamu tidak ounya hati, kamu mendekapku dengan rasa aman, dan kamu selalu ada di saat kesusahanku, kemudian aku semakin mengandalkanmu.


Aku baru merasakan kehangatan hatimu, merasakan rasa aman dan nyaman.Aku tahu kamu banyak melakukan yang sangat berarti buat ku.Kamu orang yang sangat baik, sering menyembunyikan emosimu padaku.Mempersulit diri, untuk menjaga seseorang.


Saat melihat mu bertugas, ku semakin takut ,kamu gagal dan terluka dalam misimu.Saat kamu bilang, akan selalu melindungiku, aku mempercayaimu.


Namun tidak pernah tahu, jarak kita semakin jauh, karena sikap mu ,menyakitiku.


Tetapi arah angin tidak ternah tertebak .Takdir mempertemukan dan menautkan kita.


Renata terbangun dari mimpinya, hari sudah sore.


" Jangan pernah mengambil resiko , keselamatan yang utama, jika terjadi sesuatu, mas Yudha akan tidak memaafkan Tata pi, " ujar Renata.


"Dalam hidup , harus memilih Ta, kita tidak akan selaamnya bergantung pada satu orang, bukan mau menunjukkan kita siapa, namun beban di pundaknya sudah sangat berat, biarlah beban kita ,kita pikul sendiri- sendiri."


Renata menghembuskan nagasnya, setelah bersih - bersih , berbicara pada Papi dan kedua ipar nya.


" Jika mereka mulai, maka kita akan beraksi, jika tidak, maka kita hanya mengawasi, " ujar Renata.


Mereka semua mengangguk .


Mereka makan malam seperti biasa, sebagai abdi negara, hidup dalam tekanan, sudah hal biasa Renata rasakan, ketika tidur ,dibangunkan untuk tugas penting, ketika terdesak harus mampu keluar dan mencari jalan keluar sendiri.


Beberapa anggita keamanaan menciduk beberapa penyusup.Sejauh ini semua masih terkendali.

__ADS_1


Ketika waktu menunjukkan pukul 10, bunyi tembakan silih berganti, Renta , papi dan kedua ipar nya pun berpencar, turut melumpuhkan penyusup yang hendak memasuki rumah utama.


Tembak menembak pun terjadi ,beberapa musuh berhasil memasuki rumah utama.


Renata memberikan kode pada sang mertua, Mereka menembak sang penyusup dari arah yang berlawanan, beberapa penyusup dilumpuhkan.


Renata sebenarnya ingin hanya ria dan tim pengaman yang menghadapi musuh, ada rasa takut jika anggota keluarga terlibat, dan akan membuat kesalahpahaman dan amukan Yudha padanya.


Renata menghubungi beberapa tim keamanan, agar menarik papi dan kedua iparnya .


Renata menghadapi musuh dengan beberapa pasukan pengaman.


Tembakan demi tembakan pun terjadi, dari CCTV Renata mengetahui pergerakan musuh dan menghabisi mereka. Hidup sungguh keras, hanya memiliki dua pilihan, dibunuh atau membunuh.


Renata lebih lega, kini hanya dia dan pasukan pengawal yang beraksi, tidak melibatkan sang mertua laki - laki dan iparnya lagi .


Renata melihat beberapa musuh menaiki tangga Renata membidik dan menembak musuh, namun tembakan itu berbalas, lengan Renata terkena serpihan peluru .


Renata merasa tersudut, namun nalarnya bekerja, Renata mengalihkan perhatian musuh, dengan melempar beberapa asbak ke arah berlawanan.Di saat musuh bergerak, Renata menghabisi mereka dengan beberapa tembakan, dan Renata cukip beruntung, di bantu beberapa orang pasukan pengaman.


Renata mengambil perban di tempat laci obat, menyuruh salah satu pasukan pengaman mengikat luka nya.


Renata kembali memperhatikan CCTV , dan membagi tugas , agar pasukan pengaman , mensterilkan kediaman mereka.


Renata menghidupkan lampu taman, beberapa musuh ter expose dan langsung tim keamanan habisi.Renata mematikan lampu taman, dan beberapa saat kemudian menghidupkan lampu di tempat persembunyian musuh, Renata memberi kode pengepungan pada pasukan pengaman, dan ketika lampu nyala, Rebata dan beberapa pengawal pun melumpuhkan musuh, musuh kalang kabut , tidak menduga Renaga dan tim pengaman, memblok mereka di tempat persembunyian.

__ADS_1


Setelah semuanya terkendali, Renata dan tim pengaman pun terduduk karena kelelahan.


Renata sudah menelepon kepolisian, namun mereka tiba setelah pesta usai.


Renata menjelaskan semua kejadian, dan Renata menuju kamar, bersih bersih dan meminta mbak kedua mengobati lukanya.


Wajah papi Yudha sangat seram, menahan amarah, begitu juga dengan wajah kedua ipar Renata.


Renata hanya terduduk diam , saat mami dan anggota lainnya menatap Renata.


Dengan berkilah ke kantor polisi, Renata membawa Ransel nya ,dengan beberapa pakaian nya.


" Hari yang kacau, beginilah, di ikutkan dalam pertarungan bentar, gak puas, terluka, bakalan di amuk suami, hidup serba salah, dalam hati Renata."


Renata bergegas melajukan mobilnya, menuju rumah kos teman nya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Jangan lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2