Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Shadow of Love 2


__ADS_3

" Sayang, tugas aku hanya mencintaimu, bukan melawan takdir, " ujar Renata.


" Untuk kamu yang sudah aku anggap orang terakhir dalam hubungan ini, mohon jangan pernah mengecewakan apalagi meninggalkan. Sebab, kamu sudah tercatat dalam daftar impianku, sebagai pendamping dimasa depan.


Minta kerjasamanya ya!!!! " ujar Renata .


" Mas tak perduli seburuk apapun masa lalu yang kamu miliki. Disini mas hanya ingin menjadi orang yang terbaik, yang belum pernah kamu temui pada manusia lain, " ujar Yudha mengusap lembut wajah Renata.


" Apakah kamu tahu Ta, cinta yang tulus adalah ketika sudah tak bersama namun tetap saling mendoaakan," ujar Yudha.


" Mas adalah pemenang, disaat hatiku sudah hampir tertutup, mas datang dan menggagalkan rencana awal ku. Harapanku, jangan berubah. Aku menaruh harap besar kepadamu, " ujar Renata.


" Mas suka mencintaimu, Kamu pernah membuatku mati rasa, tidak ada yang bisa membuatnya tumbuh lagi selain kamu, "ujar Yudha.


" Dilepaskan atau melepaskan, percayalah,


mereka punya lukanya masing-masing.


Yang sengaja disembunyikan,


pada sebuah senyuman, namun bisa berani menerima dikala takdir memberikan sebuah jawaban, " ujar Yudha.


" Bagaimana jika Tata memberitahu mas, bahwa berbicara dengan mas menyembuhkan segala luka?"


" Bagaimana jika Tata memberitahu mas , bahwa dekat dengan mas membuat saya nyaman? "


" Bagaimana jika Tata memberitahu mas , bahwa Tata tidak ingin mas pergi? "

__ADS_1


" Awalnya tidak punya keberanian untuk itu, namun mas bisa meyakinkan dan akhirnya kita bisa bersama," ujar Renata.


Yudha tersenyum dan meraih tengkuk Renata.


Perlahan mereka saling bertaut , dinginnya malam , mampu menghangatkan jiwa Renata.


" Mas , Tata akan mencoba , berjalan bersama mas".


" Mas tidak akan mencemburui William, bagaimanapun ,dia bagaian masa lalu kamu Ta, bagaimanapun mas gak akan mencemburui orang yang telah tiada , namun dalam hubungan kita , yang mas minta buka hatimu yaaang, biarkan ams menjadi sesuatu dalam hidupmu ."


Renata mengangguk .


" Mas boleh meminta hak nya mas?".


Renata memeluk dan mencengkeram lengan Yudha.


" Kalau belum siap , mas akan tunggu yaaang ".


" Apa kamu tidak virgin, kamu takut ?".


" Ihhh, mas apaan sihhh, Tata gak gimana - gimana ,Tata tahu mas, tinggal di luar negeri, banyak satu apartemen dan berbuat jauh, namun William pria baik, gak mau buat macam- macam, mami juga selalu nasehati, kalau belum menikah, jangan berani tidur dengan seseorang, gak tahu nasib gimana ke depan, kalau berjalan mulus, menikah baik - baik , gak masalah, gimana kalau prianya bosan, ninggalin, kita wanita jadi apa. Trus kalau sudah tidur bersama , melakukan nya , tidak berjodoh dan meninggal, kita jadi gimana, walaupun ada yang menikahi, tapi baiknya yang mendapatkan hak , yah suami kita, " ujar Renata.


" Mas gak baca , surat keterangan pengajuan nikah secara militer?".


" Gak, apapun kamu, mas terima Ta, mas mencoba bicara pada pimpinan , baiknya gimana soal kamu.Pantasan dia mengetawain mas waktu salaman tadi, dia biang mas ngaco, meragukan kamu".


" Ya iyalah, mas meragukan Tata".

__ADS_1


" Maaf Ta, mas sering jadi penguntit, melihat kamu dan William sangat dekat, " ujar Yudha mengusap wajahnya.


" Terkadang apa yang dilihat ,gak sama dengan kejadian di lapangan Jenderal, ledek Tata."


" Mas mau ngecek di lapangan yaaang".


" Ku takut ....".


" Gak berani nanya ukuran?" ledek Yudha.


" Nguping pembicaraaan Tata sama Bima".


Yudha menggendong Renata ,tertawa begitu bahagianya .


" Apa sanggup menerima serangan yaaang?".


" Besok kita akan ke Solo, melihat kekuatan Jenderal, bisa batal," ujar Renata menahan tawa nya .


" Mas gendong , " ujar Yudha menahan tawa.


" Pakai kursi roda aja sekalian mas, biar orang orang pada nyimak, " ujar Renata tertawa terkikik .


πŸ‘¨β€πŸ’ΌπŸ‘©β€πŸ’ΌπŸ‘¨β€πŸ’ΌπŸ‘©β€πŸ’ΌπŸ‘¨β€πŸ’ΌπŸ‘©β€πŸ’ΌπŸ‘¨β€πŸ’ΌπŸ‘©β€πŸ’ΌπŸ‘¨β€πŸ’ΌπŸ‘©β€πŸ’Ό


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2