
Renata melihat nomor Bima di layar handphone nya .
Renata mengangkatnya .
[ Hallo...]
Renata terisak menangis .
[ Sakit ,tapi aku harus tetap tegar
Kecewa...aku harus tetap sabar
Hati menangis, namun aku berusaha bisa tersenyum kembali.
Kembali berpikir sederhana.
Jahui yang menjahuimu, dekati yang mendekatimu,
Dan cintai yang mencintaimu, rasanya aku tidak kuat Bim, dia telah pergi , dan aku tidak pernah melihatnya lagi].
[ Berita kepergiannya, membuat aku terkejut, kamu tahu Ta, saat melihatmu bersimbah darah, aku ingin sebagai temanmu, ada disana, kamu pasti bingung, takut .Tetapi aku lega, Jenderal ada disana.]
[ Kamu tahu Bim, william sangat pucat, darahnya begitu banyak, masih bisa bicara ,masih bisa mengucapkan kata - kata perpisahan pada kami semua, Aku sakit Bim, aku marajh pada Tuhan, aku gak bisa nerima nya Bim].
[ Setelah tidak dengan nya , aku lebih mencintai kenangan
Karena hanya kenangan yang mampu menghadirkan nya lagi
__ADS_1
Walau hanya dalam wujud ingatan....
Tapi hanya itu yang mampu membuatku bertahan.
Aku seperti wanita rapuh dan hancur karena masa yang kulalui.]
[ Sabar Ta, mungkin belum jodoh, Ta,
percayalah , akan ada seorang pria yang datang, sebagai masa depan mu, percayalah Ta...]
[ Entahlah, aku tidak percaya lagi
Sama yang namanya cinta, aku juga tidak memikirkan apapun lagi, ketika aku selangkah lagi menikah dengannya, kenapa cobaan maha dahsyat ini menghampiriku , apa salahku Bim?]
[ Setiap rasa sakit, akan memberiku
Dan setiap pelajaran ...mengubah seseorang , dan ingin rasanya aku akhiri lembar hidupku Bim].
[ Kemana teman ku yang kuat, kemana temanku yang optimis, Ta..., kamu tidak bisa melawan takdir, setiap manusia akan berpilang, dengan cara berbeda - beda.].
[ Aku mengucapkan, satu kata padanya,
sampai bertemu lagi secara tidak sengaja dalam keasingan, yahhhh aku dan dia semakin asing].
[ Ta, percayalah, suatu hari, engkau akan berjumpa dengan seseorang yang tak peduli dengan masa lalumu, karena ia ingin bersamamu di dalam masa depanmu. Lukamu menjadi prioritas nya , untuk menyembuhkan mu, kamu akan bahagia, percayalah Ta.].
[ Aku tak seperti kebanyakan orang yang kemarin putus, besoknya sudah memiliki kekasih baru. Aku tak bisa seperti mereka. Aku bodoh dalam melupakan.Entah mereka yang terlalu tangguh, atau aku yang terlalu bodoh. Tapi yang jelas, aku tidak pernah main- main dalam mencintai. Aku ingin sendiri ].
__ADS_1
Renata mematikan telepon dari Bima, dia tidak mampu lagi berkata - kata.
Aku hanya ingin bertemu dengan mu sekali ini saja. Melihat parasmu sekali lagi, mendengar sekali lagi suaramu dan tawamu, mencium aroma tubuhmu sekali lagi, mendengar cerita singkat mu hari ini. Aku hanya butuh bertemu mu sekali ini saja dan memelukmu sekali ini saja, setelah itu menghilanglah sejauh mungkin. Rasanya aku berjalan tanpa arah, rasanya aku terlalu menyedihkan, menjadi seseorang yang di tinggalkan, dia terluka di depan mataku.
Terimakasih,karena telah dipertemukan dengan sosok laki-laki yang penuh kesabaran.Lelaki yang memiliki sifat over namun dia sangat mencintaiku.Aku sangat kehilangan sosok pria yang melamarku, impian itu hancur hanya dalam beberapa jam, aku kehilangan.
Yang paling aku takutkan ketika aku sudah lama berjuang, tapi aku bukan jadi pemenang.Dan itu benar terjadi.
Kembalilah, aku ingin mencintaimu sekali lagi.
Renata terisak di ruang rumah sakit , mata sembab, linangan air mata, menghiasi hari - harinya .
Renata memasuki sebuah kamar, dimana disana mami William dirawat .
" Kita harus kuat ,hanya buat satu hari ii, pelepasan nya kepada pihak keluarga dan kedubes, sebelum di kremasi, " ujar Renata.
" Dia menjual apartemennya, dia juga selalu bicara jika dia tiada , apa yang harus aku lakukan. Ternyata dia sudah tahu , dia akan pergi, pergi meninggalkan kita selama lamanya," Renata kembali terisak.
" Ta, kamu masih muda, jangan patah karena takdir tidak memihakmu nak, mami sedih melihat kamu, kamu dilamarnya, tetapi tidak bisa di nikahi nya. Kamu di sayanginya dengan segenap hati, namun tidak bisa di milikinya. Kamu, ii, om dan Willy harus kuat, inilah ujian dalam hidup kita ", ujar mami William mebgusap air matanya dengan tisu.
π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment