
Renata merapikan pakaiannya, Yudha membantunya.
" Ke rumah mami pamitan yukk, " ujar Yudha.
Renata mengangguk.
Melalui pintu doraemon, Renata dan Yudha ke rumah orangtua Yudha.
" Mami lagi masak apa?".
" Mami gak pernah masak, nih hanya rapi in masakan si mbok".
" Hehehhehe, "ujar Renata.
" Mi, kami honey moon ya, Yudha udah ambil tiket, ke labuhan bajo dan Bali.
" Kalian cuti nak? " Tanya sang mami.
" Iya mi, " ujar Renata dan Yudha berbarengan.
" Ya udah, memang layaknya kalian honeymoon, ini baru nikah usah door kerja terus."
" Jangan lupa, harus buat cucu untuk mami," ujar mami Yudha tertawa.
" Doain ya mi, ujar Yudha memegang pundak sang mami."
" Iya nak, mami doain ."
" Kamu juga ,tunjukkan dong kebolehan kamu nak".
Renata dan Yudha tertawa cekikan.
" Biar papi dan mami antar ke bandara."
" Ya mi....," ujar Yudha dan Renata serempak.
" Gimana perutnya dek, aman?" Tanya mbak kedua.
" Udah selesai haid mbak, bahkan di hari ke 3 da 4 udah tugas."
" Jangan minum soda dan kurangi makan instant, okeyyyy".
Renata mengangguk .
__ADS_1
Mami dan papi Yudha mengantar mereka ke bandara.
Yudha tidak melepaskan pelukan di pinggangnya .
Seperti biasa, Renata sibuk membaca buku cerita misteri, buku berbahasa Inggris, kemanapun Renata , pasti menenteng 2 buku tebal.
Renata asik dengan alur ceritanya.
Sedangkan Yudha sibuk dengan laptopnya. Renata mengerutkan dahi, melihat laporan neraca dan rugi laba , laporan penjualan yang sedang di cek Yudha.
" Mas kenapa gak pernah keliatan ngantor?".
" Mas , jarang ke kantor, penyajian datanya kan online pakai sistim SAP, jadi mau dimanapun ,mas bisa monitor ," ujar Renata.
" Mas sering ke lapangan, ada beberapa orang kepercayaan , yang mewakili mas, tetapi keputusan, mas yang tetapkan."
" Peruasahaan apa mas?".
" Sebenarnya semua perusahaan papi, mas hanya bantu urus , karena anggota Polri kan gak boleh berbisnis, ada peraturannya".
" Semua mas urus , karena papi gak bisa , mas sudah beberapa kali ngurus, agar pensiun dini, karena perusahaan papi , namun belum di Acc pimpinan."
" Pimpinan perusahaan masih papi, mas hanya membantu , namamas tidk d dalam jajaran dewan direksi, mas hanya ngecek, dan memutuskan papi .
Renata mengangguk.
" Kalau suatu saat mas megundurkan diri, gak masalah kan yaaang?".
" Renata gak bisa jawab mas, bingung, " ujar Renata.
" Namun rasanya aneh, mas gak menjadi aparat negara, " ujar Renata.
Renata kembali membaca buku novel misterinya.
Ketika Renata lelah, diapun tertidur, Yudha membaringkan Renata di pundaknya .
Yudha tersenyum melihat wajah sang isteri .Yudha beberapa kali mencium pipi dan puncak kepala Renata. Ketika di cium Renata pasti selalu bergerak, Yuhda pun tersenyum.
Mereka pun sampai di bandar udara Internasional komodo. Bandar udara domestik yang terletak di, Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Indonesia. Bandara ini terletak di Pulau Flores.
Sebelah tangan Renata menyeret kopernya, demikian juga Yudha.
Sebuah mobil Alphard menjemput mereka.
__ADS_1
Renata sempat bengong, namun Yudha sudah menarik tangannya masuk .
Renata baru kali ini ke labuhan bajo, biasnaya dia bertugas di Bali , beberapa kali .
Beberapa kali bertugas ,hanya karena gabungan dengan tim lain. Renata sering menyisip , karena kemampuan IT nya , diperlukan .
Mereka menuju sebuah Hotel , dan di dalamnya terdapat beberapa Villa, terpisah dari hotel, namun satu kawasan dan satu manajemen.
Renata tersenyum melihat pemandangan laut , begitu indah terbentang .
Villa dan hotel yang baru di bangun itu, sangat mewah, bahkan berbagai vasilitas penyewaan kapal Phinisi.
" Kapal phinisi labuan bajo live aboard Samara menyujukan pengalaman terbaik diatas laut komodo. Saat sunset di ufuk barat dan segarnya udara lautan, penuh kehangatan romantis bersama pasangan mu diatas phinisi samara. Begitulah isi fleyer yang Renata baca."
Kapal samara dibagi menjadi 2 yaitu kapal Samara I dan kapal Samara II. Phinisi Samara I merupakan kapal yang sedikit lebih besar dari samara II.
Kapal ini memiliki area lounge bersama yang luxury, dimana bisa bersantai bersama sambil menikmati sunset.
Renata dan Yudha memasuki sebuah Villa, Villa minimalis berlantai 2.
" Kenapa gak nginap di hotel yaaang? "tanya Renata.
" Lebih enak di Villa yaaang, lebih privasi, ada swiming poll pribadi."
Renata memnuka gorde, dan terpapang lautan biru.
" Indah banget mas, " ujar Renata .
" Sukaaa?".
Renata mengagguk .
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan lupa
Like
__ADS_1
Vote
koment