
NB: Cover beganti, karya ini di sempurnakan pihak noveltoon , dengan pemberian cover . Makasih support semuanya .
Semoga dimanapun kita berada, selalu sehat, bahagia dan dalam perlindungan Tuhan.
Makasih like, vote yang diberikan, serta koment dan support dari pembaca.
my IG Christian Lenny elisabeth
Masih ada perasaan kikuk, karena Renata gak begitu mengenal keluarga Yudha, hanya mengenal keseharian Yudha , karena mereka sering bertugas dalam satu tim.
Cuaca tidak begitu bagus, Renata masih kecapekan, dia pun tertidur selama di perjalanan.
Yudha membangunkan Renata ,ketika pesawat akan mendarat .Perlahan Renata membuka matanya . Renata pernah bertugas di Solo, pertama kalinya lulus akademi kepolisian .Renata masih ingat, beberapa senior polwan, ada yang tidak bersahabat dengan nya. Renata bahkan pernah nangis bombai, di jadikan kacung, karena senior nya , gak bisa melihat Renata santai sedikit pun, tidak ada yang instant , kalau ada yang isntant yang enak, yah hanya mie instan , hehehehe.
Renata memakai jaketnya. Jaket pemberian William. Jaket itu special William desain dan tempah kan dengan temannya di LA.
Renata mengusap jaket pemberian William.
" Apa kabarmu ya ko, lihatlah, hidup dan takdir mempermainkan kita, ujar Renata sedih dan merenung dalam hatinya.Jika Jimie katakan aku wanita yang gampang melupakan, jujur tidak segampang membalikkan telapak tangan , aku melupakan kisah kita. Aku juga harus menjaga perasaan pasangan ku kini, aku juga gak boleh larut memikirkan mu, karena akan ada hati terluka. Tahukah kamu ko, di posisi aku ini , terkadang serba salah, doakan aku, mampu melewati nya, doakan aku bisa bahagia , dan kamu juga bahagia disana."
" Yaaang, kenapa melamun? " tanya Yudha .
__ADS_1
" Maaf ...," ujar Renata menyandang tas selempangnya .
Renata melihat gugusan awan.
Yudha menggenggam tangan Renata.
" Kita akan tugas di Solo, kembali bertugas di kantor pusat. Setelah pulang dari Medan, apa gak mau kita honeymoon yaaang?".
" Zizi kan mau melahirkan mas, " ujar Renata.
" Benar juga, nih gara - gara Coco, Coco buat kacau, " ujar Yudha.
Renata tertawa terkekeh.
Yudha juga tertawa , sambil mengusap rambut Renata.
Keluarga Yudha terbagi di beberapa pesawat, sepupu Yudha ada balik ke Bali, ada yang balik ke Manado, Pontianak, Jambi, Jakarta dan Palembang, keluarga Renata juga demikian.
Bahkan beberapa sepupunya berada di luar negeri .
Sebelum menikah, Renata dan Yudah sudah melalui test kesehatan. Keluhan Renata saat haidnya sakit, sudah di cek dokter kandungan, masalah hormon Renata , gak stabil, jadi di beri obat , dan secara berkala harus wajib cek.
Biasanya mereka selalu rutin cek kesehatan, tetapi cek kandungan sangat jarang.
__ADS_1
Sesampai di bandara, Yudha mengurus bagasi, beberapa koper Renata, dan kedua orangtuanya, Yudha urus .
Mami Yudha menggenggam erat tangan menantunya .
" Yudha anaknya tegas, terkadang ter kesan ego, namanya cowok, tekadang ada kalanya ego, namun semakin berkurang, semakin tua kali Ta, " ujar sang mami .
" Dia sangat di sayang kedua mbak nya, ponakan nya, dia suka anak kecil, rumah mbak nya, dan kita, bersebelahan, dulu komplek ini, tanahnya milik keluarga papi, terus papi bangun perumahan, tetapi satu lokasi buat kita sekeluarga kita . Bisa di bangun beberapa rumah. Desain bangunan , sesuai selera masing ."
" Papi mau, semua anaknya dekat, di hari tuanya, walau sibuk bertugas. Sebenarnya Papi sudah menyuruh Yudha berhenti bertugas, melanjutkan perusahaan, namun Yudha tidak mau. Mungkin karena hatinya di kamu Ta, juga karena darah pengabdiannya buat negara," ujar mami Yudha.
Renata gak tahu harus nanggapi apa.
" Mami berharap , kalian cepat dapat momongan , biar mami dan papi yang jagain, tetapi jangan terlalu di pikirkan, orang tua umumnya gitu Ta, anaknya belum nikah, pasti di tanyain, kapan nikahnya ,begitu nikah, pasti di tanyain, kapan punya anak, jalani aja nak, jangan jadi beban".
Renata mengangguk.
π¨ββοΈπ©ββοΈπ¨ββοΈπ©ββοΈπ¨ββοΈπ©ββοΈπ¨ββοΈπ©ββοΈπ©ββοΈπ¨ββοΈ
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment