
Yudha menarik tangan Renata. Dan Ketika Renata menahan langkahnya, dengan cekatan sang Jenderal menggendong Renata seperti sekarung beras. Renata memukuli bahu Yudha, namun kulit Yudha seperti kulit badak, tidak bergeming sama sekali.
" Turunkan aku Jederal,kamu melakukan kekerasan fisik, bisa aku laporkan ,bisa aku buat BAP , "ujar Renata penuh amarah.
" Yah udah , lapor aja, biar aku hadapi ," ujar Yudaha tersenyum .
" Malahan bagus, aku akan bilang ke atasan, buat menikahkan kita langsung , "ujar Yudha.
" Kamu gak jelas banget sihhh, dasar Jenderal gila".
" Gila gini kamu masih cinta kan yaaang, masih sayang kannnnn".
" Mimpi..., kamu tuh gak ada apa - apanya Jenderal, jangan belagu. "
" Gantengan ko William, ko Jojo, dan Bima, lebih muda , lebih romantis, lebih peka dan gak mata keranjang , pembual atau pemaksa."
" Dengar ya Ta, pagi itu, mas sarapan, dan tidak sengaja ketemu dengan Liana Santoso, gak lebih , dia yang bawa sarapannya ke meja mas, tapi kamu tau Ta, Pandawa juga bergabung sama kami, masa hanya makan gitu, kita putus sih, gak adil, " ujar Renata.
" Kamu bukan double kill Ta, langsung savage langsung kamu buat, jelas mas gak terima."
" Kamu cemburu, dia bilang , mau nyari kesempatan? Itu gak akan pernah mas berikan buatnya . "
" Mas suka kamu cemburuan Ta...., " ujar Yudha.
" Gila deh nih Jenderal, PD nya gak tanggung- tanggung, " ujar Renata.
" Mas gak PD Ta, mas senang banget, berarti kamu dan mas sehati, sama - sama cemburuan tingkat dewaz , hehehehe...," ujar Yudha.
" Kenapa putus dengan dia ?".
" Kami pacaran ,jarang ketemuan, lagian mas menerima dia awalnya hanya karena kasihan, dia udah lama ngejar mas, dari pada pusing, yah di jadiin aja, trus mas gak pernah jumpa sama sekali sma dia, suatu waktu, dia mita pindah tugas di Pontianak sama mas, mas hanya bicara seperlunya".
" Sudah ciuman sama dia?".
" Gakkkkk, jangan kan ciuman, pegangan tangan juga gak", ujar Yudha.
" Mas sudah lama menyukai mu Ta, jauh sebelum pacaran sama Liana, kamu cuek, kamu gak pernah bisa di dekati, mas bahkan pacaran sama Liana , kamu gak peduli, kamu santai, dan mas hanya gunakan Liana buat manas manasi kamu".
" Dasar jenderal jahat".
" Dia bilang coba jalani, trus mas gak ada rasa apa - apa , kalau dia katakan pacaran 2 tahun, itu bualannya dia, 2bulan kami udah pisah Ta."
" Lumayan 2 bulan, kita 2 hari," ujar Renata.
" Gak, kita gak putus, putus itu harus ada persetujuan kedua belah pihak, dan ingat ya Ta, kamu itu bukan hanya pacar mas, tapi calon ibu anak- anak mas kelak.
__ADS_1
" Salah makan obat deh, " ujar Renata .
Yudha membawa Renata menyusuri Jalan.
" Kamu gak tahu jalan Mas?".
" Sengaja, biar lama kita ngobrolnya yaaang ".
" Aku lelah mas, " ujar Renata.
" Baiklah, jangan pernah jadi Dj, dan jangan pernah pakai baju dres ngepas di badan ,kamu tahu gak Ta, badan kamu mengundang selera anakonda".
" Emang aku sapi, atau banteng, makanya anakonda selera makan, apa aku membelit, parah dehhh, mas yang benar aja ,hina sama muji gak tau yang mana yang benar".
" Pinggang kamu kecil, dada kamu besar, dan pantat kamu menggoda."
" Mas medummmmm, ihhhhh".
" Mas ngomong apa adanya, diliat dari sudut pandang mas sebagai seorang pria ,yah mas katakan sebenarnya .Kamu itu cantik, pintar, hanya sering berpakaian buat siapapun mati berdiri."
" Kamu butuh latihan fisik, tugas itu gak hanya sebatas di komputer, tugas juga dimanapun Ta, mas akan melatihmu kembali."
" Ku malas bangettttt, "
" Kita , udah baikan kan?".
" Gakkkkk," ujar Renata..
" Please yaaang , kamu buat mas gila".
" Biar aja , gila sekalian, "ujar Renata membuang pandangannya ke samping jalan.
Yudha menghentikan mobilnya ,mendekatkan badannya ke Renata .
" Ta....".
" Mas seperti anak- anak, gak kebagian permen dehhh".
Yudha dan Renata saling menatap dan tertawa.
" Kenapa tertawa sihhh, " ujar Renata.
" Kamu duluan tertawa Ta".
" Kamuuuu duluan".
__ADS_1
Yudha membelai wajah Renata.
" Kamu marahan, buat mas bengong, buat mas buntu, apapun di kalani gak enak banget, tidur gak nyenyak," ujar Yudha.
" Puisi tempo doeloe deh mas, kreatif dikit kenapa?" ujar Renata .
" Kamu itu seperti kartu debit, setiap mau belanja, keingat di bawa, ketika duduk di manapun setia menemani, apa udah kreatif yaaang?".
" Kalau mas bilang aku kayak kartu kredit, yang bunyi di..dit..., beneran ku putusin, " ujar Renata.
" Berarti kita gak putus kan 2 hari yang lalu?".
" Terserah ahhhh, " ujar Renata menutup wajahnya dengan tangannya .
Yudha meraih wajah Renata , dengan lembut Yudha mengulum bibir ranum Renata. Mereka pun saling bertautan .
Ciuman panjang itu , melepaskan kerinudan, lekesalan , di antara mereka .
" Nginap di kamar mas ya yaaang".
" Gini nih , di kasi hati ngelunjak, sabaarrrr...sabar...., mau bar bar deh, model cowok gini ".
" Jangan bar bar dong yaaaangggg, mas hanya pengen kita duduk ,menikmati malam di kota medan, menikmati udara.Pacaran jarang - jarang , beda kota, sekali sama tugas di satu kota , malahan pergi sama cowok cakep".
Renata hanya tersenyum .
" Mas harus cepat lamar kamu yaaang, menikah dulu, baru kita pacaran, dan mas akan bawa kamu kemanapun mas tugas".
" Mas lupa ingatan, profesi kita sama, tugas kan bisa beda".
" Pauk bangetttt".
" Ihhhh ngomongan kamu mirip orang medan banget deh Ta, apa kamu sering ke medan?".
" Mas gak tau, aku ini anak medan, preman Sambu, hehehe, kalau mas bilang preman sambu aja ,orang udah ngerti, Renata tertawa."
π¨ββοΈπ©ββοΈπ¨ββοΈπ©ββοΈπ¨ββοΈπ©ββοΈπ¨ββοΈπ©ββοΈπ©ββοΈ
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1