Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Penahluk 2


__ADS_3

Yudha mengusap wajah Renata dengan lembut, mengecup dahi Renata .


" Tidur la yaaang," ujar Yudha.


Renata pun mengangguk .


Yudha menutup pintu kamar Renata. Yudha tahu Renata sangat dalam terluka, sangat terlihat jelas dari tatapan matanya .


Yudha merasa sesak dalam hatinya. Bagaimana cara dia menahluk kan hati Renata, jauh lebih berat dari menumpas pasukan musuh .


Mentari datang menyisakan embun di daunan, Renata berenang, dan sudah bisa di pastikan. lawan jenis pun terpikat akan pesona Renata. Wajah yang cantik, body yang aduhai, sexy ,membius para pria .


Awalnya pengunjung kolam di hotel tidak begitu banyak, tetapi karena kehadiran Renata,membuat para pria berjejer duduk di seputaran kolam renang, bahkan banyak yang berenang .



Yudha sudah rapi, dan duduk.di balkon, begitu terkejut melihat sosok wanita yang berbody sexy, memakai pakaian renang lumayan sexy , dan ketika wanita itu mengenakan bathrobe , membuka kaca mata renangnya dan topi nya, Yudha terkejut melihat kekasihnya. Yudha bergegas turun, dari balkon kamarnya.


Renata terkejut melihat aksi Yudha.


Renata berdiri dan ketika bergegas menyusuri seputaran kolam . Renata bergegas namun sebuah tangan menghentikan langkahnya .


" Ta, kamu jelasin , kenapa bisa sampai di tonton begitu banyak laki- laki, kamu gak liat, pengusaha, anggota kepolisian, pengunjung memperhatikan kamu."


" Kalau aku peduli sama mereka, aku gak bakalan bisa menikmati hidup aku yang normal mas, aku anggap aja di bali, banyak berseliweran melebihi pakaian aku fine fine aja, mas lrotek banget deh, gak karuan banget."


Yudha pengen marah, namun merdam amarahnya .


" Asal mas tahu, aku berenang dari pukul 6 pagi, terus merekanya aja keganjengan kan, aku gak punya kolam renang pribadi, ini tempat jmum, hotel, apa aku usir mereka? yang benar aja mas, " ujar Renata.


Yudha kehabisan kata - kata .


" Ta, kamu seperti mau ditelam mereka".


" Bodohhh...., " ujar Renata.


Renata bergegas memasuki kamar nya, namun terkejut saat melihat Yudha memasuki kamarnya .


Keusan Renata pun datang, dia membuka bathrobe nya.


" Kamu mancing mas Ta".

__ADS_1


" Kamu gak akan berani, kamu udah rapi banget," ujar Renata.


" Siapa bilang gak berani, "ujar Yudha mencium wajah Renata .


Yudha memeluk tubuh Renata , tangan Yudha menyusuri punggung Renata yang terbuka, Yudha menyesapi setiap ciumannya .


" Mas akan menghukum kamu syaaaang, " ujar Yudha berbisik di telinga Renata.


Tangan Yudhan menyusuri aset di tubuh Renata , deru nafas Renata dan Yudha bertautan bekejaran.


" Jangan pernah melakukan hal ini lagi Ta, "ujar Yudha.


Renata mengangguk.


" Mas sudah membeli baju renangmu tertutup, dan mas gak mau kamu memakai beginian, kalau sama mas boleh," ujar Yudha tersenyum.


" Dasar..., mas seperti melakukan embargo , ujar Reanta.


( Embargo adalah pelarangan perniagaan dan perdagangan dengan sebuah negara. Kata ini umumnya digunakan dalam perniagaan dan politik internasional. Embargo dideklarasikan oleh sekelompok negara terhadap negara lain untuk mengisolasikannya dan menyebabkan pemerintah negara tersebut dalam keadaan internal yang sulit.)


Yudha tertawa terkikik .


" Mas bilang , fisik ku kan lemah, jadi aku akan rutin jogging, aku akan rutin renang, judo dan taekwondo, " ujar Renata


" Keluar mas, ku mau mandi".


" Mas temani...."


" Gak, " ujar Renata.


" Kamu sangat sexy yaaaang, kamu menghidupkan inti diri mas".


" Ihhh, mas mesum banget dehhhhh".


Renata mendorong tubuh Yudha , hingga sampai ke depan pintu kamar hotelnya.


" Bergegas 10 menit lagi, ":ujar Yudha .


Yudha sudah memikirkan , kegiatan mereka hari ini. Semua sudah di persiapkan di halaman belakang hotel.


Renata bergegas mandi, mengenakan pakaiannya.

__ADS_1



Renata bergegas ke bawah dan mengikuti Bima serta teman lainnya menuju ke tempat pertemuan.



Bima tersenyum melihat Renata.


Mereka pun di panggil dengan kegiatan yang berbeda.


Bima bagian panjat tebing, Renata kebagian kegiatan memasak.


Ketika nama Renata di panggil Kegiatan memasak, semua orang yang mengenal Renata ngakak .


" Nih Jenderal ngajak perang, pengen di bom, ingat gak, di kem aku buat kegaduhan, gak bisa motong kacang panjang, bawang, tempe ku, nih Jenderal ada dendam apa sih Sama aku, Renata menggerutu."


" Peserta masak, semua bahan sudah di sediakan di depan kalian. Masak 3 menu, ikan atau daging, satur dan pelengkap , seperti tahu , atau tempe.Waktu masak 1 jam dari sekarang , " ujar Yudha tersenyum melihat paniknya wajah Renata.


Adam tersenyum, keingat , Renata menghancurkan dapur ketika bertugas memasak. satupun menutidak bisa dia buat.Dari situlah Adam suka pada Renata, wajah renata sangat lucu .


Renata memandang para polisi lainnya. Dengan cekatan mampu mengupas bawang, memotong sayur kacang panjang, Renata dengan tatapan fokus melihat apa yang mereka lakukan. Renata pun memotong kacang panjang, merebus telur. Renata gak bisa memotong ikan, ikannya dia bersihkan pun bingung .


" Astaga , aku akan ikut kelas belajar masak, mereka mem bullh ku, " ujar Renata komat kamit.


Renata memakai appron ( celemek) lupa memakai kain lap, ketika akan mengangkat wajan telur, Renata meringis tangannya terkena wajan.


" Ampun deh, aku gak akan bisa."


" Telur rebus udah , aku goreng tempe aja, hehehehe , ide Renata pun muncul."


Renata mengambil kuali, menaruh sedikit minyak, memotong tempe sampai pakai penggaris, semua tertawa melihat ulah Renata.Renata menghidupkan api kompor gasnya, kemudian ketika minyak panas Renata meloncatkan tempe sembarangan, karena ketakutan minyaknya muncrat ke tangannya.


Pandawa ,Adam , Yudha pun tertawa terpikal pikal melihat ulah Renata.


πŸ€£πŸ˜…πŸ˜†πŸ€£πŸ˜…πŸ˜†πŸ€£πŸ˜…πŸ˜†πŸ€£πŸ˜†πŸ˜…


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2