Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Hujan


__ADS_3

Yudha memberikan wedang jahe pada Renata.Mereka menikmati suasana sejuk, karena hujan masih betah bertahan.


" Dingin yaaang? " tanya Yudha.


" Hmmmm, ke danau batur yok yaaang, hujan gini kabutnya bagus".


" Yakin?".


Renata mengangguk .


Dengan sweater, Renata dan Yudha pun menuju danau batur .Renata menggores telunjuknya ke kaca mobil, Renata sangat suka melihat titik titik air di kaca mobil .


Yudha tersenyum melihat sang isteri .


" Mas apa takut sama Gustafo?".


" Gak, kenapa harus takut, kita berdua harus bersiasat yaaang, mas hanya mau liat, pergerakannya seperti apa".


" Harusnya dia mendatangi kamu di cafe, mas sudah langsung mau nanya dia, maunya apa, lain kali, jangan larang mas , ingat ya".


" Tata gak suka , ribut- ribut".


" Kalau memang harus , jangan dia mencoba mengusik isterinya mas, bisa rata dengan tanah".


" Jangan krimial mas".


" Harga diri mas sebagai suami dan kepala keluarga tidak bisa tidak, jika dia mengganggu , dia tahu akibatnya," ujar Yudha menatap Renata.


" Kalau lihat sikap mas gini, mas keliatan protektif, posesif dan bucin banget, "ujar Renata menahan tawanya .


" Mas serius sama kamu yaaang, perasaan mas gak pernah berubah . "


" Pertahankan Jenderal, " ujar Renata menaik turunkan alis nya.


Tidak lama kemudian, mami Renata menelepon.


πŸ“žHallo.....


πŸ“ž Hallo mi....


πŸ“ž Nak, bagaimana ? apa udah isi?

__ADS_1


πŸ“ž Yah uda mi, isi nasi, isi kopi.


πŸ“ž Mami serius nakkk.


πŸ“ž Mami usil deh, bolak balik nanya, mas buat Tata kepikiran, mi, baru nikah loh, baru jalan bulan ke 3.


πŸ“ž Mami pengen punya cucu Ta.


πŸ“ž Mami nanya nya ke Jenderal aja dehhhh, usaha nya kan udah full, ujar Renata terkikik.


πŸ“ž Kamu bisa ngeles deh Ta....


πŸ“ž Kami masih muda mi, Renata juga mau ujian kenaikan pangkat, masih banyak misi.


πŸ“ž Ta, misi gak akan habis, kalau kamu hanya mikir karir, gak akan ada habis - habisnya.


πŸ“ž Jenderal juga udah mau kepala 3.


πŸ“ž Ta..., ada nelepon ke rumah, beberapa minggu lalu, dia mantan bos kamu, orang Turki gitu Ta, cakep, tinggi, brewokan , tetapi gantengnya polll, mantan bos kamu sewaktu di swiss, dia bilang gitu.


πŸ“ž Mi, jangan di tanggepin.


πŸ“žTumben banget, papi peka mi, dia aja gimana dulunya ke mami.


πŸ“ž Jangan di ungkit Ta, papimu sangat sayang sama kamu, ingat mami juga punya salah, gak ikut papimu tugas .


πŸ“ž Gak alasan deh mi.


πŸ“ž Kami pernah mengalami kegagalan pernikahan, menikah kembali, kalian jangan meniru kami ya Ts, harus sehati, pengertian, dan mengingat komitmen. Mendapatkan seseorang gampang Ta, mempertahankan itusulit.


πŸ“ž Ya mi, Tata akan ingat.


πŸ“ž Jangan capek - capek ya nak, mami doakan selalu buat kalian.


πŸ“ž Udah ah mi, mami bahas anak melulu.


πŸ“ž Bye nak...


πŸ“žBye.....


Yudha tersenyum melihat ke arah Renata .

__ADS_1


" Apa kamu belum siap punya anak yaaang?".


" Entahlah mas, Tata belum mikir".


" Gimana belum mikir yaaang, terkadang kita bertukar kebijakan, kadang kamu team leader , kadang mas".


" Kita jangan nunda ya yaaang, mas akan usaha".


" Mas ingin, melihat anaknkita , seperti wajah kamu yaaang".


" Tata juga pengen liat wajah mas , pengen lihat duplikat mas".


" Mas mau ngasuh anak?".


" Mau dong, mas akan bawa ke kantor, kenalkan dia pekerjaan mas seperti apa".


" Yaaang, apa mas boleh mengundurkan diri?".


" Tata terserah mas aja, tapi Tata tetap pada profesi Tata, mas gakntega yah ,liat papi".


" Papi sangat sibuk, kesehatan papi juga laporannya tidak begitu bagus".


" Mas juga kasihan lihat mbak pertama , terlalu lelah, anaknya terkadang harus suaminya yang handle, keluarga mereka jangan sampai bermasalah, wanita di luaran , sangat gampang mencari cela."


" Hmmm ...., mas baru sadar, begitulah Liana lakukan sama kita mas, ngatain persoalan mbak pertama mas sadar, soal Liana hmmmm, mas bisa khilaf, gitu kan mas?".


" Maaf yaaang, mas bener gak pernah ada niatan apapaun."


Renata dan Yudha pun sampai ke danau Bathur, beberapa kali Renata berpose, sangat indah, banyak kabut, dan hujan hanya satu satu masih ada.


Renata dan Yuhda berpose berdua, meletakkan kamera di sebuah batu, banyak pose mereka di ambil dan Yudha sangat menyukainya .


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan Lupa


Like


vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2