Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Musuh Terbesar


__ADS_3

Renata kembali membuka satu file dan di dslam nya terdapat video beberapa penahlukan sang presdir dengan beberapa wanita.


Dan Renata wajib harus menyimak video tersebut, membuka nya dan terdapat tanggal pembuatan rekaman tersebut, kemudian beberapa bulan terakhir , Renata melihat ada 2 wanita kantor terlibat, seketaris dan bagian IT disana .


Renata sudah mulai membuka benang merah, mempersempit cakupan yang harus di amati .


Renata memprint wajah wanita yang terlibat skandal dengan presdir.


" Sangat jarang pria bisa setia, mereka merasa diri mereka sukses, bahkan isteri pertama sudah meninggal, selingkuhan kemudian di nikahi dan anaknya kemudian mewarisi semua kekayaan ini."


Renata sempat melihat sosok wanita yang begitu acuh. ketika suaminya di makamkan, tidak ada air mata,reaksi nya datar , sama seperti reaksi sang anak .


Terkadang , waktu sang pengusaha tidak bisa membeli kedekatannya dengan keluarga dan anak anak nya. Bahkan penghianatan nya bisa jadi isteri nya ketahui, dan membiarkan begitu saja.


Renata melihat Yudha dan 2 penyidik di ruang tamu .


Renata membawa berkas dan data copy an USB.


Semua terpaku dengan fakta baru yang Renata dapati .


" Kepala It ,harus di telusuri, dia pemilik permata yang hilang, dan satu wanita lagi sekretaris presdir."


" Masih ada sosok yang kuat di balik ini semua, yang handal IT," ujar Renata.


" Entah itu kaki tangannya, atau dirinya sendiri, masih kabut, " ujar Renata.


" Apa anak presdir kalian liat normal?".


" Mirip psikopat, "ujar Renata.


" Namun diam belum tentu berifat jelek, "ujar Yudha.


" Bisa jadi pembawaannya , " ujar salah satu penyidik .


Renata mengangguk .


Sesudah penyidik kembali, Yudha dengan lelahnya menggendong sang isteri, menaiki lift dan menuju ke kamar mereka.


Yuhda membawa Renata ke kamar mandi .

__ADS_1


" Tugas ini membuat kita lelah yaaang, mas dan kamunperlu multi vitamin dan amunisi, "ujar Yuhda berbisik di telinga Renata.


Renata mengangguk .


" Mas terlihat lelah," ujar Renata.


" Menangani perusahaan , butuh fokus, sementara 1 profesi menuntut kecepatan dalam menghandle," ujar Yudha.


" Mas jangan sampai stres".


Yudha mengangguk .


Mereka kembali melakukan peleburan, Sore itu menjadi milik mereka, di sofa dan beberapa tempat menjadi berantakan, peleburan mereka.Dan sesudah pertarungan , terlihat Renata tertidur.


Yudha membereskan ruangan dan kembali memeluk tubuh wanita yang sangat dia sayangi.


" Kamu sangat gigih yaaaang, kamu bertugas dan memiliki kemampuan, semakin hari semakin kelihatan keunggulanmu dari tim lain, mas bangga , kamu pintar, pelucu, kamu mencairkan mas yang kaku ".


Ketika sudah pukul 8 malam, PerlahanRenata membuka matanya .


" Sudah bangun yaaang".


" Mami panggil kita makan ke rumah induk, yuk yaaang, siap - siap."


Renata mengangguk .


" Duh pasangan ini, keliatan muka bantalnya deh," ujar mbak pertama.


" Hmmmm, mbak iri bilang".


" Iri lah dek, makanya celetan stay di kantor, kasihan papi, tuh papi tambah kurusan."


" Pikirkan kata - kata papi nak".


Yudha mengangguk .


" Kalau Yudha gak bertugas lagi, "apa kamu gak masalah Ta? tanya mami Yudha menatap Renata.


" Jujur bagi Renata ,rasanya asing, otomatis akan keluar dari kegiatan ibu bhayangkari, dan jujur menjadi pengusaha, bukan impian Tata memiliki suami profesi itu mi.Karena terlalu banyak selir dan penggoda."

__ADS_1


" Mami tahu sendiri, selama papi tugas, perjalanan papi seperti apa, namun semua Renata serahkan pada mas Yudha. Jujur perubahan akan sangat drastis, dan Renata tidak akan melepas profesi , karena inilah dunia Renata , sejak kecil ," ujar Renata dengan tegas.


Suasana makan , menjadi senyap, Renata banyak bermain dengan pikiran nya. Renata sosok yang biasanya mencairkan suasana.


Namun dengan diamnya Renata, keluarga menjadi serba salah. Renata tidak banyak makan, dan juga beberapa kali menjawab telepon.


Renata mengurung dirinya di ruangan kerjanya, kembali membenamkan dirinya membuka sandi beberapa folder.


Sebuah ketukan membuat Renata menoleh.


" Ya, masuk...".


Yudha duduk di hadapan Renata.


" Kamu terlihat sedikit extra sensitif yaaang,".


" Ya...," ujar Renata.


" Apa karena fakta presdir itu berpetualang dengan banyaj wanita?".


" Ya, " ujar Renata singkat.


" Aku kena mental mas".


" Kamu masih meragukan mas Ta".


Yudha memeluk leher Renata , dimana Renata duduk di sebuah kursi kerja.


" Yaaang, mas sudah lama mau mengundurkan, diri .


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2