Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Caramu Mencintaiku


__ADS_3

Kita singgah ke rumah sakit," ujar Renata.


" Ini hanya luka sedikit yaaang, "ujar Yudha.


" Luka nya dalam mas".


Renata terlihat cemas, Yudha sangat senang, ada sebuah tempat dirinya dalam hidup Renata.


Mereka pun sampai ke rumah sakit angkatan darat, Yudha pun segera ditangani dokter.


" Lukanya harus di jahit, bukan luka dati tembakan, hanya luka karena pagar. " ujar seorang dokter wanita , seumuran Yudha.


Yudha hanya tersenyum, menggenggam tangan Renata. Sang dokter memandang ke arah Renata dengan tatapan tajam .


" Anda menunggu di luar saja," ujar sang dokter.


" Tidak, dia disini saja," ujar Yudha.


" Kamu jangan berulah Yud, dia bawahanmu kan, jangan bermain - main", ujar sang dokter.


" Saya serius, gak main - main, dia memang bawahan saya, dan juga isteri saya," ujar Yudha.


Gunting sang dokter terjatuh dari genggaman nya.


" Isteri? kapan kamu menikah? "tanya sang dokter".


" Beberapa bulan lalu, " ujar Yudha tersneyum memandang Renata penuh dengan pemujaan.


Bima, Bian, Samuel menahan senyuman.


" Hari ini berbalik arah, tapi cemburuan jenderal lebih ganas dari monster, buku aja terbalik, " ujar Bima tertawa ngakak .


Dari jauh beberapa dokter senior dan junior melangkah, dan mereka bengong melihat sosok Renata disana.


" Ta...., gimana kabarnya?" luka lagi ? sini saya aja tangani, " ujar Bram.


" Eitsss, bagian Renata saya aja Bram, "ujar dokter Eko.


" Tidakkkk, saya aja ," ujar Roy berlari menarik tangan Renata.


Namun tangan Renata tetap dalam cengkraman kuat Yudha.

__ADS_1


" Dokter, " ujar Renata terkejut .


" Kalian lagi ngapain disini ?" tanya Renata.


" Lagi rapat kordinasi, apa yang luka lagi?" tanya Roy.


" Gak ada yang luka, aman berjaya, " ujar Renata tersenyum.


" Ta, miss youuu, " ujar Bram.


" Dasar dokter norak," ujar Renata menajamkan matanya .


" Eittts tangannya kenapa gini banget, Ta..., nge date yuuuuk, mumpung kami disini tugas 3 bulan Ta", ujar Roy.


" Nihhhh, liat gakkkk? " ujar Renata memamerkan cin cin di jari manisnya.


" Kamu tunangan atau udah nikah Ta?" ujar Roy syok.


" Ya nikah dong, " ujar Renata.


" Tali William udah ninggal Ta", ujar Bima.


" Ya...",ujar Renata.


" Ini suami aku, kenalan dulu, " ujar Renata menahan senyum.


Wajah Yudha sudah sangat ketat, memandang ke arah Ketiga dokter dan beberapa juniornya.


" Sudah selesai, " ujar dokter tersebut menatap Renata dari atas sampai bawah .


" Liana ke dua mas, " ujar Renata mengedipkan matanya dan sengaja mengecup bibir Yudha.


" Taaaa....," jerit ketiga dokter senior.


" Iri ??? bilang bos, " ujar Renata duduk santai menatap dokter tersebut.


Yudha berdiri dan duduk di samping Renata.


" Mau reunian yaaang,?".


" Kenalan dulu mas, sama 3 dokter teman Tata. Mereka dokter paling sering bantu, kalau Tata terluka sewaktu bertugas," ujar Renata.

__ADS_1


" Saya Yudha," ujar Yudha menyalami ke 3 dokter.


Roy, Bram dan Eko menjabat tangan Yudha.


" Lapor Jenderal Yuhda, misi selesai, beberapa orang terluka sudah mendapatkan penanganan ," ujar Samuel.


Roy, Eko dan Bram terkejut dnegan pangkat Yudha.


Masih muda, namun mempunyai prestasi luar biasa, sehingga bisa di posisi seorang jenderl muda dan bebakat , dan pasukan termuda mendapatkan beberapa kali penghargaan dari berbagai negara.


" Kita kembali ke markas, ujar Yudha menatap Bima , Bian , Taka dan Samuel".


" Siap Jenderal, " ujar mereka serempak.


Yudha meletakkan tangannya di pinggang Renata, sambil menatap ketiga dokter senior.


" Pamit dulu dok, maaf nge date nya di tunda, lagi sibuk, " ujar Renata.


" Luka di kaki kamu gak bekas kan Ta?".


" Gak sama sekali dok, gak sia - sia dokter ambil bedah kecantikan, hasilnya sempurna, 3 bulan tugas disini kan dok?".


Mereka menganggukkan badan.


" Kapan kapan , kita ketemuan sama Jenderal Adam, dia suka cerita soal 3 dokter sambleng," ujar Renata tertawa.


Bian, Bima, Taka memandang mimik wajah Yudha menahan rasa cemburu, mereka pun menahan senyum kembali ke mobil. Taka mengendarai mobil tersebut, sedangkan Bian di sampingnya .


Renata menyandarkan tubuhnya di jok mobil, terasa sangat lelah .


Sesampai di markas, semua berkas sudah terkumpul, surat penugasan penangkapan pun dilakukan. Yudha dan beberapa anggota lainnya.


" Pelaku sudah di awasi, bandara juga sudah di kontek agar tidak memberi ijin terbang, sampai kasus pembunuhan ini terungkap, " ujar Yudha dengan tegas.


Renata tidak di ijinkan Yudha bertugas, Renata mendekam di salah satu ruangan pemeriksaan dan tidur , dan perlahan tertidur.


❤❤❤❤❤❤❤❤


Jangan lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2