
Yudha memberikan laptop Renata .Selama bertugas , laptop ini punya kemampuan lebih, karena perangkatnya sangat handal, dan harganya sangat spektakuler, karena memang berguna buat banyak misi dalam menggali banyak kasus.
Mereka menajadi pasukan gabungan, mencari lokasi senjata pemusnah masal.
Yudha membuka akses laptopnya, menyambungkan link ke akses laptop Renata.
" Mas mentok sampai disini, " ujar Yudha.
Yudha duduk di samping Renata.
Renata memasukkan kode, menembus beberapa area.
" Ini apa Ta?".
" Mereka sebagian ada buat di gedung, seputaran Negara M."
" Tetapi markas mereka di seputaran Kota kecil , di negara M, "ujar Renata.
Yudha memasak beberapa makanan, sambil melihat perkembangan pekerjaan Renata .
" Makan dulu Ta".
Renata pun makan tanpa suara, sesekali meninggalkan makanan nya dan kembali mengetik beberapa kode.
Yudha menyuapi Renata, Renata membeku .
" Gak...gak usah mas, Tata bisa sendiri,"ujar Renata gugup.
Detak jantungnya kembali dia rasakan berpacu.
" Cinta pertama yang sangat merepotkan , " ujar Renata dalam hati.
Selesai makan, Renata membawa laptop nya, menuju sebuah gedung.
" Kenapa disini Ta?".
" Penat banget mas, fotoin, " ujar Renata.
Yudha terpesona melihat body Renata .
" Kamu semakin kurus Ta".
" Aset gak kurus , " ujar Renata.
" Jangan kurus , soalnya pria mendambakan big".
" Dasar , mesum, " ujar Renata.
__ADS_1
" Tercipta dengan body seperti ini, di nikmati aja," ujar Renata.
" Kalau gak ingat iman, udah habis la kamu Ta".
" Apa William udah buat lebih?".
" Ngapain nanya- nanya, rahasia perusahaan," ujar Renata menahan tawanya .
" Kita Otw M?".
" Yup, sekarang, mas sudah menyuruh Time 1 dan 2 berangkat duluan, mereka stay di skni, Yudha menunjukkan 1 titik".
" Saat nya kita bersiap, kita akan ke daerah pusat, dan disana sudah ada pasukan dari berbagai negara. "
Renata mengangguk .
" Kita akan naik pesawat, 10 orang, dan berpencar, biar gak terdeteksi".
Renata mengangguk .
Degup jantung Renata kembali melandanya, Renata tetap mencoba profesional, meskipun rasa itu melingkupinya.
" Mereka sangat cerdik menutupi akses, namun masih belum bisa menandingi aksi aku dan Richard , " ujar Renata.
" Kamu suruh Richard dampingi juga, kita akan kuliti.semua," ujar Yudha.
" Perlu belajar, " ujar Yudha.
" Paling tidak , bisa membantu," ujar Renata.
" Siapa yang ajarin?".
" Zona", ujar Yudha.
" Ohhhh, " ujar Renata.
" Kemampuannya standart, Richard banyakan membantu".
" Pantas," ujar Renata.
" Untuk kasus ini, jangan libatkan Zona, awasi dia," ujar Renata .
" Sependapat, karena , jejaknya , kamu ada baca ? tanya Yudha menatap Renata."
Renata mengangguk .
Renata dan Yudha menyiapkan pakaiannya , mereka pun bergabung dengan tim inti .
__ADS_1
" Jenderal, pergerakan Zona , sepertinya mengarah ke Renata, seperti akan menjebak Renata."
" Awasi dia. Dia sudah saya pisahkan dari tim kita, tetapi waspadai ."
Bima mengangguk .
Mereka pun sampai di bandara , Renata tersenyum melihat starbucks. Dan Yudha meraih tangan Renata, menarik Renata, dan memesan kesukaan Renata dan Yudha.
" Serius nih traktirnya?".
" Serius, " ujar Yudha.
" Yudha memakaikan jam tangan baru buat Renata.
Pakai kemanapun dan dimanapun, jam istimewa, tahan api dan air ."
" Bisa nelepon, bisa nyari koordinat, bisa dilacak di manapun, " ujar Yudha.
" Keluaran terbaru Rolex , ini expensive, " ujar Renata menolak pemberian Yudha.
" Ini perintah".
" Susahnya jadi anak bawang, yah gini, susah banget jadi keroco, dimana susah melawan atasan".
Yudha tersenyum .
" Selama misi, kamu wajib pakai, " ujar Yudha.
" Jika ada bahaya, dia akan menunjukkan layar merah. Jam ini banyak digunakan pejabat, dan petinggi."
Renata memakai topi hitamnya, demikian Yudha.
Tubuh kokoh Yudha , melindungi Renata , dimana mereka menembus rombongan para turis .Deru nafas Yudha , Renata rasakan pada pundak nya .Renata berusaha menepis perasaannya .Berusaha profesional.
Yudha tersenyum, dia paling mengetahui kegugupan Renata.
" Yes, masih ada harapan, " ujar Yudha dalam hati nya.
πππππππππππ
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1