
Seiring berjalannya waktu, membuat ku seperti CLBK, cinta lama belum kelar, hehehehehe. Dan perlahan sosok Yudha menggantikan sosok William. Sepenuhnya hati sudah menerima, walau gak munafik , William terkadang bisa aku pikirkan , bukan hal mudah, namun saat ini, ku hanya melalui proses nya saja. Aku mendoakan William bahagia .
Renata , Bima , Taka, Samuel, Vincent, Dimas dan Wahyu , sudah satu harian mengalami kesulitan, untuk membuka misteri data perusahaan yang sedang diselidiki.
Renata menggaruk kepalanya. Menjadi satu tantangan buatnya. IT perusahaan cukup handal .
Yudha memperhatikan Renata, sang isteri bekerja , tidak membutuhkan fisik, namun menghabiskan pikiran.
Renata terlihat gusar, berpacu dengan waktu.
Renata tidak boleh stres, namun pekerjaannya menuntut pemikiran extra.
Yudha menarik tangan Renata ke dalam ruangannya .
Kembali Renata melihat Liana Santoso ,dengan pandangan tajamnya.
Yudha menutup ruangannya dan menutup tirai di ruangannya .
" Minum yaaang," Yudha memberikan Renata minum jus jeruk .
" Haid nya gimana ? " jangan stres .
" Gimana gak strrs mas, ini belum kelar, belum apa - apa".
" Apa masih deras yaaang? udah makan obat kan?
" Udah ganti pembalut mas, 1 harian lumayan sering, biasa sampai hari ke 3 mas."
" Tetapi hari ke 3 gak sederas hari pertama dan kedua."
" Apa masih pening? "Yudha mengusap rambut Renata.
" Gak pening karena efek haid, pening soal rumusan pekerjaan aja mas".
" Tata ke Club ya, bareng lainnya ."
" Ta....".
__ADS_1
" Mas temani, yaaaaaahhhhh".
" Ta, masa ke Club sihhhhh".
" Tata pengen nyerah , udah ngomong ke atasan, mundur kasus ini, namun mereka kekeh, nyuruh Tata. Dan seorang IT handal, pensiunan dini kepolisian, loyal, dan juga jago IT , akan datang bantu Tata. Mas lihat aja , Udah berapa orang , dari tadi ngebantu, progresnya dikit banget ."
" Siapa nama IT nya Ta?".
" Azka Cavero , ujar Renata."
" Pangkatnya terakhirnya Kapten," ujar Yudha.
" Mas kenal?".
" Kenal, dia anak satu - satunya, di atas angkatan mas 2 atau 3 tahun".
" Dia cukup handal, misterius , dan sedikit urakan."
" Ooooo, " hanya itu yang Renata ucapkan.
Sebuah ketukan membhat Renata dan Yudha saling memandang.
" Pak, akan ada rapat 10 menit , rapat dadakan , di perintahkan pimpinan."
Renata menatap kembali pada Liana.
Sosok wanita angkuh, belagu, hrran, kenapa Yudha bisa pacaran dengan manusia sesombong itu, manusia merasa super cantik, dengan high heels dan kosmetik mahal.Bahkan uang make up yang dia kenakan, melebihi gajinya. Tampangnya Lux banget, hp aja berlambang apel yang di gigit, sama aseriannya dengan handphone Yudha.
Renata , walau sudah menikah, gak pernah menuntut apapun dari Yudha. Uang bulanan buat dia dan keperluan rumah , Renata memakainya selalu berhati- hati. Dan Yudha juga memberikan uang buat Renata, wakau Renata tolak, Yudha kekeh, dan Renata membuka 1 rekening, dan memasukkan uang dari Yudha ke dalam satu rekening.
Sebenarnya, Renata Tahu, Yudha punya beberapa perusahaan di beberapa tempat, namun Yudha belum pernah membawa Renata ke perushaan nya, belum pernah cerita sama sekali.Renata juga tidak mau, memburu suaminya, serasa kepo, pingin tahu segalanya. Walau jujur pengen sih kepo, pengen tahu sepenuhnya dunia nya seperti apa. Namun sudah menjadi sifat Renata, dia mau Yudha nya yang punya inisiatif sendiri.Bukan karena pertanyaan Renata.
Renata hanya berpikir positif, bahwa mereka belum sedekat yang seharusnya.Yudha belum sepenuhnya mengenalkan dunianya pada Renata.
Renata hanya bisa memaklumi, walau hati kecilnya sedih, Renata simpan sendiri.
Renata bahkan tidak pernah memasuki ruang kerja Yudha. Siapa saja yang ditemuinya di ruang kerja, Renata tidak urusi ,karena memang Yudha tidak mengenalkannya .
__ADS_1
" Renata pamit ya mas."
Yudha mengangguk .
Renata melihat sesosok pria begitu tampan,terkesan dingin, tegas , melankolis, dan tatapan elang.
" Waduhhhh , tampan gini , cool juga, " ujar Renata dalam hatiya.
Bima, Taka , Samuel dan lainnya bengong melihat kehadiran Azka.
" Silakan masuk ," ujar Renata .
Pimpinan mengenalkan Renata . Kemudiannpimpinan permisi ,karena Rapat .
" Tebenturnya di mana ? tanya sosok itu.
Renata memperlihatkan monitor layarnya.
" Saya boleh pecahkan ?".
" Silahkan," ujar Renata mempersilahkan Azka duduk dan memecahkan rumusan.Azka mengetik beberapa rumusan."
" Pak, boleh saya lanjutkan," Renata melihat Azka mentok, Renata mengambil alih.
Azka mengangguk.
Jarak mereka lumayan dekat, wangi aroma parfum berkelas , dengan aroma menthol.
Azka menatap Renata, dari samping. Sosok wanita di sebelahnya.Kecepatan tangan Renata , mengetik di atas laptop dan beberapa komputer di depannya.
Sangat sexy dan Azka terhipnotis memandang Renata.
π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment