
Pagi itu, Yudha sengaja tidak membiarkan Renata berkendara sendiri, selain usia kehamilannya, Yudha cemas dan khawatir, Yudha sengaja ingin menemui Edo, namun Renata bilang, biarkan dulu, mau lihat masalahnya gimana .
" Kita jangan underestimate atau overestimate mas, ujar Renata.".
" Baiklah, mas akan memantau kamu sayang, mas gak akan biarkan kamu gak nyaman , lagipula ,kita mengembangkan perusahaan papi, mas membutuhkan sekretaris handal, Mark tidak bisa melepaskan mu karena kamu mempunyai skill, yang tidak dimiliki orang lain."
" Duh pujiannya selangit mas, ketinggian, " ujar Renata.
Yudha mendekap Renata dalam pelukannya.Sepertinya twins sudah mulai menggelembung yaaang, dan seragam ini sudah tidak muat lagi ".
" Ya mas, Tata masih liat jika banyak konflik, Tata mengundurkan diri saja, " ujar Renata sedih.
" Apapun itu yaaang, " ujar Renata.
" Nih susu kedelai dari mami, mitosnya biar anak putih, kamunya putih, mas nya putih, gimana mau kulitnya hitam, " ujar Yudha tertawa.
" Tapi di minum ya yaaang, bagus buat kulit, " ujar Yudha.
Renata mengangguk .
Yudha melambaikan tangannya, dan Renata pun menekan tombol absen, menuju ruangannya. Baru beberapa langkah, Renata sudah di kejutkan sosok orang tua Edo.
Renata mundur dan di tangkap Bima.
" Bu, ibu gak sehat?".
" Sa..saya gak apa - apa Bim".
Renata menunduk dan berjalan beriringan dengan Bima.
" Bu , ada masalah IT di devisi narkotika , kita harus memperbaiki sistim mereka, sepertinya di hack".
__ADS_1
Renata mengangguk .
Renata sibuk memperbaikijaringan, pinggang Renata merasan pegal, sesekali Renata berdiri .
Renata meminum susu kedelainya. Saat sebuah teguran mengejutkannya.
" Sudah kurang lebih dua belas tahun, kita tidak bertemu Ta, ibu gak menduga kamu menjadi sosok polwan yang cantik, punya jabatan lumayan. jika Lita masih ada, dia pasti sebaya dengan kamu," ujar mami Edo , memasuki ruangan Renata.
Renata hanya diam.
" Kamu sedang mengandung?sudah berapa bulan ? menikah dengan siapa?".
" Ya bu, saya sedang mengandung, memasuki 4 bulan, " ujar Renata.
" Menikah dengan polisi juga, namun sudah di fungsional kan, " ujar Renata.
" Ohhhhh".
" Saya gak tertarik bu, maaf, " ujar Renata .
" Apa boleh Tata bertanya bu? dimana makam Lita?".
" Di medan, dan di pemakaman yang sama dengan tunangan kamu, Edo melihat kamu di pemakaman itu, dan baru tahu, semua yang kamu alam.Tempat perabuan Lita , tepatnya di beberapa dari mantan kamu Ta, lihat saja kalau mau jiarah."
" Ya bu...makasih," ujar Renata menunduk.
Renata berlutut dan memandang mami Lita.
" Maafkan Tata bu, harusnya Tata yang pergi, bukan Lita, semua terjadi karena Tata ," ujar Renata.
Isak tangis mama Lita pun menggema di ruangan itu .
__ADS_1
" Kenapa harus anakku," ujar mami Edo.
Rasa bersalah itu datang lagi , Renata terduduk lemas kembali menangis.
Kalau bisa memilih, Renata.tidak mau di posisi begini .
" Kalau ibu minta kamu menebus kesalahan mu, dengan meninggalkan suamimu, dan menikah dengan Edo ,menjadi ibu sambung buat anaknya, apa kamu bersedia Ta?".
Renata syok dengan ucapan dan permintaan mami Lita.
" Saya akan punya anak, saya juga mencintai suami saya bu, maaf saya tidak bisa".
" Kamu gak tulus dalam meminta maaf sama saya Ta, 2 anak saya jadi korban kamu".
" Bu, saya gak pernah mau Lita menyelamatkan saya, saya juga gak minta Edo untuk mencintai saya, hancurnya hidup Edo, tanggung jawabnya, saya sudah meminta maaf dan bersujud di hadapan ibu, maaf sebagai manusia biasa , saya sudah menyesali kesalahan saya pada Lita, walaupun bukan kesalahan saya sepenuhnya, saya juga bukan baik - baik saja, siswi kelas 1 SMP, orangtua bercerai, teman meninggal karena menyelamatkan saya, saya sangat terguncang, bukan hal mudah.Berapa lama saya konseling pada pastor, berapa lama saya harus menata hidup dan konseling dengan psikiater, lulus ujian kepolisian juga saya berjuang ,berjuang menstabilkan emosi, berjuang mengendalikan trauma dan ketakutan."
Renata pun berdiri .
" Ibu boleh meminta apapun, namun ibu harus ingat, saya juga seorang isteri, seorang calon ibu , saya gak mau bercerai, teramat sakit hidup dan menjadi anak korban broken home, dan saya memegang teguh kepercayaan saya bu, apa yang Tuhan persatukan , sebagaimana pun manusia tidak dapat menceraikan nya, kecuali kematian."
Renata membereskan pekerjaannya , dan mengangguk menuju ruangannya.
Gemuruh emosi , tekanan melebur jadi satu, pandangan Renata menghitam, dan sebuah dekapan dia rasakan.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment