
Yudha dan Renata memasuki ruangan meeting, di ikuti sang sekretaris , disana sudah terdaapt bagian penjualan, bagian produksi.
Bagian penjualan membuat persentase, tentang produk yang di pasarkan, Renata mengambil file tentang komoditi yang akan di pesan Group Wings bill, buat sarana perhotelan nya yang terbaru, dimana sedang di bangun di negeri Singapura.
" Harga terlalu tinggi, " ujar CEO dari group Wings Bill.
" Bagian produksi menjelaskan , keunggulan produk mereka, dari segi desain tidak pasaran, di desain pengrajin halus dan berbakat, bahan baku dan upah mahal."
CEO masih alot bernego soal harga.
Renata berdiri.
" Jika ingin kwalitas pertama, harga yang ditawarkan tidak lah rendah, berkwalitas tinggi , sesuai dengan bahan yang digunakan, bukan buatan pabrikan, buat beberapa customer, perusahaan kami, memang menyajikan desain up to date, dan desain kami akan tranding, bahkan di akui. Harga yang kami tawarkan , tidak bisa kurang, karena bukan komoditi asal - asalan."
Pengerjaannya membutuhkan waktu, dan upah yang tidak murah.Dan jika kerja sama ini berlangsung, kami menyediakan prasarana untuk pengiriman dan pengangkutan, tetapi transportasi pihak pemesan yang menanggung, sesuai isi perjanjian kontrak .Harga sudah fix , tidak bisa di ganggu gugat," ujar Renata kembali duduk di kursinya.
Karyawan Yudha terkejut dengan performa Renata.Yudha hanya tersenyum, dia tahu kemampuan Renata, beberapa kali Yudha takjub saat Renata menyamar jadi sekretarisnya.
CEO Group Wings bill pamit, dan berjanji akan mengabari Group Kusuma .
Semua pandangan tertuju pada Renata , mereka takjub melihat cara kerja Renata menguasai bahan yang dia pelajari tanpan persiapan apa- apa.
Renata kembali merasa lapar .
" Mas apa ada kantin?".
" Hmmm, di lantai 7, lapar?".
Renata mengangguk .
Yudha membubarkan pertemuan, dan menarik tangan Renata menuju lift.
Karyawan pun sibuk kembali bekerja.Dan sesekali berbisik tentang kehadiran sosok cantik di kantor mereka.
Gosip pun menyebar, cin cin Renata dan Yudha couple, semua men zoom cin cin pernikahan mereka, dan semua ngeh bahwa Renata sosok isteri sang Jenderal.
Sebutan Yudha CEO Jenderal di kantornya.
Renata menarik tangan Yudha. Renata memesan beberapa dimsum dan rujak.
Renata sesekali menyuapi Yudha.
" Makanan nya enak mas, toop ," ujar Renata.
" Orang luar ,bisa jajan gak mas disini? " tanya Renata.
__ADS_1
" Gak bisa yaaang, khusus karyawan, karena takut menjadi celah ,buat karyawan bertindak jauh, yang merugikan perusahaan."
" Yahhh, padahal dimsum ini enak banget mas".
" Belum tertarik bekerja disini yaaang?".
" Dari tadi, lee min ho nya gak ada mas, jadi gak tertarik, " ujar Renata asal.
" Di depan kamu paling tidak Hyun bin, ujar Yudha dengan wajah serius.
" Beneran ,hahahahaha," Renata menenggelamkan wajahnya di bawah meja dan menyandarkan dahinya di atas meja, menahan tawa.
" Mas kerja aja dulu, Tata masih banyak makanan".
" Yakin yaaang?".
Renata mengangguk .
" Rooftop ada di lantai 10 dan 15 yaaang, kalau sudah sore gini, bagus liat sunset."
" Ya mas, kerja ,nanti papi PHK lo," ujar Renata.
" Mas tunggu di ruangan ya".
Renata mengangguk.
Renata menyuruh pegawai kantin membuat rujaknya di styrofoam .
Renata menjinjing bungkusan dan meminum jus jeruk, memberikan jus jeruk pada salah satu asisten Yudha.
Renata mengintip beberapa bagian kantor, yah beginilah suasana kantor, beku, di kejar deadline dan target .Pasti membosankan, menjadi sekretaris jauh lebih nyaman, bos kemana, kita kemana, tapi paling susah ngurus jadwal pertemuan, jadwal kerja, apalagi kalau bos tiba- tiba menghilang tanpa kejelasan , yah pastinya kontak klien lagi, untuk susun jadwal ulang."
Renata menuju lantai 10 , disana Renata menatap pemandangan rooftop.
Kembali Renata mengingat kejadian Lita, Renata sampai hari ini ,tidak tahu, makam Lita dimana, keluarga Lita menyalahkan Renata, saat itu pertengkaran dan adu mulut terjadi, sampai seorang psikolong mengatakan kondisi Renata terguncang, jangan tidak punya perasaan, barulah keluarga Edo pergi dari rumah sakit.
Renata masih menyimpan kenangan Lita dan dirinya, di kamar tidur di Semarang, kemana pun pindah, semua kenangan itu Renata bawa.
Sebuah telepon kembali menghubungi Renata, ada nama maminya disana.
πHallo...
π Ta...., mami mencemaskanmu nak, kenapa ada saja masalah mu, belum selesai satu, udah satu lagi, tidak ada seorangpun yang mengenalmu, seperti mami nak, kamu kelihatan bercangkang baja, namun kamu sangat rapuh, hati mami susah
π Sudahlah mi, Tata jauh lebih kuat, dari pada dulu, keadaan menempa Tata.
__ADS_1
π Urus pengunduran diri kamu nak, mami gak mau mereka menyakiti kamu lagi, sudah cukup tuduhan mereka pada kamu Ta , berjanjilah nak.
π Dia pimpinan mi, kalau di tolak?
π Mami akan suruh papi urus, kita liat , sejauh mana dia bertindak, ingat, Yudha punya jasa juga banyak di kepolisian, Yudha suami kamu, dia wajib lindungi kamu.Mami akan bicara sama Yudha.
π Jangan dulu mi, Tata akan urus , Tata janji, jika dia menyulitkan Tata.
πGimana kandungan kamu nak?
π Masih kecil buncitan nya mi, namun rok kerja udah ngepas, kadang Tata buka vantolannya, biar gak nyesak.
π Jaga diri ya nak, mami menyayangimu , mami merindukanmu, mami belum bisa cuti, anak kuliahan lagi ujian.
π Tata akan mengunjungi mami, dalam waktu dekat .
π Baiklah nak, mami tunggu ya, apa gak masalah naik pesawat?
π Gak mi, Tata biasa aja, namun banyak masalah. sering sedih dan nangis.
π Jangan nangis nak, berpengaruh sama baby.Mau anaknya wajahnya sedih meluku?
π Gak mi..
π Makanya jangan nangis dan sedih melulu.Makan buah , vitamin dari dokter, apapun masalahnya, kamu gak sendiri nak, mami, papi, suamimu, keluarga besar kita ada semua.
π Ya mi....
πSudah dulu ya nak, mami ngajar dulu.
π Iya bu dosen, bye....
Renata melihat sunset, dan mengambil beberapa foto disana , menyuruh asisten Yudha menjadi juru fotonya.
Yudha melihat sang isteri, ikutan turun dan gabung berfoto disana , mereka jarang foto berduaan, banyakan Renata gak mau .
" Akhirnya , foto profil mas yang jadul , berganti berkat kedatangan tuan puteri ke rooftop kantor," ujar Yudha .
Renata tersenyum.
π π₯Ώπ π₯Ώπ π₯Ώπ π₯Ώπ π₯Ώπ π₯Ώ
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment