Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Willy


__ADS_3

" Apa koko mau putusin Tata ya mi?".


" Apa benar Will?" tanya sang mami.


" Gak loh yaaang, mana mungkin koko putusin Tata, .kamu itu hidup dan matinya kkko".


" Tapi pakai baju putih gitu gak baik kalau mimoi lohhh pi, " ujar sang mami terlihat khawatir.


" Banyak doa aja mi," ujar papi William.


" Ko...., jangan sampai OD seperti Ko Jojo".


" Iya...., " ujar William mengecup puncak kepala Renata.


" Mi, ku mimpi sudah beberapa kali , nukar bantal juga sama. Mengganggu sihhh, jadi merasa gak nyaman, " ujar Renata.


" Mimpi jangan di buat jadi beban, di jalani aja , minta yang terbaik dari Tuhan, " ujar William.


" Jodoh ,maut, takdir , satu kesatuan , dimana kita menyadari, bahwa kita milik Tuhan," ujar William.


Willy terlihat tertidur pulas .


" Dulu, ii merasa , kehadiran Willy , pasti buat malu William, buat mami juga. Namun gitu Willy lahir , William yang sibuk bekerja, kemudian kuliah S2, membuat kami sepi, kehadiran Willi cukup membuat kami kembali sibuk, mengurus baby.Banyangin Ta, harusnya ngurusi cucu, eh punya anak lagi ."


" Papi cukup banyak membantu, membuat susu, nukarin popok .Kalau kalian sudah menikah, anak dan adik se umuran, rasanya lucu, satu manggil ponakan, satu manggil om, aneh."


Renata dan William tertawa.

__ADS_1


" Mami ingat, aku mulai dekat sama Willi, waktu Willy usia 6 bulan, mami di kamar mandi, mbok belanja, Willy nagis, aku gendongin, dia diam, malahan ketawa ngakak, nyiumin pipi aku".


" Padahal , Willy gak mau dekat siapapun, dia lebih dekat sama kamu, dari pada sama papi yang sehari - hari bantu ngurusin dia."


" Willy adik koko loh mi, " ujar William tersenyum.


" Dari situ, William selalu pulang, dia belum jalan, tidur sama William, makan aja sama mami. Sampai William bisa nukarin pempers nya, ngajar jalan, ngajar pipis, waktu itu, belum sama Tata."


" Brother yang baikkk, " ujar Renata.


" Best brother Ta".


" Kalau sakit, lengket banget sama koko nya , sampai ke dokter, seperti anak sendiri, sering tuh di ledekin Jojo, Willy tuh anak koko," ujar papi William.


" Kalau om gimana , tiba - tiba di usia 50an punya anak lagi?".


" Wajah meeka duplikat banget ya ii", ujar Renata.


" Iya, sama banget. "


" Versi besar , dan kecil".


" Dari wajah bayi kami, sampai sekarang, sama."


" Lihat ni Ta, wajah Koko foto studio sama Willy waktu usia 3 tahun".


Renata tertawa memandang foto di handphone William.

__ADS_1


" Selain Jojo , siaap lagi yabg tahu Willy adik koko?".


" Gak gitu banyak, hanya beberapa. Kadang waktu bawa Willy jalan ke mall, bawa naik sepeda motor sport, keliling komplek, kadang juga nyuri ke lapangan futsal."


" Yang parahnya, koko bawa Willy gak bawa celana, pampers, trus dia pub , yah repot kan , ngurusin balita , di pakaikan celanan nya ,trus pipis , celananya gak ada , lucu deh Ta, di bedong pakai baju kaos bersih koko, siap pertandingan pulang"


" Willy jalan mirip puteri duyung gitu, lucu banget loh Ta, ii mau marah, karena lihat mimik mereka nahan tawa, yah jadi tertawa."


" Suka kong kali kong, makan es cream, trus berenang berdua, yang ajarin Willy ya kokonya."


" William ajarin main biola, main piano, karena S2, yah pakai guru usik ,privat ke rumah."


" Kalau Tata datang, kok gak pernah liat Willy ya ii?".


" Koko belum siap, malu dianya , " ujar mami William.


" Koko gak percayaan sama aku".


" Bukan gituuuu, " William menunduk.


☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Jangan lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2